Liputan6.com, Banten - Mitos menjadi salah satu hal yang dipercaya sebagian besar masyarakat Indonesia. Salah satu mitos yang sudah cukup melegenda di wilayah Banten adalah mitos keberadaan setan nganji.
Mengutip dari berbagai sumber, keberadaan setan nganji masih dipercaya oleh masyarakat di daerah Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. Konon, keberadaan setan nganji berkaitan dengan 'ritual' perkembangbiakan makhluk halus yang juga dilakukan melalui persetubuhan, layaknya manusia.
Kata nganji berarti bersetubuh. Setan nganji berarti hantu atau makhluk halus yang melakukan hubungan badan dengan sesama makhluk halus.
Advertisement
Advertisement
Baca Juga
Proses tersebut umumnya terjadi pada kuntilanak dan pocong. Mitos yang terdengar mustahil ini ternyata masih dipercaya masyarakat sekitar.
Konon, mitos ini dapat membahayakan kesehatan manusia, sehingga cukup menakutkan bagi masyarakat. Mereka meyakini, saat setan sedang 'nganji', maka tidak boleh ada yang mengganggu, termasuk bangsa manusia.
Terdapat larangan tak tertulis terkait melewati lokasi yang dijadikan setan melakukan perkawinan. Masalahnya, tidak ada yang tahu keberadaan tempat tersebut secara pasti.
Ketika proses kawin setan diganggu, maka biasanya akan berdampak pada manusia yang mengganggunya. Salah satu dampaknya adalah diikuti sepasang setan.
Terkait efek fisik, biasanya orang yang mengganggu setan nganji akan mengalami bentol di sekujur tubuh dengan disertai kepala pusing. Pada beberapa kasus, ada yang sampai muntah darah selama beberapa hari.
Konon, tak ada obat yang bisa menyembuhkan efek tersebut. Salah satu obat paling ampuh dari efek setan nganji adalah dengan berlarian tanpa busana di halaman rumah saat tengah malam.
Kendati cukup menyeramkan dan mengganggu, gangguan-gangguan tersebut tak ada yang berakhir dengan kematian. Meski demikian, mitos setan nganji yang berkembang di wilayah Banten masih menjadi legenda misteri yang masih dipercaya masyarakat setempat hingga sekarang.
Penulis: Resla