Liputan6.com, Jakarta - Samsung diperkirakan bakal merilis Galaxy Z Fold7 pada Juli mendatang. Mengutip GSM Arena, Jumat (28/2/2025), bocoran render pertama dari perangkat ini akhirnya muncul, memberikan gambaran awal tentang desainnya. Render ini berbasis CAD, jadi masih ada kemungkinan sedikit perubahan ketika perangkat ini rilis nantinya.
Tampaknya, samsung mulai mengikuti tren foldable yang makin tipis, yang sebelumnya lebih dulu diusung oleh pesaing asal Tiongkok. Oppo Find N5 yang baru dirilis saat ini memegang rekor sebagai smartphone layar lipat tertipis di dunia
Baca Juga
Kendati demikian, sepertinya, Galaxy Z Fold7 belum bisa merebut gelar itu dari Oppo walau ukurannya sudah cukup mendekati.
Advertisement
Pasalnya, ketika dibuka Galaxy Z Fold7 memiliki ketebalan 4,5mm dan saat dilipat menjadi 9,5mm. Angka ini termasuk tonjolan kamera. Jika tidak menghitung kamera, ketebalannya disebut lebih dekat ke 9mm, meski angka pastinya belum diketahui.
Sebagai perbandingan, Oppo Find N5 punya ketebalan 4,2mm saat terbuka dan 8,9mm saat dilipat. Secara kasat mata, perbedaan sepersekian milimeter ini mungkin tidak terlalu terasa.
Namun, aspek rasio layar juga berpengaruh dan sejauh ini masih belum jelas bagaimana proporsinya di Galaxy Fold7.
Berdasarkan bocoran, dimensi Galaxy Z Fold 7Â dalam keadaan terbuka adalah 158,4 x 143,1 mm, sedikit lebih tinggi dan lebih lebar 1 cm dibanding pendahulunya. Ini bisa jadi pertanda kalau layar cover-nya bakal punya aspek rasio yang lebih luas.
Kapasitas Baterai yang Masih Bertahan di 4.400 mAh?
Di sisi lain, ada kabar yang kurang menggembirakan, yaitu kapasitas baterai yang masih bertahan di 4.400 mAh. Jika dibandingkan, beberapa pesaing sudah berhasil memasukkan baterai 5.600 mAh ke dalam bodi yang serupa.
Soal layar, Galaxy Fold7 disebut-sebut bakal membawa panel utama 8,2 inci dan layar cover 6,5 inci. Untuk performanya, perangkat ini akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite dari Qualcomm.
Di sektor kamera, upgrade terbesar ada di kamera utama yang kini memakai sensor 200 MP, sama seperti di Galaxy Z Fold SE.Â
Kamera ini dipasangkan dengan lensa ultrawide 12 MP dan telefoto 10 MP. Sementara itu, kamera selfie kemungkinan tidak mengalami perubahan dari Fold6, yaitu 4 MP di bawah layar utama dan 10 MP di layar cover.
Advertisement
AI di Samsung Galaxy S25 Series Punya Fitur untuk Dukung Perjalanan
Di sisi lain, Samsung menghadirkan Galaxy S25 Series, smartphone yang siap menemani perjalanan anda ke mana saja.
Samsung Galaxy S25 Series bukan sekadar alat komunikasi, perangkat ini dilengkapi beragam fitur canggih dan desain yang futuristik. Anda dibuat seolah-olah punya asisten perjalanan pribadi.
Samsung Galaxy S25 Series, mampu membantu menyusun itinerary, menjadi pengingat otomatis, hingga membuat konten estetik dengan hasil jepretan bak fotografer profesional. Pokoknya, perjalanan kamu akan semakin seru, praktis, dan tidak akan ribet.
Penggunanya Galaxy S25 Series takkan lagi direpotkan dengan mencatat itinerary secara manual atau mengingat berbagai jadwal perjalanan.
Dengan fitur Seamless Action Across Apps, semua terasa lebih muda. Mau cari lokasi wisata, atur jadwal check-in hotel, atau sekadar bikin catatan pengeluaran harian, semua bisa dilakukan tanpa harus pindah-pindah aplikasi.
"Dengan Galaxy S25 Series, kami ingin memastikan bahwa setiap perjalanan, baik itu solo traveling atau bersama teman, menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Misalnya, saat tiba di destinasi baru, Seamless Action Across Apps bisa bantu cari tempat wisata terkenal. Jadi, tidak perlu khawatir saat solo traveling sekalipun Galaxy S25 Series ada untuk temani kamu di setiap langkah perjalanan," kata Verry Octavianus, MX Product Marketing Senior Manager, Samsung Electronics Indonesia kepada wartawan, Senin (24/2/2025) di Da Nang, Vietnam.
Samsung Galaxy S25 Series sangat mendukung mobilitas penggunanya. Kehadiran fitur Now Brief akan bantu kamu tetap on-track dengan itinerary yang sudah dibuat.
"Kamu juga bisa mendapatkan pengingat setiap aktivitasnya dengan memanfaatkan Now Brief. Terkadang meski kita sudah membuat itinerary liburan yang lengkap sekalipun, seringkali pengingat masing-masing agenda tersebut ter-skip jadi membuat kita off-track. Belum lagi, terkadang kita tidak punya banyak waktu untuk mencari informasi-informasi detail seperti kondisi cuaca ataupun traffic perjalanan mengenai lokasi wisata yang dituju," ujar dia.
