Sederet Momen Ferdy Sambo Keceplosan Saat Dicecar Pertanyaan di Sidang Konfrontasi

Ferdy Sambo beberapa kali keceplosan saat menjawab pertanyaan jebakan dari para jaksa, hakim, dan para kuasa hukum terdakwa di sidang konfrontasinya Rabu, 7 Desember 2022 kemarin.

oleh Benedikta Ave Martevalenia diperbarui 08 Des 2022, 13:25 WIB
Diterbitkan 08 Des 2022, 13:25 WIB
Sidang Lanjutan Sambo dan Putri Candrawathi
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Ferdy Sambo bersiap menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022). JPU menghadirkan sembilan saksi dalam persidangan pekan ketujuh kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Rabu, 7 Desember 2022 kemarin, menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Sidang konfrontasi tersebut menghadirkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, sebagai saksi untuk terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf.

Sidang konfrontasi juga disiarkan secara live streaming menggunakan audio. Berbeda dengan sidang sebelumnya yang disiarkan secara live streaming tanpa audio. Mendapat laporan hal tersebut, kuasa hukum Kuat Ma'ruf melaporkan kepada majelis hakim bahwa ada televisi yang menyiarkan sidang menggunakan audio.

"Maaf yang mulia, kami mendapati informasi ini televisi xxx menayangkan persidangan ini secara live dan ada suaranya yang mulia," kata kuasa hukum Kuat Ma'ruf di PN Jaksel, Rabu (7/12/2022).

Ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso, pun menyebut, sidang boleh disiarkan menggunakan audio karena sudah pemeriksaan antar terdakwa.

"Karena ini sudah sesama terdakwa, keterangan saksi jadi menurut saya tidak masalah," jawab Wahyu.

Menariknya, pada sidang konfrontasi kemarin banyak pertanyaan menjebak dari hakim, para jaksa, dan para kuasa hukum terdakwa yang membuat Ferdy Sambo jujur lantaran dirinya keceplosan.

Hal tersebut mengundang perhatian publik hingga berkomentar di beberapa unggahan di media sosial TikTok. Banyak pula akun TikTok yang mengunggah momen-momen saat Ferdy Sambo keceplosan. 

Berikut momen-momen saat Ferdy Sambo keceplosan yang dirangkum dari beberapa unggahan di media sosial TikTok:

 


1. Lemari Senjata Ferdy Sambo

BARANG BUKTI SENJATA KASUS PEMBUNUHAN BRIGADIR YOSUA
Jaksa menunjukkan barang bukti senjata Colt dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). Senpi dihadirkan untuk dikonfirmasikan kepada ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer saat menjadi saksi dalam sidang tersebut. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Akun TikTok @kinanti_anisa, mengunggah cuplikan video saat Jaksa Penuntut Umum (JPU), Shandy Handika, menjebak Ferdy Sambo dengan pertanyaan, apakah Ferdy Sambo memiliki ruang senjata di lantai tiga rumah pribadi Saguling.

"Di lantai 3, di situ apakah ada ruang senjata, lantai 3 (rumah) Saguling?" tanya Shandy Handika.

Mengejutkan, Ferdy Sambo terjebak dan keceplosan yang akhirnya dirinya mengakui bahwa yang benar adalah lemari senjata bukan ruangan senjata.

"Bukan ruang senjata, tetapi lemari penyimpanan beberapa senjata saya. Bukan ruangan tapi lemari," ujar Ferdy Sambo, memberi jawaban.

Saat itu juga Richard Eliezer dan kuasa hukumnya, Ronny Talapessy bersuka cita atas jawaban Ferdy Sambo. Hal ini menjadi bukti atas pernyataan Richard Eliezer yang menyebut, di lantai 3 rumah Saguling Ferdy Sambo terdapat lemari senjata.

"Waktu pertama kali itu, saya tidak tau yang mulia itu kamar siapa. Jadi pas masuk kamar Ibu (Putri Candrawathi) ngajak saya, jadi ada kasur, ada TV, di samping itu ada tembok, ada lemari yang mulia. Nah Ibu masuk situ, Ibu buka lemarinya saya liat 'ih (terkejut) senjata semua'. Ya lemari senjatalah yang mulia," kata Richard Eliezer saat diperiksa sebagai saksi di PN Jaksel pada Senin, (28/11/2022) dikutip dari vidio yang diunggah akun Tiktok @ichatasya345.


2. Ferdy Sambo Menembak Brigadir Joshua

BARANG BUKTI SENJATA KASUS PEMBUNUHAN BRIGADIR YOSUA
Senjata maupun magazinenya dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Chandrawathi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (22/11/2022). Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunjukkan beberapa senjata mulai dari senjata laras panjang AUG Steyr, senjata glock 17, hingga HS. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Akun Tiktok @pemudaidangan18, mengunggah cuplikan momen saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) wanita yang bertanya kepada Ferdy Sambo, senjata yang ditunjukkan adalah senjata jenis apa.

"Ini (senjata) Glok berapa?" tanya JPU wanita. Ferdy Sambo pun menjawab bahwa senjata tersebut adalah Glok 17

"Oh iya ini Glok 17. Ini yang saya serahkan di tanggal 10 ke Eliezer kemudian begitu diamankan di Mako (Brimob) saya ambil kembali. Mem-backup," jawab Ferdy Sambo.

Berikut percakapan JPU yang membuat Ferdy Sambo keceplosan.

"Lalu apakah ini yang saudara tembakkan ke?" tanya JPU sambil menunjukkan senjata.

"HS," jawab Ferdy Sambo menjelaskan senjata yang saat itu dipegang JPU.

"HS yang saudara tembakkan, yang saudara bilang ambil dari?" tanya JPU.

"Punggung," kata jebakan JPU.

"Yoshua," kata Ferdy Sambo yang keceplosan.

Setelah keceplosan, terlihat raut wajah Ferdy Sambo yang panik.


3. Hasil Lie Detector Sambo Tidak Jujur

Screenshot akun Tiktok @seputarart1s
Screenshot akun Tiktok @seputarart1s

Akun Tiktok @seputarart1s mengunggah cuplikan video saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya kepada Ferdy Sambo apakah dirinya sudah pernah diperiksa mengguna poligraf (lie detector).

"Saudara saksi, inikan bagian saya. Pernah gak saudara diperiksa dengan alat poligraf?" tanya JPU.

Ferdy Sambo pun menjawab pernah. "Pernah," jawab Ferdy Sambo.

JPU melanjutkan bertaya kepada Ferdy Sambo. "Pertanyaan apa yang diajukan pada saudara pada waktu itu? Apakah, saya bacakan ya. Di dalam pertanyaan di poligraf saudara ditanyakan apakah saudara melakukan penembakan terhadap Joshua? Jawaban saudara apa?" tanya JPU.

Ferdy Sambo menjawab tidak pernah menembak Joshua. "Tidak," jawab Sambo.

JPU melontarkan pertanyaan yang menjebak Ferdy Sambo. "Sudahkah hasilnya (poligraf/liedetector) ketahui?" tanya JPU.

"Sudah," jawab Sambo.

"Apa?" kata JPU.

"Tidak jujur," jawab Ferdy Sambo.

"Terima kasih majelis," tutup JPU.

Ferdy Sambo pun membantah.

"Mohon maaf yang mulia, ini harus di.. Mohon maaf yang mulia, belum selesai saya menjawab.. Jadi poligraf itu setau saya tidak bisa digunakan dalam pembuktian di pengadilan, hanya pendapat saja. Jadi jangan sampai framing ini membuat media mengetahui bahwa saya tidak jujur. Demikian yang mulia," bantah Sambo

Pertanyaan jebakan tersebut menunjukkan bahwa Ferdy Sambo berbohong saat dirinya mengatakan tidak menembak Brigadir Joshua.


4. Sambo Beruntung CCTV Rusak

Suasana Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo
CCTV terlihat di rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan , Rabu (13/7/2022). Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan sesama anggota polisi berinisial Bharada E pada Jumat (8/7/2022) sekitar pukul 17.00 WIB. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Akun Tiktok @jonasmanik, mengunggah cuplikan video saat Ferdy Sambo mengatakan dirinya beruntung saat CCTV rusak, sehingga dia berani mengada-ngada cerita.

"Beruntung itu (CCTV) rusak, kalau gak rusak, pasti saya juga tidak akan berani membuat cerita seperti ini," kata Ferdy Sambo.

"Kalau tidak rusak, saya tidak akan berani seperti ini?" respon ketua majelis hakim.

"Iya, karena ada barang bukti. Jadi di awal itu saya membuat cerita ini apa adanya. Kemudian ada beberapa hal yang sepertinya menguntungkan dalam skenario saya. Jadi saya melihat di olah TKP itu ada beberapa hal yang menguntungkan pasca kejadian seperti CCTV itu yang mulia," jawab Sambo.

Hal tersebut menunjukkan bawah Ferdy Sambo secara sadar atau tidak sadar mengakui perbuatannya secara jujur.


5. Sambo Salah Sebut Berapa Kali Richard Eliezer Menembak Joshua

Ferdy Sambo Jadi Saksi Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Maruf
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Ferdy Sambo usai menjadi saksi dalam menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022). Ferdy Sambo menjadi saksi untuk terdakwa Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf di persidangan perkara pembunuhan berencana Brigadir J. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Akun Tiktok @1tsm3_riel, mengunggah cuplikan video ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso, menutup pertanyaan dengan pertanyaan untuk membuktikan kejujuran Ferdy Sambo.

"Saudara saksi tadi pertanyaan terakhir jaksa, saudara merasa bahwa saudara di-framing seolah-olah tidak jujur, gitu kan ya? Gara-gara poligraf tadi. Ya kalau memang saudara pengen jujur saya hanya ingin nanya ini pertanyaan terakhir dari saya. Berapa kali Richard nembak?" tanya Wahyu Iman Santoso.

Ferdy Sambo pun menjawab lima kali. "Setelah kejadian, baru saya tau, lima kali," jawab Sambo.

Kemudian majelis hakim kembali mencecar Ferdy Sambo tentang jumlah luka tembak pada tubuh Brigadir Joshua.

"Saudara tidak ikut nembak. Ini hasil pemeriksaan sementara dari otopsi, ini ada tujuh luka tembak masuk pada tubuh dan enam luka tembak keluar, jadi yang pelurunya keluar. Kalau saudara katakan lima, terus yang dua siapa yang nembak?" cecar ketua majelis hakim. 

"Saya tidak tahu," jawab Sambo.

"Apakah ada orang lain yang nembak?", lanjut Majelis hakim.

"Saya tidak tahu," jawab Sambo lagi.

"Ya nanti hakim yang akan menilai, menyimpulkan," tutup majelis hakim.

Infografis Eksepsi Ditolak, Ferdy Sambo & Putri Candrawathi Bakal Bertemu Orang Tua Brigadir J
Infografis Eksepsi Ditolak, Ferdy Sambo & Putri Candrawathi Bakal Bertemu Orang Tua Brigadir J (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya