Catat! Ini 5 Manfaat Senam Irama Jika Dilakukan Secara Rutin

Senam irama memiliki beragam manfaat, mulai dari menjaga bentuk tubuh ideal hingga mengoptimalkan fungsi otak. Simak 5 manfaat melakukan senam irama secara rutin pada artikel berikut!

oleh Theresia Melinda Indrasari diperbarui 21 Feb 2022, 09:00 WIB
Diterbitkan 21 Feb 2022, 09:00 WIB
Foto Terbaik Olimpiade Tokyo 2020 Hari ini
Atlet senam asal China, Tang Xijing bertanding dalam final senam artistik putri pada Olimpiade Tokyo 2020 di Ariake Gymnastics Center, Tokyo, Selasa (3/8/2021). (Foto: AFP/Jeff Pachoud)

Liputan6.com, Jakarta - Senam irama adalah nomor yang memadukan gerakan tari dengan alunan musik. Senam irama mumumnya terdiri dari sejumlah bagian, mulai pemanasan, inti, hingga pendinginan.

Senam ini semula disebut sebagai modern gimnastik. Seiring dengan berjalannya waktu, nama tersebut berubah menjadi olahraga gimnastik, hingga akhirnya dikenal dengan istilah senam irama atau gimnastik ritmik.

Terdapat dua jenis senam irama yang biasa dipraktikkan oleh pesenam, yakni senam irama dengan alat dan senam irama tanpa alat. 

Senam irama dengan alat membutuhkan bantuan properti pelengkap seperti gada, simpai, tali, selendang, atau bola. Sementara itu, senam irama tanpa alat bisa dilakukan tanpa properti apa pun.

Secara umum, senam irama terdiri dari beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut meliputi ketepatan irama, kesinambungan gerakan, dan keluwesan, yang bermanfaat untuk melatih anggota tubuh. Simak ulasan lengkap mengenai manfaat senam irama pada halaman selanjutnya!

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


1. Menguatkan Otot

Senam Ritmik-SEA Games 2017
Pesenam putri asal Indonesia, Wahyu Yolanda beraksi dengan simpai dalam senam ritmis berirama di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia (28/8). (AP/Vincent Thian)

Senam irama yang dilakukan secara rutin akan membantu menguatkan jaringan otot seseorang. Alasannya, gerakan dalam senam irama diklaim mampu melatih otot agar lebih lentur dan kuat.

Otot yang lentur pada gilirannya bakal meningkatkan jangkauan gerak tubuh, serta mengurangi potensi kaku dan cedera ketika melakukan aktivitas dengan intensitas berat.


2. Menjaga Tubuh Tetap Ideal

Foto Terbaik Olimpiade Tokyo 2020 Hari ini
Atlet senam asal Amerika Serikat, Sunisa Lee berpose usai meraih medali emas dalam final senam artistik putri dalam ajang Olimpiade Tokyo 2020, Kamis (29/7/2021). (Foto: AP/Gregory Bull)

Dilansir dari situs resmi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatera Utara, senam irama merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menurunkan berat badan serta memperoleh bentuk tubuh yang ideal.

Gerakan pada senam irama dapat mempercepat proses pembakaran lemak, sekaligus mengencangkan otot bagian lengan, perut, pinggul, dan paha. Alhasil, orang yang rutin melakukan senam irama bisa memperoleh bentuk fisik proporsional.


3. Merawat Kesehatan Tulang

Senam Ritmik-SEA Games 2017
Pesenam asal Filipina, Orella Arielle Ni beraksi dengan simpai dalam senam ritmis berirama di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia (28/8). (AP/Vincent Thian)

Gerakan dalam senam irama akan mendorong seseorang untuk mencari tumpuan dan menopang berat tubuh. Hal ini secara tidak langsung bermanfaat untuk melatih kekuatan tulang, sekaligus mencegah terjadinya masalah tulang seperti osteoporosis.


4. Optimalisasi Fungsi Otak

Aksi Pesenam Ritmik Dunia di Olimpiade Eropa 2019
Pesenam Rusia, Dina Averina saat laga nomor pita final individu senam ritmik Olimpiade Eropa 2019 di Minsk, Belarus (23/6/2019). Pesta Olahraga Eropa ke-2 2019 di Minsk, Belarus dimulai dari 21 Juni sampai 30 Juni 2019. (AFP Photo/Kirill Kudryavtsev)

Dikutip dari situs resmi Diaspora Sumatera Utara, senam irama dinilai mampu mengoptimalkan dan merawat fungsi otak.

Pasalnya, senam irama terdiri atas paduan musik dan gerakan yang dinilai efektif menurunkan kadar hormon epinefrin dan kortisol–faktor pencetus stres–dalam tubuh.

Meningkatnya fungsi kerja otak selanjutnya bakal berdampak pada bertambahnya fokus dan daya ingat seseorang, serta mengurangi risiko terjadinya penyakit kognitif seperti Alzheimer. 


5. Menjaga Keseimbangan Fisik

Aksi Pesenam Ritmik Dunia di Olimpiade Eropa 2019
Linoy Ashram dari Israel berlaga di ajang final nomor hola hop senam ritmik Olimpiade Eropa 2019 di Minsk, Belarus (23/6/2019). Pesta Olahraga Eropa ke-2 2019 di Minsk, Belarus dimulai dari 21 Juni sampai 30 Juni 2019. (AFP Photo/Kirill Kudryavtsev)

Senam irama tersusun dari berbagai gerakan yang konsisten. Oleh karena itu, melakukan aktivitas senam irama secara rutin dapat membantu memperbaiki dan meningkatkan keseimbangan tubuh seseorang.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya