Liputan6.com, Jakarta - Â Salma mengunjungi rumah Will untuk memberikan obat. Namun, di balik kunjungan sederhana ini, tersimpan rencana licik dan ketegangan yang memuncak.
Ridwan, dengan niat tersembunyi, mencoba menukar obat asli dengan yang palsu, tetapi aksinya hampir terbongkar oleh Salma. Sementara itu, Argo menyeret Calvin ke kantor polisi dengan tuduhan serius, membuat Kinari terkejut dengan tindakan tegas Argo. Di tempat lain, Will menghadapi Roy dengan kemarahan, menuntut keadilan setelah Roy melampaui batas dengan mengganti namanya di plakat perusahaan. Ketegangan memuncak ketika Roy menantang Will, mengingatkan bahwa posisinya hanya sebagai karyawan biasa yang bisa dipecat kapan saja.
Advertisement
Baca Juga
Saksikan Sinetron Cinta di Ujung Sajadah Episode Selasa 22 April Pukul 20.05 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya
Saksikan Sinetron Ketika Cinta Memanggilmu Episode Selasa 22 April Pukul 18.20 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya
Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Selasa 22 April Pukul 17.00 WIB di SCTV, Simak Sinopsisnya
Salma tiba di depan rumah Will dan mengetuk pintu. Wita yang membukakan pintu, menerima obat dari Salma dengan pesan agar mengingatkan Will untuk meminumnya. Setelah berpamitan, Salma pun pergi, dan Wita mengingatkannya untuk berhati-hati di jalan.
Advertisement
Sementara itu, Ridwan menyelinap ke ruang tengah, mendekati meja tempat Wita meletakkan obat. Dengan cepat, ia mengeluarkan obat palsu dan mulai menukarnya. Namun, aksinya hampir ketahuan ketika Salma tiba-tiba muncul dan bertanya, Ayah sedang apa? Ridwan berusaha mengelak dari pertanyaan Salma.
Di tempat lain, Argo membawa Calvin ke kantor polisi dengan cengkeraman yang kuat. Calvin meronta, tetapi Argo tidak melepaskannya. Saya ingin melaporkannya, Pak, atas dugaan pelecehan seksual, kata Argo tegas. Kinari masuk dengan wajah pucat dan terkejut, tidak menyangka Argo akan bertindak secepat itu.
Di kantor, Will memasuki ruangan Roy dengan marah, menuntut agar Roy tidak bertindak semena-mena. Will merasa Roy telah mengambil terlalu banyak darinya, dan mengganti namanya di plakat adalah tindakan yang sudah melewati batas. Roy hanya tersenyum sinis dan berkata, Sekarang kamu hanyalah karyawan biasa. Saya bisa saja memecatmu dari perusahaan ini!