Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, dalam rangka membahas nasib para buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Sritex.
Dia meminta agar para menteri mengupayakan jalan keluar untuk para eks karyawan perusahaan tersebut.
Baca Juga
Terkait hal itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan apresiasi atas langkah cepat pemerintah dalam memastikan eks pekerja pabrik tekstil PT Sritex tetap memiliki mata pencaharian setelah perusahaan menghentikan operasionalnya.
Advertisement
"Pak Presiden memanggil sejumlah menteri dan kurator untuk membahas. Hasilnya, ada investor baru yang siap mengambil alih aset Sritex dan para pekerja bisa kembali bekerja dalam dua minggu ke depan. Kita melihat pemerintah bergerak cepat, tidak mau ketidakpastian menghantui eks pekerja Sritex," kata Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman, dalam keterangannya, Rabu (5/3/2025).
Menurut Andy, langkah cepat yang diambil pemerintahan Prabowo Subianto dalam menghadapi situasi ini menunjukkan sikap sigap dan responsif dalam mencari solusi.
"PSI mengapresiasi langkah gercep pemerintah dalam menemukan solusi. Semoga tidak ada kendala dan para pekerja bisa segera kembali bekerja," ujar Andy.
Menaker: Karyawan Sritex yang Kena PHK Dapat THR dan Pesangon
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memastikan bahwa para pegawai Sritex yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan mendapat Tunjangan Hari Raya (THR) dan pesangon.
“Dalam rapat koordinasi beberapa hari yang lalu, kurator berkomitmen untuk membayarkan THR dan pesangon,” ungkap Yassierli dalam konferensi pers di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu (5/3/2025).
Menaker Yassierli juga menyampaikan, pihaknya akan mengawal penyaluran JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan) dan JHT (Jaminan Hari Tua) para pegawai Sritex.
“Kita akan mengawal yang sudah ada di depan mata kita adalah JKP dan JHT,” terangnya.
Advertisement
Prabowo Turun Tangan
Diwartakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, dalam rangka membahas nasib para buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh PT Sritex.
Dia meminta agar para menteri mengupayakan jalan keluar untuk para eks karyawan perusahaan tersebut.
"Pada hari ini kami semua berkumpul atas petunjuk dari Bapak Presiden, Menteri BUMN, kemudian Menteri Tenaga Kerja, teman-teman kurator, dan teman-teman Koordinator Serikat Pekerja, dalam rangka kita berdiskusi untuk mencari jalan keluar terhadap permasalahan PT Sritex,” tutur Mensesneg Prasetyo di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, dikutip Rabu (5/3).
“Atas petunjuk Bapak Presiden, Bapak Presiden sangat concern terhadap bagaimana pemerintah mencari jalan keluar, terutama berkenaan dengan masalah persoalan yang akan menimpa para pekerja di PT Sritex," lanjutnya.
Menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto, Yassierli kembali menegaskan, pihaknya siap mengawal proses-proses hingga para pegawai Sritex yang terdampak PHK bisa bekerja kembali.
“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan akan mengawal bagaimana komitmen mempekerjakan kembali itu kita akan full support. Kita akan bentuk tim disana nanti untuk mengawal semua serta dengan binas ketenagakerjaan setempat,” jelas dia.
