Liputan6.com, Yogyakarta - Piramida sering dikaitkan dengan Mesir kuno. Akan tetapi ternyata ada kerajaan lain yang memiliki jumlah piramida lebih banyak.
Kerajaan ini bernama kerajaan Kush. Kerajaan ini terletak di wilayah Nubia yang membentang di sepanjang Sungai Nil.
Mengutip dari berbagai sumber, kerajaan Kush merupakan kerajaan Afrika sub-Sahara tertua, yang terletak di Sudan utara. Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 2500–1500 SM.
Advertisement
Baca Juga
Wilayah ini kini menjadi bagian dari Sudan. Mesir kuno memiliki sekitar 118 hingga 138 piramida, sedangkan kerajaan Kush memiliki antara 200 hingga 255 piramida.
Perbedaan utama antara piramida Mesir dan Kush terletak pada ukuran dan bentuknya. Piramida Mesir, seperti Piramida Giza, terkenal dengan ukurannya yang besar dan struktur yang megah.
Sementara itu, piramida Kush berukuran lebih kecil dengan puncak yang runcing menyerupai pensil. Meskipun lebih banyak, piramida Kush tidak sepopuler piramida Mesir karena ukurannya yang lebih sederhana.
Fungsi piramida di kedua kerajaan ini sama, yaitu sebagai makam untuk orang-orang terhormat, termasuk raja dan bangsawan. Akan tetapi, tradisi penguburannya berbeda.
Di Mesir kuno, proses mumifikasi dimulai dengan pengangkatan organ dalam tubuh. Selanjutnya, jenazah dikeringkan menggunakan natron, sejenis garam alami.
Tahap terakhir adalah membalut tubuh dengan kain linen yang telah direndam resin. Berbeda dengan Mesir, kerajaan Kush menerapkan proses pengawetan jenazah yang lebih sederhana dan tidak selalu melakukan mumifikasi secara lengkap.
Kerajaan Kush dan Mesir Kuno memiliki hubungan yang rumit, termasuk persaingan dan konflik. Meskipun penguasa Kush juga menyandang gelar Firaun seperti di Mesir, budaya dan tradisi mereka tetap memiliki ciri khas.
Kerajaan Kush mengadopsi berbagai unsur keagamaan dari Mesir kuno, termasuk pemujaan dewa-dewa seperti Amun dan Isis, yang kemudian diintegrasikan ke dalam sistem kepercayaan lokal. Dalam bidang arsitektur, pengaruh Mesir terlihat pada pembangunan kuil dan piramida, khususnya di kota Meroe.
Tradisi pemakaman Kush juga menyerupai Mesir, termasuk pembangunan piramida sebagai makam dan praktik pengawetan jenazah, meskipun dengan proses yang lebih sederhana. Bahasa yang digunakan di Kush, dikenal sebagai Meroitik yang memiliki kemiripan dengan hieroglif Mesir.
Akan tetapi hingga kini sebagian besar naskahnya masih belum terpecahkan. Salah satu keunikan peradaban Kush adalah peran aktif perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik, perdagangan, dan keagamaan.
Penulis: Ade Yofi Faidzun