Liputan6.com, Jakarta Moxie Marlinspike, Co-Founder sekaligus CEO dari Signal Messenger, baru-baru ini melontarkan kritiknya terhadap aplikasi pesaing yaitu Telegram.
Dalam sebuah cuitan di akun Twitter-nya @moxie, Marlinspike menyebut bahwa Telegram memiliki banyak fitur yang menarik, namun buruk dalam hal privasi dan pengumpulan data.
Baca Juga
"Telegram memiliki banyak fitur menarik, tetapi dalam hal privasi dan pengumpulan data, tidak ada pilihan yang lebih buruk," kata Marlinspike, dikutip Rabu (29/12/2021).
Advertisement
It's amazing to me that after all this time, almost all media coverage of Telegram still refers to it as an "encrypted messenger."
— Moxie Marlinspike (@moxie) December 23, 2021
Telegram has a lot of compelling features, but in terms of privacy and data collection, there is no worse choice. Here's how it actually works:
1/
Ia mengungkapkan, Telegram menyimpan semua kontak, grup, media, dan setiap pesan yang pernah dikirim atau diterima dalam teks biasa di server mereka.
"Aplikasi di ponsel Anda hanyalah 'tampilan' ke server mereka, tempat data sebenarnya berada," kata Marlinspike. "Hampir semua yang Anda lihat di aplikasi, Telegram juga melihatnya," imbuhnya dalam cuitan lain.
Â
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Mode Secret Chat
Marlinspike mencontohkan, ketika pengguna menghapus aplikasi, memasangnya di ponsel baru, dan mendaftarkannya dengan nomornya, mereka akan bisa meliat semua riwayat percakapan, kontak, grup dan media yang dibagikan.
"Bagaimana bisa? Semuanya ada di server mereka, dalam plaintext," kata Marlinspike.
Lebih lanjut, pria kelahiran Georgia, Amerika Serikat itu mengatakan, fitur "secret chats" terbatas Telegram yang secara nominal menggunakan end to end encryption (e2ee), meragukan.
"Tidak ada e2ee secara default, tetapi mereka membicarakannya seolah-olah ada," kata Marlinspike.
Dia menambahkan, FB Messenger juga memiliki mode "secret chat" e2ee yang sebenarnya jauh lebih terbatas daripada Telegram (dan juga menggunakan protokol e2ee yang lebih baik).
"Tetapi tidak ada yang akan menganggap Messenger sebagai "perpesanan terenkripsi," ujarnya.
Advertisement
Bos WhatsApp Setuju
Menurut Marlinspike, beberapa orang mungkin merasa tak masalah Telegram mengakses semua data, pesan, gambar, kontak, atau grup mereka, karena mempercayai aplikasi tersebut.
"Namun, maksud dari "pembawa pesan terenkripsi" adalah Anda tidak harus mempercayai siapa pun selain orang yang Anda ajak berkomunikasi," kata Marlinspike.
Dia menjelaskan, teknologi privasi bukan tentang mempercayai orang lain dengan data pengguna.
"Pesan yang Anda kirim seharusnya hanya dapat dilihat oleh Anda dan penerima. Detail grup hanya boleh dilihat oleh anggota lainnya. Mencari kontak Anda seharusnya tidak mengungkapkannya kepada orang lain."
Uniknya, utas yang dibuat Marlinspike ini di-retweet oleh bos WhatsApp Will Cathcart. Diketahui selama ini, Pavel Durov, pendiri Telegram, memang kerap beropini menyerang aplikasi milik Meta tersebut.
(Dio/Isk)
Infografis Waspada WhatsApp Rentan Dibobol Hacker
Advertisement