Liputan6.com, Jakarta I-Radio dan Trax FM kini resmi bertransformasi menjadi iSWARA. Melalui acara bertajuk 24 Jam Berswara, iSWARA menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pengalaman media yang lebih dinamis dan inovatif, sejalan dengan visi transformasi digital yang diusung.
Putri Soedarjo, Director of MRA Group, menjelaskan bahwa program 24 Jam Berswara menjadi langkah awal iSWARA dalam menghadirkan media yang lebih interaktif, dengan konten segar, inspiratif, dan relevan dengan keseharian masyarakat.
Baca Juga
Acara ini menghadirkan sederet bintang tamu yang mewakili berbagai pilar iSWARA. Sejumlah nama besar dari dunia hiburan turut meramaikan siaran 24 jam nonstop ini, termasuk Nagita Slavina, Dul Jaelani, Iwan Fals, Rizwan Fadilah (Njan), Kunto Aji, dan masih banyak lagi. Selama program berlangsung, iSWARA mendapat semangat positif dari para penyiar dan bintang tamu, salah satunya Rico Ceper, yang kini menjadi penyiar iSWARA Jakarta.
Advertisement
“Saya menyambut positif transformasi I-Radio menjadi iSWARA. Perubahan ini sejalan dengan perkembangan zaman, di mana media, termasuk radio, perlu beradaptasi. I-Radio telah menunjukkan respons cepat terhadap dinamika industri, terutama dalam bersinergi dengan media sosial,” ujar Rico Ceper.
Penutup 24 Jam Berswara
Sebagai penutup 24 Jam Berswara, digelar konferensi pers yang dihadiri oleh Marco Anjasmoro, Rico Ceper, Iwan Fals, serta Dul Jaelani. Kehadiran Iwan Fals sebagai perwakilan Swara Warga Inspiratif dan Dul Jaelani sebagai perwakilan Swara Muda mencerminkan upaya iSWARA dalam menangkap suara berbagai generasi di Indonesia.
Transformasi ini pun mendapat respons positif dari para musisi, termasuk Iwan Fals dan Dul Jaelani. Dul mengungkapkan bahwa tantangan anak muda di era digital adalah bagaimana mereka harus terus belajar bersikap bijak dan menyaring informasi yang diterima melalui media sosial.
Sementara itu, Iwan Fals juga menyambut baik perubahan I-Radio menuju era digital. “Setiap orang memiliki kesempatan untuk menyuarakan hal-hal positif, terutama dalam menghargai alam dan sesama,” kata Iwan.
Pelantun Bento ini juga mengakui bahwa peran radio sangat penting dalam perjalanan kariernya sebagai musisi. “Kalau nggak ada radio, lagu-lagu saya nggak bisa dikenal sampai sekarang,” ungkapnya.
Advertisement
Bentuk simbolis dari misi keberlanjutan
Sebagai bentuk simbolis dari misi keberlanjutan iSWARA, konferensi pers ini diakhiri dengan penyerahan bibit pohon kepada Iwan Fals, melanjutkan tradisi menanam bibit pohon yang kerap dilakukan dalam setiap konsernya.
Marco Anjasmoro, Group Station Manager MRA Broadcast Media Division, menambahkan bahwa transformasi I-Radio dan Trax FM menjadi iSWARA merupakan langkah evolusi yang penting. “Selama lebih dari 20 tahun, I-Radio telah setia memutarkan lagu Indonesia, sementara Trax FM selalu dekat dengan anak muda. Kini, saatnya kedua brand ini berkembang lebih jauh dengan pendekatan digital yang lebih kuat,” jelasnya.
Tidak sekadar menghadirkan hiburan
Transformasi ini tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam membentuk opini publik. Dengan pendekatan yang lebih santai dan interaktif, iSWARA bertujuan menjadi platform yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia dari berbagai generasi.
Sebagai penanda awal transformasi digital ini, iSWARA menggelar program 24 Jam Berswara pada 25-26 Februari 2025, yang disiarkan secara langsung melalui livestreaming di TikTok, YouTube, dan Instagram selama 24 jam nonstop, serta disiarkan serentak di sembilan kota, yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Palembang, dan Banjarmasin.
Melalui transformasi ini, iSWARA hadir sebagai media yang lebih dari sekadar hiburan, melainkan juga sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi, berbagi cerita, serta terhubung dalam komunitas yang aktif dan inspiratif.
Advertisement
