IPO, Sinar Terang Mandiri Incar Dana Segar Rp 132,34 Miliar

PT Sinar Terang Mandiri Tbk berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

oleh Ilyas Istianur Praditya Diperbarui 26 Feb 2025, 10:22 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 10:22 WIB
IHSG Ditutup Melemah ke 6.023,64
Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta PT Sinar Terang Mandiri Tbk berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Pada aksi tersebut, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 612.665.300 lembar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan itu sebanyak-banyaknya setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Harga penawaran dipatok sebesar Rp 200-210 per saham. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi sebanyak-banyaknya Rp 132,34 miliar dari IPO.

Rencananya, sekitar 48 persen atau sekitar Rp 63,21 miliar dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal berupa pembelian alat berat baru untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan dalam rangka meningkatkan produksi PT Weda Bay Nickel (WBN).

Kemudian 11 persen dana hasil IPO atau sekitar Rp 14 miliar akan digunakan untuk pembelian aset tetap berupa tanah dan bangunan milik Sinjo Jefry Sumendap yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama dan Pemegang Saham Pengendali Perseroan.

Sisanya akan digunakan Perseroan untuk modal kerja Perseroan untuk mendukung aktivitas dalam pengerjaan proyek PT Weda Bay Nickel (WBN) termasuk, namun tidak terbatas pada, pembelian bahan bakar, pembelian suku cadang alat berat (spare parts), penyewaan alat berat dan armada penunjang (supporting fleet).

Perseroan tidak memiliki rencana untuk melakukan transaksi dengan pihak terafiliasi terkait penggunaan dana yang akan dialokasikan untuk modal kerja.

Setelah IPO, perseroan akan membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan dengan rasio sebanyak-banyaknya 30 persen dari laba bersih positif setelah penyisihan untuk cadangan wajib mulai tahun buku 2025 dengan tidak mengabaikan tingkat kesehatan Perseroan dan tanpa mengurangi hak dari Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan untuk menentukan lain sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan.

Pembagian dividen oleh Sinar Terang Mandiri ditentukan berdasarkan hasil RUPS Tahunan Perseroan dan juga kinerja serta rencana pengembangan bisnis Perseroan.

 

Masa Pendawaran

PT PP Properti Tbk resmi tercatat sebagai perusahaan go public di BEI dengan kode saham PPRO.
PT PP Properti Tbk resmi tercatat sebagai perusahaan go public di BEI dengan kode saham PPRO... Selengkapnya
  • Masa Penawaran Awal: 25-17 Februari 2025
  • Perkiraan Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran dari OJK: 28 Februari 2025
  • Perkiraan Masa Penawaran Umum: 4-6 Maret 2025
  • Perkiraan Tanggal Penjatahan: 6 Maret 2025
  • Perkiraan Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik: 7 Maret 2025
  • Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: 10 Maret 2025

Perseroan menggunakan laporan keuangan delapan bulan 2024 dalam IPO ini. Pada periode yang berakhir 31 Agustus 2024 itu, pendapatan perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp 395.324 juta atau 40,8 persen yaitu dari Rp968.055 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023 menjadi Rp1.363.379 untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024.

Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan total material movement sebesar 47,0 persen dari 6,7 juta bank cubic meter (bcm) untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023 menjadi 9,8 juta bcm untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024, serta adanya kontrak baru berupa jasa hauling nikel jenis limonite pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024, sedangkan kontrak tersebut belum berjalan pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023.

Beban Pokok Pendapatan Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp 208.156 juta atau 26,0 persen yaitu dari Rp 800.709 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023 menjadi Rp 1.008.865 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024.

Peningkatan ini terjadi seiring kenaikan Pendapatan Perseroan yang terutama disebabkan oleh kenaikan jumlah material yang digali oleh Perseroan atau total material movement dan adanya kontrak baru berupa jasa hauling nikel jenis limonite yang belum ada pada periode sebelumnya.

 

Kinerja Perseroan

Pembukaan-Saham
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Hingga Agustus 2024, perseroan membukukan beban usaha sebesar RP 28,98 juta, turun dibandingkan beban usaha pada Agustus 2023 sebesar RP 33,21 juta. Pada periode yang sama, perseroan membukukan beban lain-lain Rp 17,7 juta, susut dibanding beban lain-lain pada Agustus 2023 yang tercatat sebesar Rp 34,05 juta.

Setelah memperhitungkan beban pajak, laba periode berjalan perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp 165.654 juta atau 278,3 persen, dari Rp 59.523 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023 menjadi Rp 225.177 juta untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan margin kotor (gross profit margin) dari 17,3 persen untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2023 menjadi 26,0 persen untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2024.

Aset sampai dengan Agustus 2024 naik menjadi Rp 1,51 miliar dibanding RP 1,03 miliar pada akhir 2023. Bersamaan dengan itu, liabilitas naik menjadi Rp 880,33 juta pada Agustus 2024 dibanding posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar Rp 634,77 juta. Kemudian ekuitas sampai dengan akhir Agustus 2024 naik menjadi Rp 625,53 juta dibanding posisi akhir 2023 yang tercatat sebesar Rp 399,95 juta.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya