Ulang Tahun, Mahathir Mohamad Menolak Kado dan Hanya Menerima Ucapan 'Happy Birthday'

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ulang tahun pada 10 Juli. Namun ia tak menginginkan hadiah apapun.

oleh Afra Augesti diperbarui 11 Jul 2018, 15:04 WIB
Diterbitkan 11 Jul 2018, 15:04 WIB
Jokowi dan Mahathir Salat Jumat Bersama
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad melakukan salat Jumat bersama di Masjid Jami' Baitussalam, Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6). (Liputan6.com/Pool/Wihdan)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Mahathir Mohamad genap berusia 93 tahun pada tanggal 10 Juli 2018. Tidak terlihat media yang memberitakan tentang pesta perayaan hari lahirnya, baik lokal maupun internasional. Mungkin perdana menteri Malaysia itu memang tak suka kemeriahan.

Dalam sebuah wawancara bersama kantor berita resmi milik pemerintah Bernama pada Selasa pagi, Mahathir bahkan menyampaikan bahwa dirinya tidak ingin menerima hadiah dari siapa pun. Permintaannya terbilang sangat sederhana.

"Tidak perlu (kasih) hadiah, ucapan 'Selamat Ulang Tahun' saja sudah cukup. Itulah yang saya hargai," demikian permintaannya kepada rakyat Malaysia, seperti dikutip dari The Star, Rabu (11/7/2018).

Negarawan yang menjadi perdana menteri tertua di dunia ini juga melontarkan candaan bahwa ia adalah orang yang pelupa dan tidak pernah ingat hari kelahirannya sendiri.

"Saya pelupa, jadi saya sering tidak mengingat hari ulang tahun sendiri. Tapi istri saya tidak pernah melewatkannya. Pada pagi hari ini, dia memberitahu saya dan mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun'. Kemudian kami merayakannya," ucap pria yang akrab disapa Dr M itu.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad kerap mengunggah foto bersama istri tercintanya, Siti Hasmah. (Instagram Mahathir Mohamad)

Sepiring nasi ketan (pulut) dan daging rendang juga menandai hari istimewa itu, kata Mahathir.

Dalam sebuah wawancara singkat, Mahathir Mohamad mencoba bernostalgia. Ia bertutur bahwa sebelum menjadi tokoh publik seperti saat ini, terkadang ia makan malam romantis bersama istri tercinta Siti Hasmah. Akan tetapi untuk sekarang, mereka sudah tidak bisa lagi melakukannya.

Selain menjawab pertanyaan jurnalis seputar kehidupan pribadinya, Mahathir -- yang merupakan perdana menteri keempat Malaysia dari 1981 hingga 2003 -- juga ditanya tentang perbedaan dalam pemerintahannya.

"Banyak. Sebelumnya, saya mengambil alih pemerintah dari partai saya sendiri dan tidak banyak masalah. Mesin pemerintah berjalan lancar dan saya hanya membimbingnya."

"Kali ini seolah-olah saya harus membentuk pemerintahan baru dan mencari pejabat yang 'bersih' untuk mengelola sistem baru dan saya sendiri tidak mengenal mereka."

"Saya harus mendapatkan informasi tentang identitas mereka, apakah mereka cocok untuk ditempatkan di pemerintahan sekarang," demikian menurut Mahathir Mohamad.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.


Ingin Dibantu Media Untuk Berantas Korupsi

Presiden Jokowi Sambut Kedatangan PM Mahathir Mohamad
PM Malaysia Mahathir Mohamad menyapa awak media saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (28/6). Pada Jumat, 29 Juni, Mahathir dijadwalkan ke Istana Negara di Bogor untuk menghadiri jamuan makan siang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, Mahathir mengaku bahwa salah satu keinginannya di hari ulang tahunnya adalah awak media bisa membantu pemerintah memerangi korupsi.

"Saya berharap pers akan membantu kami memberantas korupsi. Terima kasih," tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintahnya dan anggota parlemen harus memberikan contoh terbaik dalam melawan korupsi.

"Jika tidak, akan sulit bagi mereka untuk menyarankan orang lain untuk tidak mempraktekkan korupsi dan mengatakan tidak terhadap korupsi."

Ia menyampaikan, pemerintah akan berusaha keras untuk menghilangkan segala praktik korupsi dengan mengutip berbagai contoh, termasuk memperkuat Komisi Anti Korupsi Malaysia (Malaysian Anti-Corruption Commission atau MACC) dan memastikan tidak ada seorang pun -- termasuk perdana menteri dan wakilnya -- tersandung kasus kriminal.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya