China Rencanakan Uji Coba Roket Komersial

China merencanakan uji coba roket untuk penggunaan komersial pada tahun mendatang.

oleh Benedikta Miranti T.V diperbarui 21 Okt 2019, 08:02 WIB
Diterbitkan 21 Okt 2019, 08:02 WIB
Ilustrasi roket
Ilustrasi (iStock)

Liputan6.com, Beijing - China akan mengadakan uji terbang dua roket antariksa berikutnya dalam seri Smart Dragon. Roket itu ditujukan untuk penggunaan komersial pada 2020 dan 2021, lapor kantor berita resmi Xinhua, Minggu (20/10/2019).

Dilansir dari Strait Times, pelepasan jadwal penerbangan oleh China Rocket, unit China Aerospace Sains dan Teknologi milik negara, dilakukan dua bulan setelah roket pertama-yang dapat digunakan kembali perusahaan, Smart Dragon-1 seberat 23 ton, mengantarkan tiga satelit ke orbit.

China memberi gambaran rasi bintang satelit komersial yang dapat menawarkan layanan mulai dari Internet berkecepatan tinggi untuk pesawat hingga melacak pengiriman batubara.

Desain yang dapat digunakan kembali akan memungkinkan peluncuran roket yang dapat membantu menurunkan biaya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:


Spesifikasi Roket

Menjelajahi Luar Angkasa di Skyworld TMII
Anak-anak Panti Asuhan Rumah Amalia melihat replika roket saat mengikuti wisata edukasi di wahana Skyworld TMII, Jakarta, Minggu (25/8/2019). Kegiatan tersebut untuk mengenalkan dunia antariksa sejak dini kepada anak-anak. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Smart Dragon-2 propelan padat, dengan berat sekitar 60 ton dan dengan panjang total 21m, akan mampu mengirim muatan 500kg ke orbit pada ketinggian 500 km, lapor Xinhua. Tes penerbangan rencananya akan diadakan pada tahun mendatang.

Dengan berat sekitar 116 ton dan dengan panjang 31m, Smart Dragon-3, ditetapkan untuk penerbangan uji pada tahun 2021, akan mampu mengirim muatan 1,5 ton ke orbit, Xinhua menambahkan.

Pada bulan Juli, iSpace yang berbasis di Beijing menjadi perusahaan swasta Cina pertama yang mengirimkan satelit ke orbit menggunakan roketnya.

Sejak akhir tahun lalu, dua perusahaan baru lainnya telah mencoba meluncurkan satelit tetapi gagal.

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya