Liputan6.com, Jakarta - Kanker dapat menyerang saja, termasuk anak-anak. Kanker pada anak termasuk kondisi medis yang jarang terjadi.Meski demikian, bukan berarti tidak mungkin. Menurut data Globocan pada 2020, ada sekitar 11.156 pasien kanker anak baru di Indonesia setiap tahunnya.
Belum diketahui penyebab pasti apa penyebab kanker pada anak. Namun ada dugaan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh mutasi gen. Riwayat keluarga kanker, paparan zat kimia atau radiasi, dan beberapa infeksi juga meningkatkan risiko. Deteksi dini sangat penting karena pengobatan kanker pada anak biasanya melibatkan kombinasi operasi, kemoterapi, dan terapi radiasi.
Advertisement
Baca Juga
Berbagai gejala kanker anak bisa muncul, mulai dari demam berkepanjangan hingga benjolan di tubuh. Penurunan berat badan drastis, memar tanpa sebab, dan sakit kepala juga patut diwaspadai. Penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda ini dan segera berkonsultasi dengan dokter jika ada kekhawatiran. Kesadaran dan deteksi dini sangat krusial dalam meningkatkan peluang kesembuhan.
Advertisement
Kanker pada anak-anak, meskipun jarang, tetap menjadi ancaman serius. Beberapa jenis kanker lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan lainnya. Penting bagi orang tua untuk memahami jenis-jenis kanker ini dan gejala-gejalanya agar dapat melakukan deteksi dini.
Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Semakin cepat kanker terdeteksi, semakin besar kemungkinan pengobatan berhasil dan anak dapat pulih. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk selalu waspada dan memeriksakan anak ke dokter jika ada gejala yang mencurigakan.
Beberapa jenis kanker anak yang umum meliputi leukemia, kanker otak, retinoblastoma, limfoma, kanker tulang, neuroblastoma, dan hepatoblastoma. Masing-masing jenis kanker memiliki gejala yang berbeda-beda, sehingga penting untuk mengetahui ciri-ciri setiap jenis kanker agar dapat melakukan deteksi dini.
Leukemia
Leukemia, kanker darah yang paling umum pada anak, menyerang sel darah putih. Ada berbagai jenis leukemia, seperti leukemia limfoblastik akut (LLA) dan leukemia mieloid akut (LMA), yang paling sering ditemukan pada anak-anak.
Gejala LLA dan LMA bisa meliputi mudah lelah, demam, memar, dan pendarahan. Penurunan berat badan drastis dan pembengkakan kelenjar getah bening juga perlu diwaspadai. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Pengobatan leukemia pada anak biasanya melibatkan kemoterapi, dan mungkin juga transplantasi sumsum tulang. Dukungan keluarga dan tim medis berpengalaman sangat penting selama proses pengobatan dan pemulihan. Harapan hidup anak dengan leukemia terus meningkat berkat kemajuan pengobatan.
Advertisement
Retinoblastoma
Retinoblastoma adalah kanker mata yang menyerang retina, biasanya pada anak di bawah 5 tahun. Gejala awal mungkin berupa mata juling atau bercak putih di pupil mata, yang seringkali disebut "mata kucing".
Gejala lain bisa meliputi mata merah, pembengkakan mata, dan penurunan penglihatan. Karena retinoblastoma dapat menyebar dengan cepat, deteksi dini sangat penting. Pengobatan biasanya melibatkan operasi, kemoterapi, atau terapi radiasi.
Perawatan retinoblastoma bergantung pada stadium kanker dan lokasi tumor. Dalam beberapa kasus, mata yang terkena mungkin perlu diangkat untuk mencegah penyebaran kanker. Namun, kemajuan dalam pengobatan telah meningkatkan peluang kesembuhan dan pelestarian penglihatan.
Kanker Tulang
Kanker tulang, seperti osteosarkoma dan sarkoma Ewing, lebih sering terjadi pada remaja. Gejala umum meliputi nyeri tulang, terutama di malam hari, dan pembengkakan di sekitar area yang terkena.
Nyeri yang semakin memburuk dan membatasi aktivitas anak merupakan tanda peringatan. Demam tinggi, penurunan berat badan, dan kelelahan juga bisa menjadi gejala. Diagnosis dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Pengobatan kanker tulang biasanya melibatkan pembedahan untuk mengangkat tumor, diikuti dengan kemoterapi. Terapi radiasi mungkin juga digunakan dalam beberapa kasus. Kemajuan dalam pengobatan telah meningkatkan angka harapan hidup anak-anak dengan kanker tulang.
Advertisement
Neuroblastoma
Neuroblastoma, kanker langka yang menyerang sel-sel saraf, sering terjadi pada anak di bawah 5 tahun. Gejala bervariasi tergantung lokasi tumor, tetapi bisa meliputi nyeri perut, pembengkakan perut, dan penurunan berat badan.
Gejala lain yang mungkin muncul termasuk sesak napas, kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, dan mata yang menonjol. Karena neuroblastoma dapat menyebar dengan cepat, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting.
Pengobatan neuroblastoma melibatkan kombinasi operasi, kemoterapi, terapi radiasi, dan mungkin juga terapi imunoterapi. Prognosis bervariasi tergantung pada stadium kanker dan faktor-faktor lain. Deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Pencegahan kanker pada anak memang tidak selalu mungkin, namun beberapa langkah dapat mengurangi risiko. Jauhkan anak dari paparan asap rokok, berikan ASI eksklusif, terapkan pola hidup sehat, batasi asupan gula dan garam, hindari paparan pestisida dan polusi udara, dan pastikan anak mendapatkan vaksinasi yang lengkap. Ingat, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan anak dari kanker.
