Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara (Polres Jakut) resmi melarang kegiatan sahur on the road (SOTR) selama bulan Ramadhan 2025. Larangan ini diberlakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kerap muncul akibat kegiatan tersebut.
Keputusan ini diambil setelah adanya pertimbangan matang terkait risiko tawuran dan tindak kriminalitas yang mungkin terjadi.
Advertisement
Baca Juga
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Ahmad Fuady, menegaskan keseriusan larangan ini. Pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang melanggar, dengan ancaman penangkapan dan pembinaan.
Advertisement
"Kegiatan sahur 'on the road' berisiko menimbulkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas," kata Kapolres, seperti dikutip dari Antara, Kamis (27/2/2025).
Imbauan kuat disampaikan kepada masyarakat agar melaksanakan sahur di rumah masing-masing demi kenyamanan bersama selama bulan suci Ramadhan.
Larangan serupa sebenarnya telah diterapkan di beberapa wilayah Jakarta pada Ramadhan sebelumnya. Namun, pengulangan larangan ini menunjukkan pentingnya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, sehingga kegiatan positif seperti ibadah puasa dapat berjalan dengan lancar dan khusyuk.
Larangan Sahur On The Road: Langkah Antisipasi Tawuran
Kegiatan sahur on the road, meskipun bermaksud berbagi, seringkali berujung pada potensi keributan. Banyak kasus tawuran antar-kelompok pemuda terjadi karena kegiatan ini. Oleh karena itu, langkah preemtif dari pihak kepolisian sangat diperlukan untuk mencegah hal tersebut.
Dengan adanya larangan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam merayakan Ramadhan. Berbagi makanan sahur dapat dilakukan dengan cara lain yang lebih aman dan tertib, misalnya dengan membagikannya kepada tetangga atau masyarakat sekitar.
Kapolres menekankan, "Kegiatan sahur 'on the road' berisiko menimbulkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas." Hal ini menjadi alasan utama di balik larangan tersebut.
Advertisement
Sanksi Tegas Menanti Pelanggar
Bagi warga yang tetap nekat melakukan sahur on the road, polisi tidak akan segan-segan menindak tegas. Penangkapan dan pembinaan akan diberikan kepada para pelanggar. Hal ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
"Apabila kedapatan ada sekelompok orang yang nekat melakukannya, maka personel kepolisian akan segera menindak tegas. Kami imbau untuk tidak melakukan itu. Apabila tetap kita temukan maka akan ditangkap," tegas Kombes Pol Ahmad Fuady.
Pembinaan juga akan diberikan kepada para pelanggar agar mereka memahami dampak negatif dari kegiatan sahur on the road dan tidak mengulanginya lagi di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana Ramadhan yang aman, nyaman, dan kondusif.
Imbauan Kepada Masyarakat: Sahur di Rumah
Polisi mengimbau masyarakat untuk melaksanakan sahur di rumah masing-masing atau di lingkungan sekitar yang aman dan tertib. Hal ini merupakan langkah terbaik untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan sahur di rumah, risiko tawuran dan tindakan kriminalitas dapat diminimalisir. Selain itu, hal ini juga dapat mempererat silaturahmi antar anggota keluarga dan tetangga.
"Membina supaya tidak melaksanakan sahur 'on the road' yang dapat menimbulkan eskalasi sosial seperti tawuran atau gesekan antar peserta kegiatan," tambah Kapolres. Ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian untuk menciptakan Ramadhan yang damai.
Advertisement
Ramadhan yang Aman dan Kondusif
Tujuan utama dari larangan ini adalah untuk menciptakan suasana Ramadhan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat. Dengan mencegah potensi gangguan keamanan, diharapkan ibadah puasa dapat berjalan dengan khusyuk.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan. Selain larangan sahur on the road, patroli dan pengamanan di berbagai titik juga akan ditingkatkan.
Kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan Ramadhan yang damai. Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan selama bulan suci ini.
Antisipasi Kerawanan Keamanan Selama Ramadhan
Berbagai upaya dilakukan aparat kepolisian untuk mengantisipasi kerawanan selama Ramadhan. Di antaranya:
- Peningkatan patroli di wilayah rawan;
- Penindakan tegas terhadap pelanggar aturan;
- Sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat; dan
- Kerjas ama dengan tokoh masyarakat dan ormas.
Dengan berbagai langkah antisipasi ini, diharapkan potensi kerawanan keamanan selama bulan Ramadhan dapat diminimalisir. Semoga Ramadhan tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh berkah.
Advertisement
