Liputan6.com, Jakarta - Melawan arah adalah suatu hal yang sangat dilarang dan bahkan membahayakan pengendara lain. Namun, masih banyak sekali orang yang melawan arah terutama pemotor dengan alasan ingin menghemat waktu.
Perilaku negatif ini justru sangat merugikan orang lain, apalagi jika terjadi kecelakaan. Para pelanggar ini bisa saja dikenai sanksi apabila korban kecelakaan tersebut membawa ke ranah hukum.
Sanksi yang dapat dikenakan adalah Pasal 287 Ayat 1 Undang-Undang Lalu lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 yang berbunyi “Setiap individu yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan dan melanggar peraturan atau perintah yang dijelaskan melalui Rambu Lalu Lintas sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a, atau Marka Jalan sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b, akan dihukum dengan penjara maksimal 2 (dua) bulan atau denda sebanyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)."
Advertisement
Ada beberapa masyarakat yang peduli akan hal ini, salah satunya konten kreator yang melakukan tindakan memberhentikan dan menyuruh agar putar balik di daerah Slipi Kemanggisan, Jakarta Barat.
Namun aksinya ini seperti mendapat pertentangan oleh masyarakat sekitar karena dianggap mengganggu.
Pertentangan ini diunggah oleh akun Instagram @fakta.jakarta yang terlihat konten kreator tersebut sedang berdebat dengan masyarakat terhadap aksinya tersebut.
Disebutkan juga bahwa ada salah satu oknum masyarakat yang melakukan provokasi dengan melempar batu ke arah konten kreator yang sedang bersama masyarakat tersebut.
Komentar Warganet
Video ini viral dan sudah ditonton sebanyak 550 ribu kali dan mengundang netizen untuk berkomentar.
“Orang kota tapi hobinya lawan arah 😂” Tulis zhiiii08
“Gak usah ikut campur mungkin mereka lagi buru-buru pengen ketemu sama tuhan” Tulis alza.94
“Gojek yang seharusnya menjadi pelopor lalu lintas di jalan malah jadi pelopor melawan arus bagaimana sih konsepnya…” Tulis rifkytyo
Advertisement