Keluarga Korban Sriwijaya Air di Luar Jakarta Bisa Hubungi Kepolisian Terdekat untuk Identifikasi

Keluarga korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di luar Jakarta tidak perlu datang ke ibu kota untuk memberikan data pendukung proses identifikasi.

oleh Yopi Makdori diperbarui 11 Jan 2021, 10:22 WIB
Diterbitkan 11 Jan 2021, 03:31 WIB
FOTO: Keluarga Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Datangi Posko Ante Mortem RS Polri
Keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 mendatangi Posko Ante Mortem DVI di RS Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (10/1/2020). Data keluarga korban Sriwijaya Air SJ 182 diperlukan tim forensik RS Polri guna kepentingan identifikasi. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 yang berada di luar Jakarta dipersilakan menghubungi kepolisian terdekat untuk kepentingan identifikasi. Sehingga keluarga tidak perlu jauh-jauh datang ke Jakarta.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memastikan, keluarga penumpang Sriwijaya Air SJ-182 akan langsung disambungkan dengan Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Hal itu guna membantu polisi mengidentifikasi korban dengan sampel primer (DNA, sidik jari, dan gigi) dari anggota keluarga.

"Keluarga korban silakan hubungi kepolisian terdekat, nanti kepolisian akan menghubungi Tim DVI yang ada di rumah sakit Polri," kata Rusdi dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Minggu (10/1/2021).

Hingga Minggu sore Tim DVI telah menerima 21 sampel dari keluarga korban kecelakaan. Sampel itu digunakan untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang telah ditemukan. Sampel tersebut baka dicocokkan dengan bagian tubuh korban yang telah ditemukan.

Rusdi juga menyebut, pihaknya telah menerima tujuh kantong jenazah berisi bagian tubuh diduga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

"Sampel DNA sebanyak 21 sampel, kemudian kantong jenazah 7," papar dia.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:


Temuan Tim SAR Gabungan

FOTO: Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Terus Dilakukan pada Malam Hari
SAR Mission Coordinator (SMC) sekaligus Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Marsekal Rasman (tengah) menyampaikan keterangan saat serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tiba di Dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (10/1/2021). (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Bagus Puruhito membeberkan hasil operasi pencarian kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak yang hilang kontak pada Sabtu sore 9 Januari 2021.

Pada pencarian yang berlangsung Minggu (10/1/2021), tim pencari mendapati 10 kantong jenazah berisi bagian tubuh diduga penumpang pesawat Sriwijaya Air tersebut.

"Dari kegiatan hari ini hingga pukul 19.20 WIB didapat 10 kantong jenazah yang berisi bagian dari korban," kata Bagus di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Jakarta Utara, Minggu malam.

Bagus menjelaskan, tim SAR gabungan menyusuri lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu. Pencarian dilakukan dengan melibatkan tim penyelam.

Selain bagian tubuh manusia, tim SAR juga menemukan puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak tersebut.

"Dari kegiatan hari ini hingga pukul 19.20 WIB tadi, kita sudah mendapatkan 10 kantong berisi serpihan atau potongan dari badan pesawat. Dan 16 bagian atau potongan besar dari pesawat," kata Bagus membeberkan.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya