Kenali 4 Tanda Anda Terjebak Cinta Palsu, Jangan Sampai Tertipu

Tidak jarang kita merasa sulit untuk membedakan apakah cinta yang diberikan pasangan itu sungguhan atau hanya sekadar main-main belaka.

oleh Edelweis Lararenjana Diperbarui 27 Feb 2025, 12:03 WIB
Diterbitkan 27 Feb 2025, 12:01 WIB
Jangan Tertipu, Kenali 4 Tanda Anda Terjebak Cinta Palsu
Jangan Tertipu, Kenali 4 Tanda Anda Terjebak Cinta Palsu - Credit: unsplash.com/Milan... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sebuah hubungan, setiap orang tentu menginginkan pasangan yang mencintainya dengan tulus. Namun, tidak selalu mudah untuk membedakan apakah perasaan yang diberikan benar-benar tulus atau sekadar basa-basi.

Ketidakpastian ini bisa menjadi sumber kekhawatiran, terutama bagi pasangan yang telah menjalin hubungan dalam jangka waktu lama. Meski hubungan tampak harmonis dan perasaan cinta terus tumbuh, terkadang keraguan masih muncul, membuat seseorang mempertanyakan ketulusan pasangannya.

Keraguan ini bisa muncul karena perilaku pasangan yang tidak selalu selaras dengan kata-kata cinta yang mereka ucapkan. Selain itu, pengalaman masa lalu atau kesulitan dalam mengekspresikan perasaan dengan jelas juga dapat memperumit situasi. Perbedaan dalam cara menafsirkan tanda-tanda cinta sering kali menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian dalam hubungan.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda cinta yang tidak tulus. Berikut beberapa ciri-cirinya, seperti dikutip dari Bright Side, Kamis (27/2/2025).

1. Tak berkomunikasi dengan baik

Ilustrasi pasangan cinta, romantis, bahagia
Ilustrasi pasangan cinta, romantis, bahagia. (Photo by Andres Molina on Unsplash)... Selengkapnya

Anda mungkin tidak menjadi prioritas bagi pasanganmu jika mereka terlalu sering membatalkan rencana kalian dengan alasan yang kurang masuk akal.

Meskipun kadang-kadang membatalkan janji adalah hal yang wajar dalam sebuah hubungan, namun jika perilaku ini berlanjut terus-menerus, itu bisa menjadi pertanda bahwa Anda tidak diperhatikan secara serius olehnya.

2. Terlalu sering menyebut mantannya

Contoh ilustrasi kedua pasangan sedang berbicara bersama
Salah satu cara untuk mengatasi cinta yang bertepuk sebelah tangan adalah dengan mengkomunikasikan apa yang kamu rasakan kepada pasanganmu (Foto: Unsplash.com/Yolanda Suen)... Selengkapnya

Jika pasanganmu sering membicarakan mantan mereka, terutama jika mereka membandingkanmu dengan mantan nya, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka belum sepenuhnya melupakan masa lalu.

Ini menunjukkan bahwa pikiran dan hatinya mungkin masih terpaku pada hubungan sebelumnya, dan hubunganmu mungkin hanya dianggap sebagai pengalih perhatian dari perasaan yang sebenarnya mereka miliki terhadap mantan mereka.

3. Mengumbar cinta di media sosial daripada secara langsung

Ilustrasi Pasangan Bahagia
Sejumlah alasan mengapa pasangan bahagia tidak mengumbar kemesraan. (Foto: Unsplash)... Selengkapnya

Mengunggah foto pasangan di media sosial seperti Instagram sering dianggap sebagai bentuk publikasi atas kasih sayang dalam sebuah hubungan. Namun, hal ini tidak selalu mencerminkan kedalaman ketulusan dalam cinta.

Lebih penting lagi adalah bagaimana pasanganmu menunjukkan kasih sayang di lingkungan sosial yang nyata, terutama di depan keluarga dan teman-teman.

Jika mereka tidak ragu untuk mengekspresikan perasaan sayang secara terbuka dan tulus dalam interaksi sehari-hari, hal ini lebih menandakan bahwa cinta mereka bukanlah sekadar penampilan di media sosial, melainkan sesuatu yang benar-benar tumbuh dan terasa dalam kehidupan nyata.

4. Mencoba mengubahmu dari kebiasaanmu

Contoh ilustrasi berkencan
Studi terbaru Dating.com menunjukkan 71% pasangan tidak mencari persetujuan dari pihak ketiga atas hubungan yang sedang dijalani (Foto: Unsplash.com/René Ranisch)... Selengkapnya

Dalam sebuah hubungan, tidak jarang jika Anda dan pasangan memiliki perbedaan sifat atau kebiasaan yang tidak disukai satu sama lain. Namun, dalam hubungan yang tidak sehat atau palsu, pasangan mungkin cenderung ingin mengubah bagian-bagian dari dirimu yang mereka tidak sukai.

Secara mendasar, mereka dapat meminta Anda untuk mengorbankan aspek dirimu untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan mereka. Tindakan ini menempatkan keinginan mereka di atas kebutuhan dan identitasmu sebagai individu.

Ketika Anda tidak dapat atau tidak mau memenuhi tuntutan mereka, ini bisa menyebabkan konflik dan ketegangan dalam hubungan.

Hubungan yang sehat seharusnya memungkinkanmu untuk tetap menjadi diri sendiri dan dihargai atas siapa Anda sebenarnya. Komunikasi terbuka dan saling pengertian dalam menangani perbedaan adalah kunci untuk menjaga hubungan tetap kokoh dan berkelanjutan.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya