Liputan6.com, Jakarta Obesitas adalah masalah kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Dengan kelebihan lemak tubuh yang signifikan, obesitas dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius. Bukan cuma orang dewasa yang alami obesitas, kini anak-anak di Indonesia banyak yang kelebihan berat badan.
Satu dari lima atau 20 persen anak usia 5-12 tahun di Indonesia memiliki kondisi overweight atau obesitas. Bila tidak segera ditangani maka risiko anak tersebut mengalami penyakit jantung hingga stroke meningkat di masa depan.
Baca Juga
"Bayangkan dari kecil anak sudah obesitas, maka dalam 20-30 tahun ke depan risiko stroke, gagal jantung, penyakit iskemik, lalu pada anak perempuan ada miom yang bikin susah hamil, sakit ginjal," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi.
Advertisement
Maka dari itu Nadia meminta agar orangtua untuk menjaga faktor perilaku dan lingkungan untuk menurunkan obesitas. Salah satunya dengan memantau konsumsi gula, garam dan lemak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyarankan batas konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) per orang per hari, yakni 50 gram atau 4 sendok makan gula, 2.000 miligram natrium/ atau 5 gram atau 1 sendok teh garam (natrium/sodium), dan lemak hanya 67 gram atau 5 sendok makan minyak goreng.
Sayangnya, kadang orangtua cenderung membolehkan atau membebaskan anak minum atau makan makanan tinggi gula maupun makanan cepat saji yang tinggi garam dan lemak. Maka dari itu, ia meminta orangtua agar lebih peduli asupan GGL agar tidak berlebihan.
"Kami bukan melarang minuman manis atau enggak boleh beli makanan cepat saji. Namun, untuk membatasi konsumsi gula garam lemak agar tidak berlebihan," lanjutnya.
"Jangan sampai nanti pada usia lansia tabungannya bukan tabungan sehat, tapi tabungan kelebihan gula garam dan lemak yang menyebabkan penyakit tidak menular," kata Nadia dalam peringatan Hari Obesitas Sedunia pada 4 Maret 2025 bersama Nutrifood di Jakarta Selatan.
Baca Label Nutrisi pada Kemasan Makanan atau Minuman
Salah satu cara untuk mengetahui asupan gula garam dan lemak serta informani nilai gizi lainnya yakni dengan membaca label nutrisi yang ada di bungkus minuman atau makanan. Hal ini bisa diajarkan sejak anak-anak.
"Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan Informasi Nilai Gizi (ING) yang mencantumkan jumlah sajian per kemasan, energi total per sajian, zat gizi utama seperti lemak, lemak jenuh, protein, dan karbohidrat (termasuk gula), serta persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) per sajian," kata Direktur Standardisasi Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM RI) Dwiana Andayani di kesempatan yang sama.
Advertisement
Hari Obesitas Sedunia 2025, Nutrifood Tekankan Pentingnya Literasi Gizi Keluarga
Dalam peringatan Hari Obesitas Sedunia 2025 bertema “Changing Systems, Healthier Lives”, salah satu produsen makanan dan minuman Nutrifood mengajak semua pihak untuk lebih memperhatikan sistem yang memengaruhi obesitas.
"Sistem terkecil dalam masyarakat adalah keluarga, di mana pemahaman terhadap nilai gizi harus dimulai dari setiap anggotanya. Melalui edukasi, kami berharap keluarga semakin memahami kandungan gizi dalam makanan yang dikonsumsi, termasuk gula, garam, lemak, serta Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang digunakan," ujar Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana.
Lebih lanjut, sejak 2013 Nutrifood telah memimpin kampanye #BatasiGGL dengan dukungan Kementerian Kesehatan RI dan Badan POM RI. Kampanye ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, serta membaca label kemasan untuk menghindari risiko obesitas yang dapat berujung pada prediabetes, diabetes, dan penyakit tidak menular lainnya.
"Kami percaya setiap orang berhak hidup sehat dan mendapatkan makanan yang sehat. Nutrifood menyediakan pilihan makanan yang lebih sehat, seperti produk bebas dan rendah gula, rendah garam, serta rendah lemak, termasuk yang telah mendapat label Pilihan Lebih Sehat dari BPOM," katanya.
Ayo Cegah Obesitas
Pencegahan obesitas bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti:
- Mengatur Pola Makan: Mengonsumsi makanan sehat, seimbang, dan bergizi, serta mengurangi asupan makanan cepat saji, minuman manis, dan makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
- Meningkatkan Aktivitas Fisik: Melakukan olahraga secara teratur, minimal 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas aerobik intensitas tinggi per minggu.
- Menjaga Berat Badan Ideal: Memantau indeks massa tubuh (IMT) dan berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Advertisement
