Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi pelaksanaan mudik Lebaran 2025. Menurut dia, mudik tahun ini terasa lebih nyaman.
"Mudik tahun ini rasanya lebih lancar ya," kata Bima Arya, Rabu (2/4/2025).
Baca Juga
Menurut dia, kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan rekayasa lalu lintas yang disiapkan kepolisian memberikan dampak yang luar biasa terhadap pergerakan pemudik, sehingga kendaraan mengalir dengan lancar.
Advertisement
"Karena WFA ini kelihatannya efektif, jadi mudiknya bertahap. Kemudian teman-teman kepolisian membuat rekayasa lalin yang inovatif juga," ujar dia.
Bima juga mengapresiasi koordinasi yang terbangun antar pimpinan daerah. Karena itu, dia menilai kinerja semua pihak dalam mempersiapkan mudik ini patut mendapat ancungan jempol.
"Jadi teman-teman kepala daerah juga kerjanya bagus ya, koordinasinya. Jadi kita apresiasi," tandas dia.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mencatat ada sekitar 1,9 juta kendaraan yang keluar dari wilayah Jakarta selama periode arus mudik Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025 M.
Data pergerakan kendaraan saat arus mudik Lebaran Idul Fitri tersebut dihimpun berdasarkan hasil penghitungan dari empat gerbang tol utama yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa sejak Jumat 21 Maret hingga Selasa, 1 April 2025 pagi.
"Berdasarkan data yang diterima dari Jasa Marga, realisasi volume lalu lintas kumulatif keluar Jakarta periode H-10 Idul Fitri 21 Maret 2025 pukul 06.00 WIB sampai dengan H+1 1 April 2025 pukul 06.00 WIB, total lalu lintas keluar Jakarta 1.963.152 kendaraan," ujar Kakorlantas Polri dalam keterangan tertulis, Selasa (1/4/2025).
Agus mengatakan, angka tersebut meningkat 25,5 persen terhadap arus lalu lintas pada hari normal. Jumlah kendaraan yang keluar Jakarta tersebut juga lebih tinggi 0,5 persen dibanding periode yang sama (H-10 hingga H+2) masa mudik Lebaran 2024.
Â
Â
Kendaraan Menuju Puncak Bogor Lebih Tinggi dari Tahun Lalu
Dia kemudian merinci berdasarkan data yang dirilis oleh Jasa Marga, mayoritas kendaraan yang keluar Jakarta menuju arah Tol Transjawa lewat GT Cikampek Utama dengan total 726.565 kendaraan. Angkanya naik 139,1 persen dari hari biasa. Namun, sedikit turun 0,4 persen dibanding periode arus mudik tahun lalu.
Kemudian, ke arah Merak via GT Cikupa, ada 491.987 kendaraan. Pun demikian, angka ini juga turun 38 persen dibanding peridoe mudik lebaran tahun lalu.
Sementara itu, jalur menuju Bandung lewat GT Kalihurip Utama dilewati 368.924 kendaraan. Menurut Kakorlantas Polri, jumlah itu meningkat 3,3 persen dibanding hari normal dan juga lebih tinggi 3,2 persen dibanding pada masa mudik lebaran 2024.
Sedangkan kendaraan yang keluar Jakarta ke arah Puncak Bogor via GT Ciawi tercatat berjumlah 375.676 unit. Angka ini meningkat 5,7 persen dari periode mudik Lebaran 2024, meski turun 0,3 persen dibanding hari biasa.
Agus mengungkapkan, puncak arus mudik terjadi pada Jumat 28Â Maret 2025 atau H-3 Lebaran. Hari itu, 258 ribu kendaraan meninggalkan Jakarta. Angkanya naik 63,1 persen dari hari biasa, dan lebih tinggi 11,6 persen dibanding periode yang sama pada arus mudik tahun lalu.
Advertisement
