Wujudkan Hunian Berkelanjutan, OXO Group dan Studio Precht Bangun Proyek Wellness Living di Bali

Proyek ini menggabungkan desain wellness kelas dunia dengan kekayaan budaya dan lingkungan Indonesia.

oleh Liputan6.com Diperbarui 26 Mar 2025, 23:35 WIB
Diterbitkan 26 Mar 2025, 14:06 WIB
Wujudkan Hunian Berkelanjutan, OXO Group dan Studio Precht Bangun Proyek Wellness Living di Bali
dok: ist... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - OXO Group, mengumumkan kolaborasi dengan arsitek internasional Chris Precht, pemilik Studio Precht yang berlokasi di Austria.

Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan proyek hunian berkonsep wellness living, OXO The Pavilions, yang akan diluncurkan pada pertengahan 2025. Proyek ini menggabungkan desain wellness kelas dunia dengan kekayaan budaya dan lingkungan Indonesia.

 

Pendiri dan CEO OXO Group Indonesia, Johannes Weissenbaeck, mengatakan, ketika membayangkan babak selanjutnya dari OXO, kami tahu bahwa kami membutuhkan lebih dari sekadar arsitek—kami membutuhkan kolaborator sejati.

“Misi kami adalah menciptakan ruang yang tidak hanya merupakan investasi yang sehat secara finansial, tetapi juga sangat personal dan inspiratif. Chris Precht mewakili generasi baru arsitek yang memahami bahwa desain harus melampaui estetika. Desain juga harus membentuk gaya hidup, komunitas dan negara,” ucap Johannes, dalam keterangannya, Rabu (26/3/2025).

Kolaborasi ini, menurut Johannes, adalah bagian dari ambisi OXO untuk membawa bakat internasional ke Bali tanpa melupakan akar budaya dan alam pulau ini. Proyek ini mencerminkan pola pikir global yang progresif, yang menyatukan kecermatan desain khas Eropa dengan jiwa Asia Tenggara.

 

Menurut Johannes Weissenbaeck, Chris Precht telah muncul sebagai salah satu sosok paling menarik di kancah arsitektur global. Dengan portofolio di berbagai benua—dari gedung-gedung tinggi di pusat kota, hingga pondok bambu di lokasi yang terpencil—studionya sukses mendefinisikan ulang konsep arsitektur.

“Pendekatan Precht berdasarkan pada integritas ekologis, keaslian budaya, dan kecerdasan teknologi. Kami percaya bangunan harus lebih dari sekadar aset, karena bangunan harus menunjang kehidupan, sehat, dan regeneratif,” kata Chris Precht.

Dalam empat tahun terakhir, Studio Precht telah mendesain lebih dari 130 proyek, di mana 40 di antaranya telah dibangun. Dari kantor pusatnya di Pegunungan Alpen Austria, Studio Precht tengah mengerjakan beragam proyek arsitektur di Eropa, Amerika Utara dan Selatan, Timur Tengah, Asia—dan sekarang di Bali, Indonesia.

Promosi 1

Menciptakan Era Baru di Lanskap Properti Bali

Lebih lanjut, Johannes Weissenbaeck menuturkan, kemitraan ini menandai era baru bagi lanskap properti Bali, yang menempatkan Indonesia sebagai pemimpin dalam pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada manusia.

“Bali memang indah, tetapi juga kompleks. Membangun di sini menuntut kepekaan terhadap budaya, iklim, dan model ekonomi yang unik. Chris dan timnya menghadirkan keunggulan teknis dan empati kreatif untuk menghadapi tantangan itu,” terangnya.

Keahlian Studio Precht dalam mendesain arsitektur keberlanjutan dan wellness, sejalan dengan komitmen awal OXO Group Indonesia untuk membangun konstruksi bangunan berkualitas tinggi, namun berdampak rendah terhadap alam. Dan proyek ini mengangkat arsitektur yang mempertimbangkan tanah, budaya dan masa depan.

“Chris mendesain untuk dunia yang ingin kita tinggali. Timnya bekerja dengan kecepatan, fleksibilitas, dan kecerdasan yang dibutuhkan untuk berkembang dalam lanskap masa kini,” Weissenbaeck menambahkan.

“Dari alur kerja yang digerakkan oleh AI (artificial intelligence) hingga proses desain dan pengembangan kolaboratif, pendekatan yang mereka lakukan serupa dengan apa yang kami kerjakan," lanjutnya.

 

Transformasi Gaya Hidup

Bagi OXO Group Indonesia, real estat bukan sekadar dimensi ruang, tetapi juga tentang makna. “Kami percaya real estat harus menjadi gerbang menuju kebebasan, petualangan, dan kehidupan yang lebih bermakna,” kata Weissenbaeck.

“Kami menciptakan hunian di mana kepemilikan bukan sekadar keputusan finansial, tetapi transformasi gaya hidup. Kesamaan Filosofi ini menjadikan Precht mitra yang sempurna," sambungnya.

Sementara itu, bagi Chris Precth, arsitektur harus mengekspresikan tempat dan waktunya sendiri. Di Bali, hal itu berarti mendesain untuk mengekspresikan cahaya, hujan, ritual, alam—dan generasi yang mencari tujuan hidup dan beragam kemungkinan,” katanya.

“Sekarang waktunya menciptakan bangunan fleksibel dan adaptif yang mencerminkan cara hidup manusia yang sebenarnya," jelasnya.

Hingga saat ini, OXO Group Indonesia tengah mengembangkan lebih dari 100 unit properti di Bali, yang terdiri dari hunian, resor, hingga ruang kerja bersama, dengan total nilai mencapai Rp1 triliun. Perusahaan pengembang ini juga memiliki portofolio kapal pesiar mewah di Taman Nasional Komodo.

Infografis desain-desain interior rumah
Infografis desain-desain interior rumah yang bisa menjadi ide untuk menata kembali rumah Anda. (Dok: Liputan6/Abdillah)... Selengkapnya
Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

Produksi Liputan6.com

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya