Kunci Swasembada Beras 2025 Ada di Tangan Bulog

Kementerian Pertanian mengarahkan Perum Bulog untuk menyerap gabah setara 3 juta ton beras guna mendukung program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto. Dengan penetapan Harga Pembelian Pemerintah dan dukungan anggaran, diharapkan kesejahteraan petani meningkat.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 26 Jan 2025, 18:00 WIB
Diterbitkan 26 Jan 2025, 18:00 WIB
Stok Beras Bulog Aman Hingga Akhir Tahun 2021
Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjamin tahun ini stok beras aman dan tidak ada impor untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian telah memberikan arahan kepada Perum Bulog untuk membeli gabah setara dengan 3 juta ton beras.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Menteri Pertanian, yang dikenal dengan sapaan Mas Dar, mengimbau Bulog agar aktif menyerap gabah dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram, terutama di tengah musim panen yang sudah dimulai di beberapa wilayah.

Mas Dar menyampaikan bahwa dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3 triliun, kebijakan Harga Pembelian Pemerintah yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

"Dengan anggaran ini, kita tidak hanya menjamin pendapatan petani, tetapi juga melindungi anggaran pertanian yang mencapai Rp149 triliun. Anggaran ini dialokasikan untuk subsidi pupuk, benih, irigasi, dan peralatan mesin pertanian," ujar Wamentan Sudaryono setelah menghadiri Rapat Kerja Nasional bersama Bulog di Jakarta, Minggu (25/1/2025).

Sederet Upaya Kementan

Wamentan Sudaryono menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produksi pangan, termasuk melalui Program Penambahan Areal Tanam (PAT) yang memperluas lahan tanam.

Pada tahun 2024, Kementan berencana mengolah 1,7 juta hektare lahan yang memungkinkan panen dua kali setahun.

Sementara pada 2025, targetnya adalah menambah 2,5 juta hektare lahan tanam baru, dengan 500 ribu hektare di antaranya dikelola oleh TNI.

"Kita harus bekerja sama karena produksi terus meningkat. Penting bagi kita untuk segera mempercepat langkah-langkah yang mendukung target ini," kata Wamentan.

 

Surplus Beras di 2025

Stok Beras Bulog Masih Jauh dari Target Pemerintah
Aktivitas petani saat menjemur padi di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, Kamis (15/12/2022). Total ketersediaan stok beras Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) meliputi stok cadangan beras pemerintah (CBP) 295.337 ton atau sebesar 59,76 persen dan stok komersil sebanyak 198.965 ton atau 40,24 persen. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)... Selengkapnya

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, Wamentan Sudaryono menyatakan bahwa Indonesia diproyeksikan akan mengalami surplus gabah sebesar 7 juta ton pada Mei 2025, yang setara dengan 4 juta ton beras.

Surplus ini diharapkan dapat mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi pangan guna mencapai swasembada pangan.

Selain fokus pada beras, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada jagung. Polri ditugaskan untuk mendukung penanaman jagung demi memenuhi kebutuhan nasional dan ekspor.

 

Pengawasan

Bulog Gelontorkan 30 Ribu Ton Beras di Pasar Induk Cipinang
Pekerja memindahkan beras ketika bongkar muat beras bulog di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Jumat (3/2/2023). Untuk menstabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Perum BULOG akan menyaluran beras SPHP di Pasar Induk Beras Cipinang dari 13 ribu menjadi 30 ribu ton,dengan harga paling tinggi sebesar Rp. 8.900. (Liputan6.com/Angga Yuniar)... Selengkapnya

Wamentan Sudaryono menekankan pentingnya pengawasan terhadap distribusi dan penyerapan gabah untuk mencegah penyimpangan yang dapat merugikan petani dan masyarakat.

Dia optimis bahwa upaya ini akan meningkatkan ketahanan pangan Indonesia, mengurangi ketergantungan pada impor, serta memperbaiki kesejahteraan petani.

 

 

 

 

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang oleh redaksi dengan menggunakan Artificial Intelligence

Video Pilihan Hari Ini

Video Terkini

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya