Kemlu RI Fasilitasi Pengiriman Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Kemlu RI bersama sejumlah lembaga kemanusiaan menargetkan akan mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai USD 2 juta atau sekitar Rp72 triliun.

oleh Benedikta Miranti T.V Diperbarui 26 Feb 2025, 17:33 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 17:33 WIB
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dalam "Kampanye Penggalangan Bantuan untuk Palestina" bersama lembaga kemanusiaan di Kemlu RI, Rabu (26/2/2025). (Liputan6.com/Benedikta Miranti)
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dalam "Kampanye Penggalangan Bantuan untuk Palestina" bersama lembaga kemanusiaan di Kemlu RI, Rabu (26/2/2025). (Liputan6.com/Benedikta Miranti)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memfasilitasi penyaluran bantuan oleh puluhan lembaga dan badan kemanusiaan untuk warga Gaza.

Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menegaskan pentingnya koordinasi yang lebih baik dalam penyaluran bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Menurut dia, ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam penyaluran bantuan ini.

"Pertama, program yang bersifat strategis, kedua harus berdampak besar bagi saudara-saudara kita di sana, dan ketiga memiliki nilai simbolik, mewakili kehadiran kita sebagai negara Muslim terbesar di dunia Islam," ujar dia dalam peluncuran "Kampanye Penggalangan Bantuan untuk Palestina" bersama lembaga kemanusiaan di Kemlu RI, Rabu (26/2/2025). 

Dalam konteks bantuan kemanusiaan, Anis Matta menekankan bahwa koordinasi yang baik sangat diperlukan agar bantuan bisa tepat sasaran dan memiliki dampak maksimal.

"Kita harus memastikan bantuan ini bukan hanya sekadar bantuan finansial, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun budaya kepedulian dari bangsa besar seperti Indonesia terhadap bangsa yang membutuhkan," tuturnya.

 

Kemlu Siap Fasilitasi Jalur Komunikasi untuk Bantuan

Peluncuran "Kampanye Penggalangan Bantuan untuk Palestina" bersama lembaga kemanusiaan di Kemlu RI, Rabu (26/2/2025). (Liputan6.com/Benedikta Miranti)
Peluncuran "Kampanye Penggalangan Bantuan untuk Palestina" bersama lembaga kemanusiaan di Kemlu RI, Rabu (26/2/2025). (Liputan6.com/Benedikta Miranti)... Selengkapnya

Sebagai bagian dari strategi diplomasi, Anis menekankan bahwa Kemlu RI akan terus memfasilitasi komunikasi dan koordinasi antara berbagai pihak, termasuk Non-Profit Organization (NGO), komunitas internasional, dan jalur diplomasi resmi.

"Kita ingin memastikan bahwa semua jalur yang ada bisa dioptimalkan demi mempercepat penyaluran bantuan ke Palestina. Ini bukan hanya tentang membantu saudara-saudara kita, tetapi juga sebagai bagian dari upaya mempertahankan posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kemanusiaan," tegasnya.

Anis juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk berperan aktif dalam gerakan solidaritas ini.

"Gerakan ini tidak hanya untuk membantu Palestina mendapatkan kemerdekaannya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita sebagai bangsa agar tetap mendapatkan perlindungan dan berkah dari Allah SWT," pungkasnya.

Pentingnya Kolaborasi

Direktur Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI Abdul Kadir Jailani dalam peluncuran "Kampanye Penggalangan Bantuan untuk Palestina" bersama lembaga kemanusiaan di Kemlu RI, Rabu (26/2/2025). (Liputan6.com/Benedikta Miranti)
Direktur Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI Abdul Kadir Jailani dalam peluncuran "Kampanye Penggalangan Bantuan untuk Palestina" bersama lembaga kemanusiaan di Kemlu RI, Rabu (26/2/2025). (Liputan6.com/Benedikta Miranti)... Selengkapnya

Direktur Asia, Pasifik, dan Afrika Kemlu RI Abdul Kadir Jailani, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga amal, dan organisasi kemanusiaan dalam mendukung Palestina. Hal ini disampaikan dalam sambutannya sebelum keberangkatan pesawat bantuan kemanusiaan untuk Palestina.

Abdul Kadir Jailani menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza yang telah mencapai tingkat luar biasa. Menurutnya, diperlukan aksi nyata dan koordinasi erat antara pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam merespons situasi yang semakin memburuk.

"Kampanye bersama ini adalah wujud nyata solidaritas Indonesia terhadap Palestina. Koordinasi antara pemerintah dan organisasi internasional sangat penting untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan tepat sasaran," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa inisiatif ini bukanlah yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, pemerintah dan masyarakat Indonesia telah berkontribusi dalam berbagai bentuk bantuan kemanusiaan. Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin memperkuat solidaritas dan meningkatkan efektivitas dalam penyaluran bantuan bagi rakyat Palestina.

"Bantuan yang diberikan harus segera tersampaikan kepada mereka yang membutuhkan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukung saudara-saudara kita di Palestina," pungkasnya. 

Infografis Gencatan Senjata Hamas dan Israel Berlaku 19 Januari 2025
Infografis Gencatan Senjata Hamas dan Israel Berlaku 19 Januari 2025. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya