Liputan6.com, Jakarta - Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi hal yang dinantikan oleh pekerja di Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri. Sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, THR adalah pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pekerja yang telah bekerja minimal satu bulan.
Pembayaran ini harus dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran. Jika terlambat, perusahaan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayarkan.
Advertisement
Baca Juga
Namun, bagaimana cara agar anak-anak tidak hanya fokus pada uang THR, tetapi juga memahami makna Lebaran yang lebih mendalam? Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga dari Tigagenerasi, Ayoe Sutomo, menekankan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk pemahaman anak mengenai nilai Lebaran.
Advertisement
Mengajarkan Makna Lebaran di Luar Uang THR
Anak-anak belajar melalui observasi. Jika orang tua ingin anak memahami Lebaran sebagai momen kebersamaan dan berbagi, maka mereka harus memberi contoh nyata.
"Dengan menunjukkan sikap peduli, berbagi, dan menjaga silaturahmi, anak akan lebih mudah memahami esensi Lebaran," kata Ayoe saat dihubungi Health Liputan6.com melalui sambungan telepon belum lama ini.
Ayoe Sutomo menjelaskan bahwa meskipun THR memberikan anak rasa otonomi dalam mengelola uangnya, kebahagiaan tidak hanya berasal dari uang THR semata. Ada tiga aspek utama yang menentukan kebahagiaan anak, yaitu:
1. Otonomi
Kemampuan anak untuk mengatur dan memanfaatkan uang THR-nya sendiri.
2. Kompetensi
Rasa percaya diri anak ketika berhasil melakukan sesuatu.
3. Keterhubungan sosial
Kemampuan anak menjalin hubungan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Agar anak memahami makna Lebaran lebih dari sekadar uang THR, orang tua bisa menerapkan beberapa cara berikut:
1. Bercerita atau mendongeng
Cerita sederhana tentang silaturahmi, meminta maaf, dan berbagi dapat membantu anak memahami esensi Lebaran.
2. Diskusi terbuka
Mengajak anak berdiskusi mengenai arti Lebaran dan merancang kegiatan liburan tanpa harus berfokus pada uang THR.
3. Melibatkan anak dalam aktivitas Lebaran
Mengajak anak membantu memasak hidangan Lebaran, berbagi makanan dengan tetangga, atau mengunjungi kerabat bisa menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai kebersamaan dan berbagi.
Advertisement
Cara Mengelola Uang THR dengan Bijak
Agar anak tidak hanya sekadar menerima uang THR, tetapi juga memahami cara menggunakannya dengan bijak, orang tua bisa menerapkan beberapa strategi berikut:
1. Mengajarkan alokasi uang
- Bagikan uang THR ke dalam beberapa pos, seperti tabungan, donasi, dan keperluan pribadi.
- Dorong anak untuk menyisihkan sebagian uang THR untuk keperluan jangka panjang.
2. Mengajarkan nilai berbagi
- Ajak anak menyumbangkan sebagian uang THR mereka kepada yang membutuhkan.
- Libatkan mereka dalam kegiatan sosial, seperti membeli makanan untuk diberikan kepada orang yang kurang mampu.
3. Mengenalkan konsep investasi sederhana
Jika anak sudah cukup besar, orang tua bisa mulai mengenalkan konsep investasi atau menabung untuk kebutuhan masa depan.
Uang THR memang menjadi bagian penting dari perayaan Lebaran, tetapi orang tua perlu mengajarkan anak-anak bahwa makna Lebaran lebih dari sekadar uang.
Dengan menanamkan nilai kebersamaan, berbagi, dan kepedulian sosial sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih empati dan bertanggung jawab.
Dengan cara ini, mereka tidak hanya menikmati uang THR, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur dalam perayaan Lebaran.
