Liputan6.com, Jakarta Sinyal Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) gabung ke partai besutan Kaesang Pangarep semakin genjar. Terlebih, Kaesang berencana mengganti nama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjadi PSI Perorangan yang mengacu pada konsep Partai Super Terbuka.
Terkait spekulasi Jokowi bergabung ke PSI, Direktur Eks Trias Politika, melihat hal tersebut masih sangat terbuka. Apalagi semenjak PSI mencoba meneruskan pikiran politik Jokowi.
Baca Juga
“Kemungkinan Jokowi bergabung dengan PSI itu ada. Karena dari awal konsep Partai Super Terbuka diambil PSI, Jokowi nyaman dan tidak ada penolakan,” katanya saat dihubungi.
Advertisement
Walaupun begitu, dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan juga jika Jokowi memutuskan tidak berpartai. Namun, persentasenya kecil.
Agung mengatakan, Jokowi sampai saat ini masih berusaha untuk mempertahankan legacy-nya.
“Sedikit banyak beliau ingin legacy-nya itu ingin punya nafas yang panjang seperti SBY (Susilo Bambang Yudhoyono dan Megawati (Megawati Soekarnoputri),” terangnya.
Untuk itu, dia menambahkan, mantan Gubernur Jakarta itu perlu kendaraan partai politik. Agar memastikan legacy-nya dapat terus dipertahankan.
“Agar legacy-nya bertahan, dia harus memiliki partai. Karena kalau hanya atas nama perorangan akan pudar. Dan sepertinya Jokowi tidak mau itu terjadi,” tutup Agung.
Respons Golkar soal Kemungkinan Jokowi Bergabung ke PSI
Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi dikabarkan akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kabar ini semakin menguat seiring rencana Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, untuk mengganti nama partai menjadi Partai Super Terbuka, sebuah konsep yang pernah digagas Jokowi.
Menanggapi isu tersebut, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, meyakini bahwa jika benar Jokowi bergabung dengan PSI, keputusan tersebut pasti sudah melalui perhitungan politik yang matang.
"Kami yakin Pak Jokowi punya hitungan politik sebelum menentukan pilihannya," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (27/3/2025).
Meskipun percaya bahwa langkah tersebut merupakan keputusan yang sudah dipikirkan dengan cermat, Sarmuji mengaku belum mengetahui dengan pasti apakah Jokowi benar-benar akan bergabung dengan PSI dalam waktu dekat.
"Wah, saya enggak tahu apakah Pak Jokowi akan bergabung dengan PSI atau tidak," bebernya.
Advertisement
Respons Kaesang
Sebelumnya, PSI sendiri bakal menggelar kongres pada akhir bulan Mei 2025. Salah satu agenda kongres ialah pemilihan Ketua Umum dan penyusunan struktur partai
Ketum PSI Kaesang Pangarep tidak menjawab apakah sang ayah, Jokowi, bakal masuk dalam struktur PSI.
"Saya udah dijemput yuk," kata Kesang enggan menjawab pertanyaan awak media, di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Kaesang juga enggan merespons apakah dirinya bakal kembali didapuk mengisi kursi pucuk PSI.
