3.051 Keluarga di 16 Desa Pasuruan Terdampak Banjir

Mengingat masih banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir di sejumlah wilayah tanah air, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada

oleh Dian Kurniawan Diperbarui 01 Mar 2025, 01:30 WIB
Diterbitkan 01 Mar 2025, 01:30 WIB
Jalur pantura Pasuruan-Surabaya, tepatnya Jalan Raya Tambakrejo Pasuruan, lumpuh total tidak bisa dilalui kendaraan akibat banjir. (Istimewa)
Jalur pantura Pasuruan-Surabaya, tepatnya Jalan Raya Tambakrejo Pasuruan, lumpuh total tidak bisa dilalui kendaraan akibat banjir. (Istimewa)... Selengkapnya

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, hujan lebat memicu debit air Sungai Dermo di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur meluap pada Minggu 23 Februari 2025, menyebabkan banjir di 16 desa di enam kecamatan.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat 16 Desa terdampak, antara lain Desa Manaruwi, Masangan dan Kelurahan Latek di Kecamatan Bangil," ujarnya, Jumat (28/2/2025).

Kemudian Desa Kedawung Kulon dan Kedawung Wetan di Kecamatan Grati. Selanjutnya Desa Beji, Gajahbendo, Kedungringin, Cangkringmalang dan Kedung Boto di Kecamatan Beji.

"Kecamatan Rejoso yang terdampak adalah Desa Toyaning, Patuguran dan Jarangan, lalu Kecamatan Gempol terdapat Desa Legok dan Gempol. Terakhir Desa Bandaran juga terdampak di Kecamatan Winongan," ucap Abdul.

Data yang dihimpun petugas, sebanyak 3.051 Kepala Keluarga (KK) terdampak, sementara itu BPBD dibantu instansi terkait melakukan distribusi bantuan logistik.

"Kondisi terkini pada Kamis 27 Februari kemarin, Pukul 12.00 WIB, air telah surut kecuali di Kecamatan Beji, Rejoso dan Gempol," ujarnya.

Pantauan di lapangan ketiga lokasi tersebut masih tergenang dengan Tinggi Muka Air (TMA) 30 hingga 50 cm. "Sementara itu, kondisi debit air Sungai Dermo telah kembali normal," ucap Abdul.

Mengingat masih banyaknya kejadian bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir di sejumlah wilayah tanah air, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu waspada dan siap siaga terhadap ancaman bencana yang dapat terjadi kapan saja.

"Warga diimbau untuk melakukan langkah-langkah mitigasi, seperti membersihkan saluran drainase," ujar Abdul.

"Sementara bagi warga yang rumahnya telah surut dari banjir, waspadai ancaman penyakit pasca banjir yang kerap terjadi seperti diare, demam berdarah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit," pungkas Abdul.

 

Promosi 1

Simak Video Pilihan Ini:

Banjir 6 Kabupaten di Jatim

Sebelumnya, enam kabupaten di Jatim yaitu Gresik, Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo dan Trenggalek terendam banjir akibat intensitas hujan yang turun sejak Senin sore hingga malam (24/2/2025). Hal tersebut berdasarkan data dari BPBD Jatim.

"Beberapa daerah kondisinya saat ini telah berangsur surut. Khusus di Gresik, banjir yang terjadi saat ini ketinggiannya mencapai sekitar 30 cm hingga 70 cm," ujar Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto di Gresik, Selasa (25/2/2025).

Gatot mengungkapkan, Tim BPBD Jatim merespon cepat banjir tersebut salah satunya di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Gresik, seperti, di Kecamatan Driyorejo, Balongpanggang dan Benjeng.

"Di lokasi banjir, sejak pagi tadi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim membantu proses evakuasi sejumlah warga terdampak, khususnya kelompok rentan, seperti, warga lansia, anak-anak dan warga yang sakit," ucapnya.

Gatot mengatakan, evakuasi itu dilakukan bersama Tim BPBD Gresik, perangkat desa setempat dan sejumlah relawan.

"Selain evakuasi warga, Tim BPBD Jatim juga membantu memfasilitasi mobilitas warga dengan perahu karet dan mendistribusikan nasi bungkus kepada warga terdampak," ujarnya.

"Tak hanya menerjunkan personel, Tim BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan logistik berupa makanan siap saji sebanyak 2.400 kaleng, Tambah Gizi 2.400 kaleng, lauk pauk 2.400 kaleng dan hygenkit sejumlah 50 paket," imbuh Gatot.

Gatot menyebut bahwa hingga malam ini, Selasa (25/2/2025), Tim BPBD Jatim masih terus melakukan aksi evakuasi di lapangan.

Karenanya, lanjut Gatot, pihaknya akan terus memantau perkembangan banjir yang terjadi di Kabupaten Gresik hingga saat ini.

"Banjir di Gresik ini merupakan luapan dari Kali Lamong yang alirannya bergerak dari satu titik ke titik yang lain," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya