Bahaya Gunakan BBM Oplosan: Kenali Dampak Negatifnya

Penggunaan BBM oplosan dapat menyebabkan kerusakan serius pada mesin kendaraan dan dampak lingkungan yang merugikan.

oleh Ilyas Istianur Praditya Diperbarui 26 Feb 2025, 15:00 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 15:00 WIB
Penjual bensin eceran. Kenaikan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak seperti risiko yang harus ia hadapi berjualan bensin.
Penjual bensin eceran. Kenaikan harga BBM atau Bahan Bakar Minyak seperti risiko yang harus ia hadapi berjualan bensin.... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) oplosan menjadi masalah yang cukup serius di kalangan pengguna kendaraan. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa BBM oplosan dapat membawa dampak negatif yang besar, baik bagi mesin kendaraan maupun lingkungan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai bahaya yang mengintai di balik penggunaan BBM oplosan.

BBM oplosan adalah bahan bakar yang dicampur dengan berbagai bahan yang tidak sesuai dengan standar, yang sering kali bertujuan untuk menghemat biaya.

Namun, tindakan ini justru dapat merugikan pemilik kendaraan dalam jangka panjang. Kerusakan mesin, penurunan performa, dan peningkatan emisi gas buang adalah beberapa masalah yang dapat ditimbulkan dari penggunaan BBM oplosan.

Salah satu bahaya utama dari penggunaan BBM oplosan adalah kerusakan mesin. Ketika BBM dicampur dengan bahan-bahan yang tidak sesuai, hal ini dapat menyebabkan pembentukan kerak pada piston dan pembakaran yang tidak sempurna.

Akibatnya, performa mesin akan menurun secara signifikan. Dalam kasus yang lebih parah, kerusakan yang ditimbulkan bisa sangat serius, bahkan memerlukan perbaikan besar seperti turun mesin.

Kerusakan Mesin Akibat BBM Oplosan

FOTO: Harga Pertalite Turun Setara Premium Jadi Rp 6.450 per Liter
Petugas SPBU mengisi bahan bakar jenis pertalite kepada pengguna sepeda motor di Pamulang, Tangerang Seatan, Banten, Senin (21/9/2020). Pertamina memberi diskon harga BBM jenis pertalite di Tangerang Selatan dan Bali, dari Rp 7.650 menjadi Rp 6.450 per liter. (merdeka.com/Dwi Narwoko)... Selengkapnya

Kerusakan mesin merupakan salah satu dampak paling serius dari penggunaan BBM oplosan. Beberapa gejala yang dapat terlihat antara lain:

  • Pembentukan Kerak: BBM oplosan dapat meninggalkan residu yang mengendap pada komponen mesin, terutama pada bagian piston. Hal ini dapat mengganggu kinerja mesin dan memperpendek umur mesin.
  • Pembakaran Tidak Sempurna: Kualitas BBM yang buruk menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Ini dapat mengakibatkan suara mesin yang bising dan munculnya suara knocking (ngelitik).
  • Penurunan Performa: Selain kerusakan fisik, BBM oplosan juga menyebabkan penurunan performa mesin. Akselerasi menjadi lambat, konsumsi bahan bakar meningkat, dan tenaga mesin berkurang.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Harga BBM Naik, Pertalite Jadi Rp 10.000, Pertamax Jadi 14.500, Solar Jadi 6.800
Sejumlah kendaraan mengantri di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM bersubsidi, Adapun harga BBM yang mengalami kenaikan yaitu Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, harga solar menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya

Selain dampak pada mesin, penggunaan BBM oplosan juga memiliki efek negatif terhadap lingkungan. Campuran bahan bakar yang tidak tepat dapat meningkatkan emisi gas buang yang berbahaya. Hal ini tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga kesehatan manusia.

Peningkatan emisi gas buang dari kendaraan yang menggunakan BBM oplosan dapat menyebabkan polusi udara. Gas buang yang dihasilkan dapat mengandung zat-zat berbahaya yang berkontribusi terhadap masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan dan penyakit lainnya.

Biaya Perbaikan yang Tinggi

Harga BBM Naik, Pertalite Jadi Rp 10.000, Pertamax Jadi 14.500, Solar Jadi 6.800
Sejumlah kendaraan mengantri di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Sabtu (3/9/2022). Pemerintah akhirnya menaikan harga BBM bersubsidi, Adapun harga BBM yang mengalami kenaikan yaitu Pertalite menjadi Rp 10.000 per liter, harga solar menjadi Rp 6.800 per liter dan Pertamax menjadi Rp 14.500 per liter. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya

Meskipun menggunakan BBM oplosan mungkin terlihat lebih ekonomis dalam jangka pendek, pada kenyataannya, biaya perbaikan mesin akibat kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih mahal. Beberapa biaya yang mungkin timbul antara lain:

  • Biaya Perbaikan Mesin: Jika mesin mengalami kerusakan serius akibat penggunaan BBM oplosan, biaya perbaikan bisa mencapai jutaan rupiah.
  • Waktu dan Tenaga: Selain biaya, waktu yang dihabiskan untuk perbaikan dan tenaga yang dikeluarkan juga menjadi pertimbangan penting.
  • Risiko Kecelakaan: Mesin yang tidak berfungsi dengan baik dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk selalu mengisi BBM di SPBU resmi yang menjamin kualitas bahan bakar yang digunakan. Menghindari penggunaan BBM oplosan adalah langkah bijak untuk menjaga performa kendaraan dan mencegah kerusakan yang lebih parah.

Waspadai juga perubahan bau yang tidak biasa pada bensin yang Anda beli. Jika tercium bau yang aneh, sebaiknya jangan digunakan, karena bisa jadi itu adalah tanda BBM oplosan.

Kesimpulan: Menggunakan BBM oplosan berisiko tinggi dan tidak ekonomis dalam jangka panjang. Investasi pada BBM berkualitas jauh lebih menguntungkan dibandingkan dengan biaya perbaikan yang harus dikeluarkan di kemudian hari.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya