Liputan6.com, Jakarta Idham Aulia, putra pertama Mat Solar, kenang momen Hari Lebaran saat bersama almarhum ayahnya. Menurutnya, hari raya menjadi momen bersama keluarga, termasuk berziarah ke makam sanak saudara yang telah lebih dulu berpulang.
Tahun ini tradisi tersebut tetap dilakukan. Tapi dengan nuansa yang lebih emosional, karena kini giliran dirinya yang berziarah ke makam Mat Solar, ayahnya sendiri.
"Biasanya kami udah kumpul, ada foto bareng di rumah. Biasa ke makam, ada makam keluarga. Ayah yang selalu yang pimpin doa untuk nenek, kakek, dan saudara yang sudah meninggal," ujar Idham Aulia di Makam Wakaf H Daiman, Ciputat, Tangerang Selatan.
Advertisement
"Memori cukup banyak saat ziarah. Hari ini kami yang harus ziarah ke makam ayah, haru dan sedih," Idham Aulia menambahkan.
Cucu Juga Kehilangan
Idham melanjutkan, cucu Mat Solar yang berusia empat tahun, kini sudah mulai memahami tentang kepergian almarhum kakeknya. Apalagi sang anak punya kedekatan emosional dengan almarhum Mat Solar.
"Cucu yang umur 4 tahun udah ngerti. Dia juga yang paling dekat sama kakeknya," imbuhnya.
Advertisement
Masalah Tanah
Idham juga merasa lega karena permasalahan tanah yang sempat menjadi perhatian kini telah terselesaikan. Idham bersyukur atas semua proses yang telah mereka lalui.
"Rasa syukur saya ucapkan kepada Allah SWT atas apa yang udah kami jalanin. Lega, saya sudah sampaikan juga beberapa kali. Alhamdulillah sudah selesai juga apa yang kami jalani," katanya lagi.
Doakan Almarhum
Di kesempatan sama Idham juga menegaskan bahwa ia dan keluarga selalu mendoakan sang ayah dalam setiap kesempatan. Ia mengatakan, hingga kini kenangan bersama almarhum masih melekat di benak keluarga.
"Setiap doa juga selalu bacakan Al Fatihah buat ayah. Mengenang ayah, pada saat sedih nonton film ayah yang dulu jadi ketawa lagi. Tapi kalau lihat foto ayah pas sehat, main sama cucu, jadi sedih lagi," ucap Idham Aulia.
Advertisement
