Eksklusif Fedi Nuril: Fenomena Ayat-ayat Cinta, Poligami dalam Film, dan Lahirnya Genre Drama Religi

Interviu eksklusif dengan Fedi Nuril membahas Ayat-ayat Cinta yang legendaris, munculnya fenomena drama religi, dan citra poligami yang lekat pada dirinya.

Liputan6.com, Jakarta Inilah wawancara eksklusif Showbiz Liputan6.com dengan Fedi Nuril. Kariernya meroket bersama Ayat-ayat Cinta yang dirilis akhir Februari 2008 dan mendulang lebih dari 3,7 juta penonton. Ia jadi film Indonesia pertama yang tembus level 3 juta.

Kala itu, trio Fedi Nuril, Rianty Cartwright, dan Carissa Putri jadi idola. Setelahnya, muncul istilah genre drama religi yang didefisinikan sebagai drama (biasanya soal rumah tangga) dengan sentuhan keagamaan komplet dengan kutipan ayat dan sebagainya.

Tema poligami lantas tak jadi tabu. Sinetron harian dan FTV pun tak ragu menampilkan karakter suami punya 2 istri lengkap dengan romantikanya. Tema pindah agama juga jadi generik. Maka, tak berlebihan jika Ayat-ayat Cinta disebut sebagai pelopor.

Awal tahun depan Fedi Nuril kembali dengan 1 Imam 2 Makmum, yang akan tayang di bioskop Tanah Air mulai 16 Januari 2025. Artikel ini bagian pertama dari hasil interviu eksklusif kami dengan Fedi Nuril, di Jakarta, baru-baru ini.

 

Label Pelopor Drama Religi

Seorang sineas pernah menyebut drama religi adalah genre yang hanya ada di Indonesia. Ini gara-gara Ayat-ayat Cinta. Film-film berikutnya yang beraroma agama tertentu apalagi mengusung tema poligami dikaitkan dengan Ayat-ayat Cinta yang legendaris.

Pendek kata, semua gara-gara Fedi Nuril jadi Fahri. Merespons tudingan ini, Fedi Nuril punya ulasan lain. Menurutnya, di Hollywood dan sejumlah negara lain ada juga drama keluarga yang “dilapisi” tema keagamaan. Namun tak dilabeli drama religi.

“Kalau dibilang enggak ada (genre) drama religi, di Hollywood kayaknya ada. Tapi enggak religius. Cuma ada drama dan cukup kental nuansa religinya. Kalau pertama kali gara-gara gue dan Ayat-ayat Cinta, ya faktanya memang begitu sih. Ha ha ha,” katanya.

Di Indonesia ada kecenderungan ketika sebuah lagu atau film sukses besar, akan ada epigon yang mengikuti. Ayat-ayat Cinta adalah kasus khusus. Nyaris tak ada yang menyangka, film ini bakal meledak. Fedi Nuril pun kala itu tak menyangka.

“Ak

hirnya banyak yang ikut bikin drama religi juga. Cuma kalau dibilang gara-gara lo kayak terkesan negatif. Kalau aku sih melihatnya enggak negatif, malah positif, gue pelopor gitu. Jadi, santai dan asyik saja,” Fedi Nuril menyambung.
EnamPlus