Persiapan Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025, Polri Gelar Survei di Pantura

Kakorlantas mengatakan, tujuan survei yang dilakukan pihaknya adalah untuk mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, mengoptimalkan sarana dan prasarana selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.

oleh Mevi Linawati Diperbarui 27 Feb 2025, 19:31 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 19:31 WIB
Kakorlantas Polri Brigjen Agus Suryonugroho meninjau jalur di KM 92 Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu (9/2/2025).
Kakorlantas Polri Brigjen Agus Suryonugroho meninjau jalur di KM 92 Tol Cipularang, Purwakarta, Jawa Barat, pada Minggu (9/2/2025). (Dok. Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Polri bersama pemangku kepentingan terkait, melakukan survei di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa. Survei untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik dan balik Lebaran 1446 H pada 26 Maret-8 April 2025.

Survei tersebut dilaksanakan selama 23-28 Februari 2025 oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho didampingi pejabat utama Korlantas Polri, Direktur Utama Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono, pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, dan Jasa Marga.

"Dengan survei ini, kami dapat merancang strategi lalu lintas yang lebih efektif, sehingga arus mudik lebaran 2025 di wilayah Pantura bisa berjalan dengan lancar dan nyaman," kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Kamis (27/2/2025).

Selain itu, Agus menjelaskan bahwa tujuan survei yang dilakukan pihaknya adalah untuk mengantisipasi titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan, mengoptimalkan sarana dan prasarana di jalan tol dan pelabuhan, hingga memberikan rasa aman bagi pemudik dengan peningkatan patroli dan pengawasan.

Sementara itu, kata dia, Korlantas Polri telah mengidentifikasi empat klaster utama yang menjadi fokus pengamanan di jalur Pantura, yakni jalur tol, jalan nasional, pelabuhan penyeberangan, serta destinasi wisata maupun tempat ibadah.

Menurut dia, identifikasi tersebut penting karena jalur Pantura merupakan salah satu jalur utama yang digunakan pemudik menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.

Agus menjelaskan, fokus survei untuk klaster jalan tol meliputi pengecekan kondisi jalan dari lubang atau kerusakan yang dapat membahayakan pengendara, meninjau kesiapan rambu lalu lintas, penerangan jalan, serta marka jalan.

Survei Jalan Tol hingga Rest Area

Irjen Agus Suryonugroho
Irjen Agus Suryonugroho (Foto: Dok. Polri)... Selengkapnya

Agus mengatakan, survei jalan tol memantau titik rawan macet seperti gerbang tol, dan persimpangan utama. Kemudian, merancang strategi pengaturan lalu lintas yang meliputi sistem rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

Untuk tempat peristirahatan, kata dia, pihaknya meninjau fasilitas pendukung seperti kapasitas parkir, ketersediaan toilet, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), dan tempat makan.

Kemudian, survei jalan tol turut mengecek sistem pembayaran tol guna menghindari antrean panjang di gerbang tol.

Agus menjelaskan bahwa pihaknya mengecek kesiapan infrastruktur pelabuhan, memastikan dermaga dalam kondisi baik dan mampu menampung lonjakan kendaraan serta penumpang, serta mengecek jalur masuk dan keluar pelabuhan untuk menghindari kemacetan di sekitar area pelabuhan.

Agus sebagai Kakorlantas mengaku telah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan agar arus mudik berjalan lancar, hingga mengecek kesiapan personel di lapangan.

Terakhir, kata dia, survei dilakukan dengan mengecek keamanan dan kelancaran arus penumpang, meninjau sistem tiket untuk memastikan tidak ada gangguan teknis, serta memastikan agar pengaturan parkiran dan jalur antrean kendaraan tidak menghambat arus lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Infografis 22 Titik Rawan Macet di Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2023. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 22 Titik Rawan Macet di Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2023. (Liputan6.com/Trieyasni)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya