Liputan6.com, Jakarta - Umat Islam dianjurkan memperbanyak amal dan ibadah pada akhir Ramadhan. Salah satunya yang utama adalah i'tikaf di Masjid.
Sering menjadi pertanyaan, benarkah i'tikaf harus dilakukan dengan menginap di masjid?
Advertisement
Advertisement
Baca Juga
Penjelasan Buya Yahya mengenai apakah i'tikaf harus menginap di masjid walau hanya beberapa jam saja menjadi artikel terpopuler di kanal Islami Liputan6.com.
Artikel kedua yang juga populer yakni cerita ayah Miliano Jonathans yang masuk Islam atau mualaf pada bulan Ramadhan ini.
Sementara, artikel ketiga yakni hukum sholat kafarat di Jumat terakhir Ramadhan.
Selengkapnya, mari simak Top 3 Islami.
Simak Video Pilihan Ini:
1. Apakah I’tikaf Harus Menginap di Masjid, Bolehkah Hanya Beberapa Jam? Buya Yahya Menjawab
Lailatul Qadar adalah waktu pertama kali diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia. Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan. Namun, waktu Lailatul Qadar disembunyikan oleh Allah dan setiap tahunnya bisa berganti.
Selain waktu diturunkannya Al-Qur’an, Lailatul Qadar juga menjadi malam yang sangat istimewa dan penuh berkah. Keutamaan malam kemuliaan ini lebih baik daripada seribu bulan, sehingga orang yang ibadah di malam tersebut seperti melakukannya secara berturut-turut selama 83 tahun 4 bulan.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ٣
٣ Artinya, “Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” [Q.S. Al-Qadr: 3]
Untuk mendapatkan Lailatul Qadar tidak bisa dilakukan dengan diam saja. Muslim harus berusaha agar bisa meraih keutamaan malam kemuliaan. Caranya adalah menghidupkan malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan dengan ibadah.
Ada apa dengan sepuluh malam terakhir Ramadhan? Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa Lailatul Qadar ada di antara malam-malam tersebut, terutama pada malam-malam ganjilnya.
I’tikaf atau berdiam diri di masjid menjadi cara yang banyak ditempuh muslim -khususnya laki-laki- untuk mendapatkan Lailatul Qadar. I’tikaf diniatkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, bukan diisi dengan maksiat.
Jika ingin i’tikaf, apakah harus menginap di masjid? Bolehkah i’tikaf hanya beberapa jam saja tidak semalaman penuh? Simak penjelasan Pengasuh LPD Al Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya.
Advertisement
2. Berkah Ramadan, Ayah Miliano Jonathans Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Resmi Masuk Islam
Kabar baik datang di bulan suci Ramadhan. Ayah calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia Miliano Jonathans, Dennis Jonathans resmi masuk Islam setelah mengucap dua kalimat syahadat di International Muallaf Center, Masjid Agung Sunda Kelapa, Rabu (26/3/2025).
Kabar Dennis Jonathans mualaf diungkap oleh tenaga ahli Menpora Bidang Kepemudaan dan Diaspora, Hamdan Hamedan. Dalam unggahannya di Instagram, Hamdan menyambut Dennis Jonathans sebagai saudara baru seiman.
“Alhamdulillah. Di bulan terbaik -bulan Ramadan yang penuh kebaikan- kita menyambut saudara baru dalam Islam: Bapak Dennis Jonathans. Ya, sepakbola dan diaspora memang mempertemukan langkah kita. Namun, iman dan Islam-lah yang akhirnya menyatukan hati kita -selamanya,” tulisnya seperti dilihat kanal Islami Liputan6.com.
Hamdan mengatakan, sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi saksi mualafnya Dennis Jonathans. Ia meyakini bahwa hidayah untuk seseorang selalu datang tepat waktu, tidak lebih cepat atau lebih lambat.
“Ia (hidayah) senantiasa tepat menyapa hati yang tulus, dengan cara-Nya yang paling indah dan misterius,” tulisnya.
3. Sholat Kafarat di Jumat Akhir Ramadhan, Bagaimana Hukumnya?
Jumat terakhir Ramadhan bukan hanya sekadar penanda berakhirnya bulan suci ini, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk memperbanyak ibadah dan memohon ampunan kepada Allah.
Saat inilah banyak orang berlomba-lomba untuk menyempurnakan ibadah mereka dengan harapan mendapatkan keberkahan dan pahala yang berlimpah.
Pada hari Jumat terakhir Ramadhan, ada sebagian masyarakat yang memiliki kebiasaan melaksanakan sholat kafarat atau yang dikenal dengan sholat al-bara’ah.
Tujuan pelaksaan ibadah ini adalah sebagai pengganti atas sholat fardhu yang sebelumnya ditinggalkan atau tidak sah. Namun, bagi kalangan umat Muslim lainnya banyak yang ragu atau bahkan tidak mengetahui tentang sholat ini.
Lantas, bagaimanakah hukum melaksanakan sholat kafarat pada Jumat akhir bulan Ramadan? Berikut ulasannya mengutip dari laman NU Online.
Advertisement
