Dana Survei Proyek Jembatan Selat Sunda Tak Terbuang Percuma

Pemerintahan Jokowi telah memastikan untuk menunda proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS)

oleh Septian Deny diperbarui 07 Nov 2014, 22:20 WIB
Diterbitkan 07 Nov 2014, 22:20 WIB
Jembatan Selat Sunda
(foto: Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) telah memastikan untuk menunda proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang digagas pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Namun penundaan pembangunan ini dinilai membuat anggaran studi kelayakan proyek tersebut menguap tanpa ada hasil.

Menanggapi hal ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan meski ditunda, namun survei dan studi kelayakan yang sudah dilakukan tetap memiliki manfaat.

"Ya tidak percuma, orang itu untuk survei. Itu kan hanya ditunda, tidak dibatalkan. Kalau bikin bendungan juga ada review desain. Dari pada tidak tepat untuk visi misi pemerintah sekarang. Jadi tidak apa-apa. Dari survei kan kita tahun kegempaan di Selat Sunda seperti apa," ujarnya d Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2014) malam.

Semantara itu, untuk rencana pembangunan Tol Trans Sumatera yang awalnya akan tersambung dengan JSS ini, Basuki memastikan program tersebut tetap akan berjalan.

"Tol Sumatera tetap jalan. Selat sunda kan penyebrangan yang sibuk, jadi kita punya visi misi untuk lebih baik dengan memberikan penyeberangan yang baik. Itu bukan dibatalkan ya. MRT saja tertunda sampai 26 tahun," lanjutnya.

Menurut dia, pemerintah hanya akan melanjutkan program-program pemerintahan SBY jika sesuai dengan visi misi pemerintahan saat ini. Jika tidak sesuai, maka aka dilakukan penundaan.

"Kalau sesuai dengan visi pemerintah, jadi kalau proyek itu visible akan berjalan. Lagian kalau itu dibangun ada masyarakat-masyarakat yang protes," tandasnya. (Dny/Ndw)

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya