Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi menugaskan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melakukan lobi kepada para pimpinan partai politik yang akan ikut dalam pilkada serentak. Termasuk memerintahkan JK agar partai yang selama ini mengalami masalah sengketa internal seperti Golkar dan PPP bisa islah.
"Dan Presiden sudah menugaskan Pak JK untuk menyelesaikan partai yang memiliki 2 kepengurusan untuk melakukan islah sementara, terbatas, khusus mengenai pencalonan termask juga bagaimana mengajak semua partai politik untuk menyukseskan pilkada serentak," kata Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2015).
Teten mengatakan, pemerintah mengimbau agar semua partai politik turut serta menyukseskan gelaran pilkada serentak. Sebab, kualitas demokrasi di Indonesia akan dinilai menjadi lebih baik melalui pelaksanaan pilkada tersebut. "Termasuk di dalamnya jangan sampai ada calon tunggal," ucap dia.
Teten menjelaskan, sejauh ini belum ada pembahasan khusus mengenai proses pilkada di daerah yang hanya terdapat 1 calon.
Polemik Calon Tunggal
Baca Juga
Presiden Jokowi menekankan, agar semua partai politik memiliki komitmen untuk mengusung kandidat agar tidak terdapat calon tunggal.
"Ini untuk daerah-daerah yang dianggap incumbent-nya dianggap cukup kuat, kan enggak bisa semua diatur lewat undang-undang. Harus menjadi komitmen semua partai politik," ucap Teten.
Terkait dengan masih sedikitnya pendaftar calok kepala daerah di beberapa wilayah seperti di Jawa Barat dan wilayah lainnya, Teten optimistis, hingga batas akhir waktu pendaftaran, partisipasi masyarakat yang mendaftar sebagai kepala daerah melalui parpol maupun jalur Independen cukup banyak dan tiap daerah akan diikuti oleh lebih dari satu pendaftar.
"Semua waktunya masih ada, memang pemerintah masih optimis semua parpol akan menggunakan pilkada serentak ini untuk partisipasi, saya kira pada waktunya nanti akan mendaftar. Ini kesempatan untuk membangun demokrasi ke depan," pungkas Teten. (Mvi/Yus)
Advertisement