Liputan6.com, Jakarta Kepala Desa atau Kades Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Wiwin Komalasari, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini bermula dari sebuah video yang memperlihatkan dirinya bersama beberapa rekan tertawa dan mengolok-olok nasi kotak yang mereka terima dalam acara serah terima jabatan (sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan menimbulkan beragam reaksi dari warganet.
Kejadian tersebut terjadi beberapa waktu lalu, tepatnya saat acara sertijab Bupati dan Wakil Bupati Bogor berlangsung. Wiwin Komalasari, bersama beberapa rekannya, menerima nasi kotak sebagai konsumsi.
Advertisement
Namun, reaksi mereka terhadap nasi kotak tersebut justru menjadi sorotan publik. Dalam video yang beredar, terlihat jelas bagaimana mereka tertawa dan mengeluarkan komentar-komentar yang dianggap oleh sebagian orang sebagai bentuk penghinaan terhadap nasi kotak dan penyelenggara acara.
Advertisement
Kontroversi pun tak terelakkan. Banyak warganet yang mengecam tindakan Kades Wiwin dan menganggapnya tidak pantas. Namun, di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa hal tersebut hanyalah candaan biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. Perdebatan di media sosial pun semakin memanas, dengan berbagai komentar yang bermunculan.
Tak sampai disitu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ikut turun tangan menegur Kepala Desa (Kades) Gunung Menyan, Kabupaten Bogor, Wiwin Komalasari, yang viral geli dapat nasi kotak saat pelantikan Bupati Bogor, baru-baru ini. Teguran tersebut disampaikan melalui panggilan telepon, menurut video di kanal YouTube Dedi yang diunggah Rabu, 26 Februari 2025.
"Ibu kenapa bikin rame-rame, bikin heboh-heboh?" tanya Dedi di awal percakapan, seperti dikutip dari kanal Lifestyle Liputan6.com.
Menjawab itu, Kades Wiwin mengaku apa yang dilakukannya sebatas seru-seruan saja. Bersama sejumlah kades lain, ia mengaku memakan nasi kotak tersebut di area parkiran.
"Kami berkumpul dengan teman-teman kepala desa lainnya, dan saat itu ada pembicaraan mengenai 'jomet'. Dalam bahasa Bogor, 'jomet' berarti berkat," jelasnya. Namun, Dedi menyoroti kesan Wiwin yang dianggap menyelepekan nasi kotak dari acara tersebut.
"Tapi kesannya ibu seolah-olah melecehkan bingkisan itu, seakan-akan kecewa hanya mendapat nasi boks tanpa ada yang lain. Benarkah begitu?" tanya Dedi. Wiwin pun membantah tudingan yang ramai di media sosial dan mengaku tidak ada maksud meremehkan bingkisan yang diterimanya.
"Tidak, Pak. Tidak ada maksud seperti itu. Saya hanya merasa senang dan spontan membawanya, lalu makan bersama di parkiran," katanya.
Dedi Mulyadi membalas, "Tapi di media sosial, ibu terkesan seperti ngartis." Wiwin Komalasari menepisnya, menyebut, "Itu hanya penafsiran orang, pak Saya lebih mengutamakan masyarakat dan bagaimana saya bisa mencintai, serta dicintai oleh mereka."
Dedi mengingatkan bahwa sebagai kepala desa, Wiwin harus lebih berhati-hati bersikap. "Ke depan, Ibu harus lebih menjaga penampilan. Sebagai kepala desa, ada waktu untuk tampil profesional dan ada waktu untuk bersantai," kata Gubernur Jawa Barat itu.Â
Ia juga menekankan pentingnya membangun citra kesederhanaan bagi jajaran kepala desa di Bogor agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. "Kapan berpakaian sebagai kepala desa, kapan sebagai artis, harus dibedakan," imbuhnya.
Dedi Mulyadi Minta Kades Gunung Menyan Lebih Hati-Hati
Terkait reaksi Wakil Bupati Bogor Jaro Ade yang marah dan meminta agar dirinya dipecat, Wiwin menyebut bahwa keputusan tersebut harus mengikuti prosedur. "Soal pemecatan itu ada aturannya, pak," ujarnya pada Dedi Mulyadi.
Ia mengaku telah mengklarifikasi masalah ini pada Sekretaris Daerah (Sekda) dan meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. "Beliau meminta agar saya tidak mengulanginya lagi. Saya pun meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Saya tidak menyangka niat bercanda bisa ditafsirkan berbeda oleh masyarakat," kata Wiwin.
"Beliau meminta agar saya tidak mengulanginya lagi. Saya pun meminta maaf atas kesalahpahaman ini. Saya tidak menyangka niat bercanda bisa ditafsirkan berbeda oleh masyarakat," kata Wiwin.
Dedi mengingatkan bahwa sebagai kepala desa, Wiwin harus lebih berhati-hati bersikap. "Ke depan, Ibu harus lebih menjaga penampilan. Sebagai kepala desa, ada waktu untuk tampil profesional dan ada waktu untuk bersantai," kata Gubernur Jawa Barat itu.Â
Ia juga menekankan pentingnya membangun citra kesederhanaan bagi jajaran kepala desa di Bogor agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. "Kapan berpakaian sebagai kepala desa, kapan sebagai artis, harus dibedakan," imbuhnya.
Â
Advertisement
Klarifikasi Kades Wiwin dan Tanggapan Pemerintah
Menanggapi kontroversi yang terjadi, Kades Wiwin Komalasari akhirnya memberikan klarifikasi melalui akun TikTok pribadinya, @ratuwk1414. Dalam video klarifikasinya, ia menjelaskan bahwa tidak ada niat untuk menghina nasi kotak maupun pihak penyelenggara acara. Ia menekankan bahwa tindakannya semata-mata karena rasa senang dan bercanda bersama teman-temannya.
"Saya tidak bermaksud untuk menghina siapapun," ujar Kades Wiwin dalam video klarifikasinya. "Itu hanya candaan biasa bersama teman-teman."
Lebih lanjut, Kades Wiwin juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kesalahpahaman yang terjadi. Ia berharap agar masyarakat dapat memahami penjelasannya dan tidak memperbesar masalah ini. Klarifikasi tersebut tampaknya mendapat respon positif dari sebagian warganet, meskipun masih ada pula yang tetap mengkritik tindakannya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun turut angkat bicara mengenai kontroversi ini. Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menyatakan bahwa Pemkab Bogor akan memberikan pembinaan kepada Kades Wiwin. Pembinaan tersebut bertujuan untuk memberikan arahan dan pemahaman kepada Kades Wiwin agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan menjaga etika sebagai seorang pejabat publik.
"Kami akan memberikan pembinaan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," tegas Wakil Bupati Iwan Setiawan.
Pemkab Bogor juga menekankan pentingnya menjaga etika dan tata krama dalam setiap kegiatan, terutama bagi para pejabat publik. Mereka berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih bijak dalam berucap dan bertindak di ruang publik.
