Update Kamis 3 Februari 2022: 4.414.483 Positif Covid-19, Sembuh 4.154.797, Meninggal 144.411

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Rabu 2 Februari 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Kamis (3/2/2022) pada jam yang sama.

oleh Devira Prastiwi diperbarui 03 Feb 2022, 16:45 WIB
Diterbitkan 03 Feb 2022, 16:42 WIB
Covid-19
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Shutterstock By By RESTOCK images)

Liputan6.com, Jakarta - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 terus melaporkan masih adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona di Indonesia.

Per data hari ini, Kamis (3/2/2022), terdapat 27.197 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sampai saat ini di Indonesia total akumulatif ada 4.414.483 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Untuk kasus sembuh pada hari ini bertambah 5.993 orang. Sehingga total akumulatif terdapat 4.154.797 pasien sudah berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 di Indonesia sampai kini.

Sementara itu, ada penambahan 38 orang meninggal pada hari ini. Total akumulatifnya hingga kini ada 144.411 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Rabu 2 Februari 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Kamis (3/2/2022) pada jam yang sama.

 

Menkes Sebut 60 Persen Orang Meninggal Akibat Covid-19 karena Belum Vaksinasi Lengkap

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers usai Rapat Terbatas Evaluasi PPKM di Kantor Presiden Jakarta pada Senin, 10 Januari 2022. (Dok Sekretariat Kabinet RI)

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin bersama Kapolri, dan BNPB mendatangi lokasi vaksinasi di Kota Depok. Menkes mengatakan, sebanyak 60 persen yang meninggal dunia akibat Covid-19 karena belum lengkap vaksinasi.

"Saya titip pesan juga cepat di vaksin, karena data yang kita lihat 60 persen yang meninggal adalah orang yang belum divaksin atau belum lengkap vaksinasinya," ujar Budi di Depok, Kamis (3/2/2022).

Budi menjelaskan, 60 persen orang yang masuk dalam kondisi berat, adalah orang yang belum divaksin atau belum lengkap vaksinasinya. Untuk itu, dirinya meminta masyarakat segera vaksinasi. Sementara yang vaksinasinya sudah lengkap segera melakukan vaksinasi booster.

"Jangan lupa protokol kesehatan dan mari kita hadapi gelombang ini dengan rasa percaya diri," ucap Budi.

Budi mengungkapkan, apabila melihat negara lain, kasus terkonfirmasi Omicron bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari puncaknya Delta. Budi meminta masyarakat tidak khawatir dan panik karena varian Omicron hospitalisasinya dinilai lebih rendah dibandingkan varian Delta.

"Kalau ada yang terkena tidak usah panik dan khawatir akan varian Omicron," ungkap Budi.

Budi meminta, apabila terdapat masyarakat yang terpapar tanpa gejala dan saturasinya masih di atas 55 persen, serta terdapat batuk, demam, dan pilek, dapat melakukan perawatan di rumah.

Menurutnya, masyarakat yang terpapar memiliki gejala tersebut dapat melakukan isolasi mandiri dan penanganan di rumah.

"Rumah sakit bisa diisi oleh orang orang yg membutuhkan terapi oksigen yaitu yang sedang dan berat," tutup Budi.

 

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Ilustrasi virus corona COVID-19, omicron
Ilustrasi virus corona COVID-19, omicron. (Photo by starline on Freepik)

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres)

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

Cara Cek Tiket & Jadwal Vaksinasi Booster Covid-19 Gratis

Infografis Cara Cek Tiket & Jadwal Vaksinasi Booster Covid-19 Gratis
Infografis Cara Cek Tiket & Jadwal Vaksinasi Booster Covid-19 Gratis (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya