Banjir Rob Landa Muara Baru, Omzet Penjual Ikan Turun

Kondisi ini memaksa sejumlah warga beraktivitas di tengah-tengah genangan.

oleh Nila Chrisna Yulika diperbarui 29 Nov 2018, 07:31 WIB
Diterbitkan 29 Nov 2018, 07:31 WIB

Fokus, Jakarta - Sudah enam hari terakhir, banjir luapan air laut pasang atau banjir rob menggenangi kawasan Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara. Setelah sempat surut, kawasan ini kembali tergenang pada Rabu siang dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter di beberapa titik.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (29/11/2018), kondisi ini memaksa sejumlah warga beraktivitas di tengah-tengah genangan. Akibatnya, aktivitas pemasaran dan pengolahan ikan menjadi terganggu. Beberapa pembeli bahkan enggan datang yang berimbas menurunnya omzet penjualan.

Pemandangan serupa juga terpantau di pemukiman warga Kampung Nelayan, Muara Angke. Rob yang menggenangi jalan justru dimanfaatkan anak-anak untuk bermain dan berenang.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Rabu (28/11) malam mendatangi salah satu kawasan banjir rob di Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Selain memeriksa kondisi warga terdampak, kedatangan Anies juga untuk mengecek proses pembangunan tanggul raksasa yang sedang dikerjakan di kawasan tersebut.

"Pembangunan tanggul laut masih dalam pengerjaan, tahun ini akan kita selesaikan. Tanggul ini sangat kita butuhkan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies Baswedan juga berkeliling untuk melihat langsung kondisi masyarakat. Selain Kamal Muara, kawasan lain yang menjadi langganan banjir rob adalah Muara Angke dan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Untuk menanggulangi rob, proses pembangunan tanggul raksasa sepanjang 120 kilometer yang membentang di sepanjang pesisir utara Jakarta terus dikebut. (Rio Audhitama Sihombing) 

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya