Garut Kekurangan LTT Lahan Padi hingga 3 Ribu Hektar, Bagaimana Nasib Program Swasembada Beras ?

Capaian dari Januari sampai ke bulan ini, itu masih di bawah capaian tahun 2023-2024, makanya kita ingin merekon data dan ingin menyerap persoalan kenapa ada penurunan, apa yang terjadi persoalannya.

oleh Jayadi Supriadin Diperbarui 26 Mar 2025, 00:00 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 00:00 WIB
Dinas Pertanian Garut, Jawa Barat, kekurangan luas tambah tanam (LTT) lahan pagi hingga 3 ribu hektar tahun ini. Bagaimana kabar rencana swasembadaya beras pemerintah ? (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)
Dinas Pertanian Garut, Jawa Barat, kekurangan luas tambah tanam (LTT) lahan pagi hingga 3 ribu hektar tahun ini. Bagaimana kabar rencana swasembadaya beras pemerintah ? (Liputan6.com/Jayadi Supriadin)... Selengkapnya

Liputan6.com, Garut - Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, Jawa Barat, kekurangan luas tambah tanam (LTT) lahan pagi hingga 3 ribu hektar tahun ini. Bagaimana kabar rencana swasembadaya beras pemerintah ?

“Insyaallah kita akan mengawal supaya target pada bulan April itu bisa tercapai,” ujar Kepala Dinas Pertanian Garut Haeruman, selepas Rakor Percepatan Tanam Padi Musim Tanam 2025 dan Antisipasi Bencana Iklim, Jum'at (21/3/2025).

Menurutnya, kekurangan LTT lahan padi di Garut, akibat meningkatnya alih fungsi lahan ke lahan non pertanian, seperti meningkatnya pembangunan perumahan, pembangunan infrastruktur, pembangunan Industri hingga hadirnya kawasan industri.

“Output dari LTT itu berkaitan dengan peningkatan produksi untuk swasembada pangan, luas tambah tanam sehingga produksi terus meningkat dan swasembada pangan di Kabupaten Garut bisa terwujud,” kata dia.

Tenaga Ahli Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia bidang Tata Kelola Pemerintahan, Nandang Sudrajat, mengakui luasan LTT lahan tanaman padi di Garut, terus  mengalami penurunan.

“Capaian dari Januari sampai ke bulan ini, itu masih di bawah capaian tahun 2023-2024, makanya kita ingin merekon data dan ingin menyerap persoalan kenapa ada penurunan, apa yang terjadi persoalannya,” kata dia.

Selain itu, ditemukan adanya keterlambatan tanam akibat fenomena el nino hingga November lalu yang menyebabkan kemarau cukup panjang.

“Itu yang mundur, jadi begitu mundur jadi mundur terus ke sini," tuturnya.

Melalui rakor ini, Kementan RI berharap agar Dinas Pertanian Garut segera mengkonsolidasikan hasil penanaman padi yang berlangsung pada November Ata Desember tahun lalu, bisa mulai panen Maret atau April ini.

“Mengenai kekurangan Alsintan, hari ini akan kita eksplor ada berapa ratus traktor yang sudah masuk di Garut,” ujar dua.

Selain itu, Pemerintah berharap dinas pertanian Garut segera meyusun target penananam padi, sehingga rencana panen mendatang sesuai dengan harapan pemerintah.

“Bulan Oktober itu adalah swasembada beras, kita tidak perlu impor lagi ya harus ada sistem yang terintegrasi itu,” ujar dia.

Untuk mendukung upaya itu, Nandang meminta Dinas Pertanian Garut segera menginvetarisir kekurangan fasilitas alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang berpotensi menghambat petani di lapangan, sehingga target panen pada Oktober mendatang bisa tercapai pemerintah.

 

Promosi 1

Simak Video Pilihan Ini:

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya