Pendanaan Transaksi Marjin Efek Wajib Lapor Melalui SLIK

Perusahaan efek wajib menilai dan menetapkan kualitas pendanaan perusahaan efek serta melaporkan hasil penilaian dan penetapan kualitas pendanaan perusahaan efek kepada OJK.

oleh Agustina Melani diperbarui 31 Jan 2021, 07:02 WIB
Diterbitkan 31 Jan 2021, 07:02 WIB
20151117-Pasar-Modal-Jakarta-AY
Peserta mengikuti cara berinvestasi Mandiri Skuritas di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Mandiri Sekuritas terus mendorong pertumbuhan jumlah investor pasar modal di Indonesia. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis aturan kualitas pendanaan perusahaan efek. Dengan aturan tersebut, perusahaan efek wajib menilai dan menetapkan kualitas pendanaan perusahaan efek serta melaporkan hasil penilaian dan penetapan kualitas pendanaan perusahaan efek kepada OJK. 

Hal itu dilaporkan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Ketentuan tersebut diatur OJK dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor I/POJK.04/2021 tentang kualitas pendanaan perusahaan efek.

Dalam aturan itu juga menyebutkan pendanaan perusahaan efek adalah fasilitas penyediaan dana oleh perusahaan efek kepada nasabahnya atau pihak lain dalam bentuk pembiayaan untuk transaksi efek atau penyediaan dana lainnya, termasuk dalam terjadinya saldo dana negatif akibat kegagalan nasabah perusahaan menyelesaikan kewajibannya yang berasal dari transaksi non pembiayaan.

OJK dapat melakukan asesmen lebih lanjut atas penilaian kualitas pendanaan yang dilaporkan oleh perusahaan efek. Dalam hal terjadi perbedaan penilaian kualitas pendanaan perusahaan efek antara perusahaan efek dan OJK, kualitas pendanaan yang berlaku adalah yang ditetapkan oleh OJK dan wajib disesuaikan oleh perusahaan efek.

Kualitas pendanaan perusahaan efek meliputi kualitas pendanaan perusahaan efek atas transaksi marjin, pendanaan perusahaan efek melalui transaksi repo, dan tagihan perusahaan efek atas transaksi non pembiayaan. Demikian mengutiip dari laman OJK, Minggu, (31/1/2021).

 

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini


Kategori Penilaian atas Transaksi Marjin

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan bursa saham 2017 ditutup pada level 6.355,65 poin. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kategori penilaian kualitas pendanaan perusahaan efek atas transaksi marjin tersebut antara lain:

1.Lancar, apabila total eksposur nasabah perusahaan efek lebih kecil dari total jaminan nasabah perusahaan efek atau total eksposur nasabah perusahaan efek lebih besar dari total jaminan nasabah perusahaan efek dalam jangka waktu kurang dari lima hari bursa secara berturut-turut.

2.Kurang lancar, apabila total eksposur nasabah perusahaan efek lebih besar dari total jaminan nasabah perusahaan efek dalam jangka waktu selama 5-25 hari bursa secara berturut-turut.

3.Macet, apabila total eksposur nasabah perusahaan efek lebih besar dari total jaminan nasabah perusahaan efek selama lebih dari 25 hari bursa secara berturut-turut.


Kategori Penilaian atas Transaksi Repo

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, kategori penilaian kualitas pendanaan perusahaan efek melalui transaksi repo antara lain:

1.Lancar, apabila transaksi repo belum jatuh tempo dan nilai eksposur nasabah perusahaan efek atau pihak lain lebih kecil dari nilai efek repo.

2.Kurang lancar, apabila nilai eksposur nasabah perusahaan efek atau pihak lain lebih besar dari nilai efek repo sampai dengan lima hari berturut-turut atau nasabah perusahaan efek atau pihak lain gagal memenuhi kewajibannya pada tanggal pembelian kembali sampai dengan lima hari setelah tanggal kegagalan tersebut terjadi.

3.Macet, apabila nilai eksposur nasabah perusahaan efek atau pihak lain lebih besar dari nilai efek repo lebih dari lima hari berturut-turut atau nasabah perusahaan efek atau pihak lain gagal memenuhi kewajibannya pada tanggal pembelian kembali lebih dari lima hari setelah tanggal kegagalan tersebut terjadi.


Kewajiban Perusahaan Efek

Akhir tahun 2017, IHSG Ditutup di Level 6.355,65 poin
Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tagihan perusahaan efek atas transaksi non pembiayaan dikategorikan macet apabila sampai dengan hari bursa kelima setelah tanggal penyelesaian transaksi bursa, perusahaan efek masih memiliki piutang kepada nasabah.

Kewajiban perusahaan efek untuk mendapatkan persetujuan pihak yang menerima pendanaan perusahaan efek bahwa informasi kualitas pendanaan perusahaan efek yang dilaporkan melalui SLIK dapat diketahui oleh pihak yang memiliki hak memperoleh informasi tersebut sebagaimana diatur dalam POJK mengenai pelaporan dan permintaan informasi debitur melalui SLIK.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya