Survei LSI: Program Hunian DP 0 Rupiah Anies Dinilai Kurang Baik Pelaksanaannya

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memaparkan hasil survei mengenai evaluasi terhadap program-progam pemerintah DKI Jakarta.

oleh Winda Nelfira diperbarui 21 Okt 2022, 18:30 WIB
Diterbitkan 21 Okt 2022, 18:30 WIB
Rumah DP 0 Rupiah-Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan sambutan pada saat meluncurkan program rumah DP 0 Rupiah di Klapa Village, Pondok kelapa, Jakarta Timur, Jumat (12/10). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei evaluasi publik terhadap kondisi umum dan pemerintahan di DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria. Diketahui Anies-Riza purna tugas pada 16 Oktober 2022 lalu.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan memaparkan hasil survei mengenai evaluasi terhadap program-progam pemerintah DKI Jakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa program Hunian DP 0 Rupiah dinilai warga DKI Jakarta paling kurang baik pelaksanaannya.

Dengan rincian mayoritas warga DKI atau 64 persen tahu program DP 0 Rupiah. Dari 64 persen tersebut, sekitar 47.5 persen menilai positif adanya program DP 0 Rupiah. Namun, 41,3 persen diantaranya menilai negatif pelaksanaannya program Hunian DP 0 Rupiah.

Sementara itu, 43,7 persen responden yang mengetahui program Hunian DP 0 Rupiah menilai cukup baik pelaksanaan program tersebut. Sedangkan, 34,3 persen responden yang mengetahui program menilai pelaksanaannya kurang baik.

"Umumnya mayoritas warga DKI menilai baik pelaksanaan semua program tersebut. Program yang dinilai paling kurang baik pelaksanaannya adalah Program Hunian DP 0 Rupiah," kata Djayadi dalam siaran langsung akun YouTube LSI, Jumat (21/10/2022).

Diketahui, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi DKI Jakarta yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yaitu mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sampel survei sebanyak 610 orang diambil dengan menggunakan metode multistage dengan toleransi kesalahan (margin of error) lebih kurang empat persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.

Sampel juga berasal dari seluruh Kota di DKI Jakarta yang terdistribusi secara proporsional. LSI melakukan wawancara tatap muka dengan pewawancara yang telah dilatih terhadap responden terpilih.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Program Populer Anies

Menengok Warga Gusuran Bukit Duri Mulai Huni Kampung Susun Cakung
Warga menonton televisi di salah satu unit Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung Eks. Bukit Duri, Jakarta Timur, Kamis (25/8/2022). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hari ini meresmikan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung yang hanya dikhususkan untuk warga eks Bukit Duri yang terkena dampak gusuran program normalisasi Sungai Ciliwung. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Adapun program yang paling popular di kalangan warga DKI adalah Program Enam Jenis Kartu Kesejahteraan (89 persen), Pembangunan JIS (77 persen), Lomba Balap Formula E (68 persen), Program Hunian DP 0 Rupiah (64 persen).

Program Transportasi Terintegrasi (63 persen), Program OKE-OCE (56 persen), Tebet Eco Park (56 persen), dan Program Naturalisas Sungai berada diurutan terakhir (51 persen).

Infografis: Megaproyek Anies di Jakarta (Liputan6.com / Abdillah)
Infografis: Megaproyek Anies di Jakarta (Liputan6.com / Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya