Tips Bijak Kelola THR agar Tak Menguap Sekejap, Ingat Investasi!

Banyak orang merasa bahwa THR adalah kesempatan untuk memanjakan diri setelah bekerja keras sepanjang tahun. Tidak sedikit yang langsung menghabiskannya untuk berbelanja, jalan-jalan, atau membeli barang-barang impian.

oleh Pipit Ika Ramadhani Diperbarui 02 Apr 2025, 19:15 WIB
Diterbitkan 02 Apr 2025, 19:15 WIB
Ilustrasi uang rupiah, THR
Ilustrasi uang rupiah, THR. (Gambar oleh Eko Anug dari Pixabay)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Momen menjelang hari raya selalu identik dengan meningkatnya kebutuhan dan pengeluaran. Salah satu hal yang paling dinantikan adalah Tunjangan Hari Raya (THR), yang bisa menjadi tambahan dana untuk memenuhi berbagai keperluan, mulai dari membeli pakaian baru hingga berbagi dengan orang terdekat.

Namun, di balik euforia Lebaran, banyak yang justru merasa keuangan mereka terkuras habis setelah menerima THR. "THR bisa menjadi tidak maksimal manfaatnya jika kita tidak pintar-pintar mengelolanya. Tanpa perencanaan yang matang, uang segar ini bisa habis dalam hitungan hari," kata Head of IPOT Fund, Dody Mardiansyah, dikutip Rabu (2/4/2025).

Banyak orang merasa bahwa THR adalah kesempatan untuk memanjakan diri setelah bekerja keras sepanjang tahun. Tidak sedikit yang langsung menghabiskannya untuk berbelanja, jalan-jalan, atau membeli barang-barang impian. Padahal, tanpa perencanaan yang matang, uang THR bisa habis begitu saja tanpa memberikan manfaat jangka panjang.

Di sisi lain, ada juga yang lebih berhati-hati dalam menggunakan THR, tetapi tetap merasa keuangan mereka terkuras setelah Lebaran. Hal ini sering kali terjadi karena godaan diskon besar-besaran, ajakan untuk mengikuti gaya hidup konsumtif, atau kurangnya alokasi dana untuk kebutuhan setelah Lebaran.

Untuk itu, penting untuk memiliki strategi pengelolaan keuangan yang baik agar THR dapat digunakan secara bijak. Jangan biarkan kebiasaan konsumtif merusak rencana keuangan pasca-THR. Berikut adalah lima cara bijak agar THR tidak sekadar menjadi kenangan, tetapi juga investasi bagi masa depan:

1. Prioritaskan Pengeluaran, Jangan Ikut-ikutan Tren

Sebelum membelanjakan THR, duduk sejenak dan buat daftar kebutuhan yang benar-benar mendesak. Jangan tergoda untuk ikut-ikutan membeli barang yang sebenarnya bukan prioritas hanya karena diskon besar-besaran.

Mulailah dengan hal-hal yang harus dipenuhi, seperti zakat fitrah, bahan makanan, dan pakaian baru untuk Lebaran. Namun, jangan lupakan bahwa Lebaran bukan hanya soal apa yang kita dapatkan, tetapi juga soal berbagi kebahagiaan. Pertimbangkan untuk memberikan sebagian dari THR kepada orang tua, saudara, atau bahkan menyumbang ke panti asuhan.

"Merencanakan pengeluaran dengan bijak berarti kita bisa merayakan Lebaran dengan makna lebih, bukan sekadar membeli barang-barang yang hanya memberikan kebahagiaan sesaat," kata Dody.

 

2. Buat Anggaran Ketat: Jangan Sampai Boros

THR Lebaran Anak Pakai Uang Baru (Foto: Benedikta Desideria/Liputan6.com)
THR Lebaran Anak Pakai Uang Baru (Foto: Benedikta Desideria/Liputan6.com)... Selengkapnya

Mengelola THR tidak cukup hanya dengan membuat daftar, tetapi juga dengan menentukan batasan anggaran yang jelas. Tentukan dengan rinci berapa banyak yang akan dialokasikan untuk tiap kategori pengeluaran, dari makanan hingga hadiah untuk keluarga.

Dengan anggaran yang terstruktur, Anda bisa lebih mudah mengontrol pengeluaran. Jangan sampai terbawa suasana hingga THR habis hanya untuk keperluan konsumtif yang tidak penting.

"Dengan perencanaan yang tepat, kamu bisa memastikan THR digunakan secara bijak tanpa mengurangi hikmat dari indahnya berbagi," tambah Dody.

 

3. Simpan Sebagian untuk Masa Depan: Investasi Itu Penting!

Tips Mengelola Uang THR Anak Biar Nggak Jadi 'Investasi Bodong'
Ilustrasi investasi. (c) VadimVasenin/Depositphotos.com... Selengkapnya
6 Tradisi Unik Jelang Lebaran di Indonesia
Ilustrasi THR. (Liputan6.com/Yoppy Renato)... Selengkapnya

Banyak yang berpikir THR hanya untuk perayaan sesaat, padahal ini adalah kesempatan emas untuk menambah tabungan atau investasi. Sisihkan minimal 10–20% dari THR untuk dana darurat atau investasi.

Ini bukan sekadar menabung, tetapi juga mempersiapkan masa depan yang lebih stabil. Dengan adanya dana cadangan, kamu tidak akan panik saat menghadapi situasi mendesak di luar rencana.

"Saatnya memanfaatkan THR untuk mengembangkan aset, seperti investasi reksa dana yang saat ini sangat mudah dilakukan lewat platform seperti IPOT Fund," jelas Dody. Uang THR yang disimpan atau diinvestasikan bisa memberikan manfaat jangka panjang yang lebih berarti daripada sekadar belanja musiman.

 

4. Jangan Terjebak Diskon: Pembelian Impulsif Itu Berbahaya

Diskon Akhir Tahun
Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mempersiapkan uang kas untuk transaksi digital selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 mencapai Rp 90,1 triliun. (Liputan6.com/Herman Zakharia)... Selengkapnya

4. Jangan Terjebak Diskon: Pembelian Impulsif Itu Berbahaya Jelang Lebaran, diskon dan promo bisa membuat siapa saja tergoda. Namun, ingatlah bahwa membeli barang hanya karena diskon atau penawaran terbatas bisa berakhir dengan penyesalan.

Kendalikan diri, jangan biarkan keinginan sesaat merusak rencana keuangan. "Setia pada anggaran yang sudah dibuat adalah kunci untuk menghindari pemborosan. Jangan sampai THR habis untuk hal-hal yang tidak perlu," tegas Dody.

Jika Anda tidak benar-benar membutuhkan barang tersebut, jangan beli! Berpegang pada prinsip ini akan memastikan THR tidak menguap begitu saja.

 

5. Jangan Lupa, Kehidupan Masih Berlanjut

Suasana Jam Pulang Kantor Pekerja di Jakarta
Sejumlah orang berjalan di trotoar pada saat jam pulang kantor di Kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (8/6/2020). Aktivitas perkantoran dimulai kembali pada pekan kedua penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi pandemi COVID-19. (Liputan6.com/Johan Tallo)... Selengkapnya

Setelah Lebaran Seringkali, orang terlalu fokus pada kemeriahan Lebaran dan melupakan apa yang terjadi setelahnya. THR mungkin habis untuk pesta dan perayaan, tetapi setelah Lebaran, masih ada tagihan yang harus dibayar, sekolah anak yang harus disiapkan, dan biaya bulanan lainnya.

Dody pun berpesan agar THR tidak hanya menjadi uang tambahan yang datang dan pergi begitu saja. Dengan perencanaan yang bijak, Lebaran bisa dinikmati dengan bahagia tanpa harus khawatir keuangan jebol. "Sisihkan sebagian untuk investasi, hindari pembelian impulsif, dan pastikan kamu punya dana cadangan untuk kehidupan setelah Lebaran," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya