Liputan6.com, Beijing - Seorang pejabat China yang menjadi pusat skandal pemerasan rekaman seks yang menjadi sensasi internet telah dipenjara selama 13 tahun karena menerima suap.
Lei Zhengfu, mantan pejabat senior di distrik Chongqing, Tiongkok, dipecat dari jabatannya setelah rekaman seks yang menampilkan dirinya diunggah daring.
Ia juga didenda 300.000 yuan akibat kasus tersebut pada tahun 2013. Penyelidikan terhadap aktivitasnya dimulai setelah video seks yang menarik perhatian publik itu dirilis.
Advertisement
Lei juga dihukum karena menerima suap sekitar 3,16 juta yuan. Seorang pengusaha yang membujuk pejabat itu untuk melakukan hubungan seksual untuk memerasnya telah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
Setidaknya 10 pejabat lainnya juga telah dipecat sebagai akibat dari skandal itu, dikutip dari laman BBC.
Degradasi Moral
Jutaan orang di Tiongkok menyaksikan klip video yang diunggah di internet tentang mantan pejabat Partai Komunis dengan perawakan gemuk dan botak sedang berhubungan seks dengan seorang wanita yang disewa oleh pengembang properti.
Wanita berusia 18 tahun yang terlibat telah diam-diam merekam video tersebut sebagai bagian dari rencana pemerasan.
Rincian yang mengerikan dari perselingkuhan tersebut telah menyoroti hubungan antara seks, uang, dan kekuasaan dalam masyarakat Tiongkok kala itu.
Lei meminta pengembang properti lain yang telah diuntungkan dari dukungannya untuk membayar uang tutup mulut sebesar 3 juta yuan kepada para pemeras.
Ia berpendapat bahwa uang tersebut adalah pinjaman, tetapi jaksa penuntut mengatakan uang tunai tersebut -- yang belum sepenuhnya dibayarkan -- merupakan suap.
Jaksa penuntut juga mengatakan, Lei menerima dua suap lainnya sebagai imbalan atas bantuan yang diberikan melalui jabatannya di pemerintahan.
Degradasi Moral Pemimpin yang Berkuasa
Tetapi skandal seks dan skema di baliknyalah yang paling membuat jijik masyarakat Tiongkok, terkejut dengan apa yang mereka lihat sebagai degradasi moral dari mereka yang berkuasa.
Wanita dalam video bersama Lei dijatuhi hukuman percobaan dua tahun.
Pengusaha, Xiao Ye, dinyatakan bersalah karena memikat beberapa pejabat ke dalam apa yang disebut "perangkap madu".
Idenya adalah menggunakan video tersebut untuk memeras uang atau memastikan kontrak yang menguntungkan untuk pengembangan properti, kata laporan.
Skema pemerasan itu diungkap oleh seorang blogger dan jurnalis investigasi, Zhu Ruifeng.
Presiden Xi Jinping telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama sejak menjadi pemimpin Tiongkok. Ini adalah masalah yang telah gagal diatasi oleh partai Komunis selama beberapa dekade.
Advertisement
