Usaha Lembaga Asita Lindungi Calon Jemaah Haji dan Umrah dari Praktik Travel Tidak Sehat

Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) akan memfasilitasi dialog antara asosiasi penyelenggara Haji dan Umrah, pemerintah, serta DPR RI untuk membenahi industri perjalanan ibadah yang kerap diwarnai praktik tidak sehat.

oleh Tim News Diperbarui 30 Mar 2025, 13:36 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 19:32 WIB
Ilustrasi ibadah haji, umrah, muslim, Ka'bah
Ilustrasi ibadah haji, umrah, muslim, Ka'bah. (Photo by ekrem osmanoglu on Unsplash)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) akan memfasilitasi dialog antara asosiasi penyelenggara Haji dan Umrah, pemerintah, serta DPR RI untuk membenahi industri perjalanan ibadah yang kerap diwarnai praktik tidak sehat.

Ketua Umum Asita Rusmiati mengungkapkan, pihaknya menerima banyak laporan dari travel Haji dan Umrah serta calon jemaah terkait dugaan penyalahgunaan dana oleh beberapa oknum agen perjalanan travel dan pihak maskapai.

"Adanya oknum maskapai dan travel-travel yang bermain di Indonesia," ujar Rusmiati dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (29/3/2025).

Dia menjelaskan, modus yang ditemukan melibatkan penggunaan dana jemaah untuk kepentingan lain hingga skema kerja sama antar travel (B2B) yang merugikan pihak tertentu.

Selain itu, lanjut Rusmiati, yang menjadi korban oknum pihak tertentu tidak hanya jamaah, ada juga pihak travel yang menjadi korban.

"Masyarakat harus memahami bahwa korban juga bukan hanya dari para jamaah, sejumlah travel pun juga bisa menjadi korban dari oknum tersebut," kata dia.

"Jadi sebagian travel juga menjadi korban dari praktik tidak sehat ini, jadi bukan hanya jamaah saja," sambung Rusmiati.

Dia menegaskan, para jemaah dan berapa travel itu menjadi korban dari ulah oknum maskapai penerbangan. Dan juga, kata Rusmiati, beberapa travel yang tidak memiliki iktikad baik dalam bisnis perjalanan umrah, haji dan pariwisata, terutama terkait dugaan penyalahgunaan dana.

"Korban dari ulah oknum maskapai dan beberapa travel tertentu yang tidak beri'tikad baik," terang Rusmiati.

 

Sudah Kantongi Beberapa Nama

Ilustrasi haji, umrah, Ka'bah
Ilustrasi haji, umrah, Ka'bah. (Photo created by vecstock on www.freepik.com)... Selengkapnya

Menurut Rusmiati, Asita telah mengantongi beberapa nama travel yang diduga terlibat dan akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum guna mengusut kasus ini lebih lanjut.

"Kami ingin memastikan jemaah bisa beribadah dengan tenang tanpa khawatir tertipu oleh travel nakal. ASITA berkomitmen melindungi jemaah dan travel yang beritikad baik," kata dia.

Rusmiati mengatakan, Asita merasa terpanggil dan berkewajiban untuk memperbaiki dan melindungi para calon jamaah maupun travel-travel nakal tersebut.

Asita, kata dia, juga mengapresiasi dan mendukung langkah DPR RI yang telah membentuk Tim Pengawas Haji dan akan segera berdiskusi dengan tim tersebut untuk memastikan pelaksanaan Ibadah Haji 2025 berjalan lancar.

"Kami akan melaporkan dan berdiskusi dengan timwas haji DPR RI agar pelaksanaan haji 2025 dan kedepannya berjalan lancar tanpa ada hal-hal yang dapat merugikan para calon jemaah," ucap Rusmiati.

"Asita mengimbau masyarakat dan travel yang mengalami kerugian untuk tidak ragu melapor. Mari bersama memerangi praktik tidak sehat demi terciptanya sistem yang lebih aman dan terpercaya," tandas dia.

Infografis Perbedaan Rukun dan Wajib Haji dengan Rukun Umrah. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Perbedaan Rukun dan Wajib Haji dengan Rukun Umrah. (Liputan6.com/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya