Calon Pengantin Ini Nekat Masuk Zona Bahaya Gunung Agung

Menurut tradisi Hindu, sebelum upacara pernikahan mereka diwajibkan untuk sembahyang di tempat ibadah keluarga.

oleh Yusron Fahmi diperbarui 02 Okt 2017, 07:39 WIB
Diterbitkan 02 Okt 2017, 07:39 WIB

Liputan6.com, Karangasem - Gede Bagus Ariksa Sudana dan Yesi Fitriani, pasangan muda yang berencana menikah secara resmi pada April tahun depan, menghabiskan hari Minggu di Desa Gede Beluhu yang merupakan zona bahaya Gunung Agung. Menurut tradisi Hindu, sebelum upacara pernikahan mereka diwajibkan untuk sembahyang di tempat ibadah keluarga.

Seperti ditayangkan Fokus Pagi Indosiar, Senin (2/10/2017), Sudana asli suku Bali yang juga seorang anggota polisi itu sengaja datang dari Kalimantan. Sedangkan Yesi gadis asal Bandung.

Keduanya mengaku menyadari akan bahaya berada di zona terlarang Gunung Agung. Namun, keduanya tetap ingin menjalani tradisi.

Ada sekitar enam ribu jiwa penduduk Desa Gede Beluhu. Namun, hampir seluruhnya sudah mengungsi. Sudana dan Yesi mengaku bersyukur dapat menjalani tradisi meskipun tidak ada tamu yang datang.

Sejak status Gunung Agung naik menjadi awas pada 22 September lalu, lebih dari 140 ribu orang mengungsi dari zona bahaya. Sementara itu, erupsi Gunung Agung terakhir terjadi di tahun 1963. Sekitar 1.100 orang meninggal akibat letusan Gunung Agung.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya