Lembaga Tiongkok Tuding AS Mata-matai Pengguna Smartphone di Dunia

Sebuah lembaga keamanan siber Tiongkok menuding Amerika Serikat memata-matai pengguna smartphone di dunia dengan korban terbanyak adalah pengguna di AS.

oleh Agustin Setyo Wardani Diperbarui 27 Mar 2025, 14:00 WIB
Diterbitkan 27 Mar 2025, 14:00 WIB
iOS 10
5 fitur ini bikin iMessage makin menarik. (PasteMagazine)... Selengkapnya

Ā 

Liputan6.com, Jakarta - Laporan keamanan siber terbaru dari China Cybersecurity Industy Alliance (CCIA) mengklaim, badan intelijen AS diam-diam mengumpulkan data dari pengguna smartphone di seluruh dunia.

Laporan itu mengatakan, badan-badan ini menggunakan alat peretasan untuk mengakses kartu SIM, OS, dan aplikasi seluler.

Badan intelijen AS juga dituding menargetkan WiFi, Bluetooth, GPS, dan jaringan seluler untuk melacak pengguna smartphone tanpa pengetahuan mereka.

Data yang dikumpulkan meliputi detail pribadi, info akun, catatan perangkat, hingga riwayat lokasi pengguna.

Mengutip Gizchina, Rabu (26/3/2025), laporan dari CCIA memperlihatkan bahwa pengguna iPhone AS menjadi target utama dari penargetan data pengguna ini.

Disebutkan, badan intelijen AS memakai serangan zero-click, sebuah metode yang menginfeksi smartphone tanpa diklik oleh pengguna bahkan tanpa pengguna membuka apa pun.

Modusnya, peretas mengirim pesan tersembunyi ke aplikasi iMessage milik target. Pesan tersebut rupanya memasang spyware di background.

Promosi 1
Ā 

Curi Data Pribadi Pengguna

Apple Unjuk Kemampuan iOS 18, Simak Fitur Baru yang Bikin Pengguna iPhone Tercengang
Apple Unjuk Kemampuan iOS 18, Simak Fitur Baru yang Bikin Pengguna iPhone Tercengang. (Doc: Apple)... Selengkapnya

Begitu masuk ke dalam perangkat, spyware tersebut mencuri pesan, log panggilan, foto, hingga data lokasi secara real-time.

Laporan ini menunjukkan bahwa metode zero-click ini memungkinkan pengawasan jangka panjang terhadap pengguna iPhone tanpa sepengetahuan mereka.

Laporan CCIA ini juga menyebutkan kalua upaya mata-mata tak berhenti pada smartphone. Menurut mereka, AS juga meretas pusat data perusahaan AI besar, penyedia jaringan seluler, penyedia layanan internet, kabel USB dan alat transfer data.

Dengan melakukan hal ini, Lembaga tersebut memantau sejumlah besar pengguna di waktu yang sama, sehingga kian sulit bagi pengguna untuk melindungi data mereka.

CCIA memperingatkan peretasan ini membahayakan semua pengguna smartphone.

Pantau Perusahaan

App Store
Aplikasi iPhone Wajib Dicoba untuk Jalani Ramadan 2025. (Liputan6.com/ Yuslianson)... Selengkapnya

Tak hanya itu, badan-badan AS menggunakan alat mata-mata, virus Trojan, dan cara tersembunyi untuk memantau smartphone, perusahaan, hingga pemerintah negara lainnya.

Hal ini membahayakan penggunaan web yang aman, menyembunyikan data pengguna, dan mengancam keamanan nasional.

Ketika hal ini berlangsung lama, lebih banyak pengguna mungkin berisiko mengalami pencurian ID dan kebocoran informasi.

  • Berikut cara yang bisa dilakukan pengguna untuk melindungi diri mereka:
  • Meng-update perangkat untuk memperbaiki kelemahan keamanan
  • Menggunakan aplikasi pesan terenkripsi untuk percakapan pribadi
  • Menghindari link dan pesan mencurigakan
  • Mematikan Bluetooth dan WiFi saat tidak digunakan.
Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)
Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya