Tradisi Indonesia
Halal bihalal sudah menjadi tradisi di Indonesia. Walaupun kata halal bihalal merupakan kata dari Bahasa Arab, namun orang Arab tidak akan mengerti maknanya karena halal bihalal ini hanya ada di Indonesia dan merupakan kreasi orang Indonesia sendiri.
Arti halal bihalal adalah menciptakan keharmonisan antara sesama manusia. Jadi walaupun merupakan kata kreasi tersendiri dari orang Indonesia, hakikat halal bihalal adalah hakikat ajaran Alquran dan hadis.
Artinya
Arti halal bihalal mungkin banyak yang menganggapnya berasal dari bahasa Arab. Padahal, halal bihalal sebenarnya berasal dari kata serapan 'halal' dengan sisipan 'bi' yang berarti 'dengan' (bahasa Arab) di antara 'halal'.
Namun, arti halal bihalal sebenarnya bukan berasal dari Arab, melainkan merupakan tradisi yang dibuat di Indonesia. Kata ini dipakai sebagai pengganti istilah silaturahmi dan telah menjadi tradisi di Indonesia saat lebaran.
Halal merupakan lawan kata dari haram. Jadi dari segi hukum arti halal bihalal memberikan kesan bahwa akan terbebas dari dosa seseorang yang melakukannya.
Jadi arti halal bihalal menurut tinjauan hukum, membuat sikap yang haram menjadi halal atau tidak berdosa lagi. Tentunya hal ini harus didukung dengan saling memaafkan secara lapang dada.
Selain itu, kata halal menurut tinjauan bahasa atau linguistik berasal dari kata halla atau halala. Arti halal bihalal dalam hal ini adalah menyelesaikan masalah atau kesulitan, meluruskan benang kusut, mencairkan yang membeku, melepaskan ikatan yang membelenggu.
Dengan melaksanakan halal bihalal untuk silaturahmi dan saling memaafkan, maka seseorang akan menemukan hakikat idul fitri.
Kata halal bihalal bahkan sudah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Arti halal bihalal juga dimaknai sebagai bentuk silaturahmi.
Doanya
Berikut doa halalbi halal singkat yang bisa diucapkan saat melakukan tradisi ini:
Doa 1 :
“Rabbanaa taqabbal minnaa shalatanaa wa du’aanaa innaka antas samii’ul ‘aliim. Taqabbal minnaa taubatanaa innaka antat tawwabur rahiim”
Artinya:
"Ya Tuhan kami terimalah shalat kami dan terimalah permohonan kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami sungguh Engkau Maha penerima taubat serta Maha Penyayang<"
Doa 2:
“Allahummaghfir lil mukminiina wal mukminaat wal muslimiinaa wal muslimaat al-ahyaa-i minhum wal amwaat. Innaka samii’un qariibun mujiibud da’wat yaa qadhiyal hajat”
Artinya:
"Ya Allah, muliakanlah agama-Mu jadikanlah Islam menjadi jalan keluar bagi bangsa kami. Jadikanlah para ulamanya bersatu, yaitu para ulama yang menjadi contoh bagi umat Rasul-Mu. Lindungilah umat Islam dari perpecahan, lindungi mereka dari kehinaan. Berkahilah hari ini dan berkahi pula bagi siapapun yang bermunajat mengiba pada-Mu"

Berita Terbaru
Pengunjung Asal Bandung Jadi Korban Keganasan Pantai Selatan Garut
5 Fenomena Astronomi April 2025, Ada Pink Moon hingga Hujan Meteor
Wasiat Terakhir Aktor Ray Sahetapy sebelum Meninggal, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Maknanya dalam Islam
5 Gelandang Terhebat Inggris Sepanjang Sejarah: Ada Legenda Manchester United
Strategi Polri Atasi Lonjakan Kendaraan di Gerbang Tol Selama Arus Balik Lebaran 2025
Antisipasi Kepadatan Arus Balik, Polda Lampung Siapkan 'Delay System' di Pelabuhan Bakauheni
Pasar Tradisional Sepi, Menteri Maman Paparkan Penyebabnya
Alasan Presiden AS Donald Trump Terapkan Tarif Impor
39 Ribu Kendaraan Melintas di Cipali Pada H3 Lebaran 2025
Belanja Perlengkapan Sekolah Usai Lebaran, Ini Tips Agar Pembelianmu Tepat dan Hemat
Imbas Jalur Puncak Bogor Tergenang, One Way Arah Jakarta Lebih Panjang
Chelsea vs Tottenham Hotspur: Dominasi Rekor Pertemuan, The Blues Bakal Jaga Dominasi?