:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373273/original/089533900_1476382186-garut.jpg)
Garut adalah sebuah kabupaten di Jawa Barat, Indonesia, yang berlokasi 75 km ke tenggara dari kota Bandung. Sampai era 60-an, Kabupaten Garut mengalami berbagai perkembangan menjadi tiga bagian, yang pertama pada tahun 1813-1920 yang berkembang secara tegak lurus atau linear. Pada masa itu, Kabupaten Garut, seperti kebanyakan wilayah lainnya di Indonesia, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda yang memiliki kepentingan khususnya di bidang pemerintahan, investasi perkebunan, penggalian air mineral, dan tentunya pariwisata.
Periode yang kedua lahir pada 1920-1940, ketika Garut berkembang menjadi lebih terpusat. Hal ini terjadi karena di periode pertama, masyarakat diberikan keleluasaan, sehingga pada periode kedua tata kota menjadi lebih dinamis dan berubah. Fasilitas kota mulai tumbuh, seperti kereta api, kantor pos, apotek, sekolah, hotel, dan pertokoan.
Perkembangan Kabupaten Garut sendiri mulai menemui titik balik pada tahun 1940-an hingga 1960-an, masyarakat Kabupaten garut mulai giat untuk berdagang, membangun sekolah-sekolah untuk pendidikan, serta menyusun kembali pemukiman. Kota Garut juga dikenal dengan beberapa wisata, khsususnya gunung yang berdiri berdekatan, seperti gunung Papandayan, Cikuray, hingga gunung Guntur. Lokasinya yang dekat dengan Jakarta tak jarang membuat banyak warga Jakarta menghabiskan akhir pekan di kota Garut.
Musibah Karena Meluapnya Sungai Cimanuk
Garut dilanda banjir bandang akibat meluapnya Sungai Cimanuk. Selain merendam pemukiman penduduk, banjir juga menimbulkan korban jiwa dan banyak warga luka-luka dan hanyut terbawa arus.
Hingga Rabu, 21 September malam, jumlah korban banjir bandang di Kabupaten Garut, berdasarkan data dari Polda Jawa Barat, mencapai 23 orang. Guna melihat langsung situasi korban, hari ini Menteri Sosial, Khofifah Indah Parawansa, meninjau titik pengungsian korban, salah satunya di Markas Korem 062 Tarumanagara Garut.
Mensos juga meninjau kondisi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Slamet Garut yang juga terkena dampak banjir bandang. Mensos berharap pelayanan rumah sakit secepatnya dapat kembali normal untuk melayani masyarakat yang sakit.
Kedatangan Khofifah juga untuk menyerahkan bantuan santunan kematian kepada ahli waris korban yang meninggal dunia. Selain korban meninggal dunia, tercatat 4 orang mengalami luka berat, 27 orang luka ringan, 15 orang dinyatakan hilang.
Kisah Menakjubkan Sebuah Keluarga dari Musibah Banjir di Garut
Sekeluarga yang rumahnya terendam banjir bandang berhasil menyelamatkan diri meskipun sempat terseret arus banjir akibat luapan Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (20/9) malam. Padahal mereka sudah terseret sejauh 100 meter. Korban satu keluarga itu terdiri dari suami, istri, dan satu anak berusia 10 tahun warga Asrama Tarumanagara, Kampung Paris, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.

Berita Terbaru
Menaker Ingatkan Sanksi untuk RSUP Sardjito jika Belum Bayar THR Pegawai
6 Potret Artis Pakai Gaun Warna Burgundy, Diprediksi Jadi Tren Lebaran 2025
Aturan Baru Larangan Penjualan Rokok Disusun, Pengusaha Waswas
OPINI: Dampak AI Terhadap Penurunan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa
Akhirnya Ada Kabar Baik dari Liverpool, Mohamed Salah Makin Dekat dengan Kontrak Baru
1.118 Perusahaan Tak Lunasi THR, DPR Bilang Begini
Tempo Scan Hadirkan Mudik Gratis “Sepenuh Hati untuk Indonesia Maju”, Antar 3.000 Peserta ke Jawa dan Sumatra
Gempa Myanmar Buat Bangkok Thailand Luluh Lantak, Ini Penyebabnya
6 Potret Ultah Tengku Anataya ke-25, Dapat Doa dari Cindy Fatikasari di Kanada
Sidang Kasus Malapraktik Kematian Diego Maradona Berlanjut, Saksi Ahli Ungkap Fakta Menyedihkan
Mudik Gratis BUMN 2025: Brantas Abipraya Berangkatkan 188 Peserta
Ilmuwan: Gelombang Panas dan Krisis Iklim Jadi Ancaman Nyata bagi Manusia dan Bumi