Shell Prediksi Permintaan LNG Lompat 60% di 2040, Ada Apa?

Shell memprediksi peningkatan permintaan gas alam cair (LNG) global hingga 60% pada 2040, didorong pertumbuhan ekonomi Asia, upaya pengurangan emisi, dan dampak kecerdasan buatan.

oleh Nurul Diva Diperbarui 26 Feb 2025, 12:02 WIB
Diterbitkan 26 Feb 2025, 12:02 WIB
Ilustrasi kilang LNG
Ilustrasi kilang LNG (Foto: SKK Migas)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Perusahaan energi ternama di dunia Shell baru-baru ini memprediksi permintaan gas alam cair (LNG) di tingkat global akan mengalami peningkatan hingga 60% pada 2040. Hal ini berdasarkan perbaikan infrastruktur energi migas oleh negara-negara seperti China dan India, seraya permintaan yang meningkat di beberapa negara konsumen.

Berdasarkan laporan LNG Outlook 2025 Shell, perdagangan LNG pada 2024 hanya tumbuh 2 juta ton, yang merupakan peningkatan tahunan terendah dalam satu dekade. Namun, diperkirakan akan ada lebih dari 170 juta ton pasokan LNG baru yang tersedia pada 2030, khususnya dari Qatar dan Amerika Serikat, yang saat ini menjadi eksportir terbesar dunia.

Dalam panggung industri, Shell tidak pernah main-main. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1890 itu selalu mencatat jumlah memindahkan energi bahan bakar sebanyak hingga 60 juta ton setiap tahunnya. Lantas apa yang membuat perusahaan ini memprediksi jauh-jauh hari tentang tren peningkatan penggunaan sumber daya gas alam atau LNG? berikut informasinya, dirnagkum Liputan6, Rabu (26/2).

 

Shell Prediksi Permintaan LNG Lompat 60% di 2040

Shell memperkirakan bahwa pada tahun 2040, permintaan global terhadap LNG akan meningkat hingga 60% dibandingkan dengan konsumsi saat ini, dengan proyeksi mencapai 630 hingga 718 juta ton per tahun.

Meski mengalami pertumbuhan yang relatif lambat pada 2024, pasar LNG diharapkan akan mengalami ekspansi yang lebih kuat di dekade mendatang, terutama dengan meningkatnya investasi dalam proyek-proyek gas alam serta peralihan dari batu bara ke gas yang lebih bersih dan efisien.

“LNG akan terus menjadi bahan bakar pilihan karena merupakan cara yang andal, fleksibel, dan mudah beradaptasi untuk memenuhi permintaan energi global yang terus meningkat.” kata Wakil Presiden Senior Pemasaran dan Perdagangan Shell LNG, Tom Summers, dikutip dari shell.com.

Alasan di Balik Prediksi Itu

Ilustrasi Gas Alam.
Ilustrasi Gas Alam. Photo Copyright by Freepik... Selengkapnya

Salah satu pendorong utama peningkatan permintaan LNG adalah upaya dekarbonisasi global, di mana berbagai negara berusaha mengurangi emisi karbon mereka dengan beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan. LNG menjadi pilihan utama karena lebih bersih dibandingkan batu bara dan minyak bumi, serta dapat digunakan dalam berbagai sektor mulai dari pembangkit listrik hingga transportasi.

Selain itu, pertumbuhan pesat ekonomi Asia turut mempercepat transisi ke gas alam. China, misalnya, berencana meningkatkan kapasitas impor LNG dan menambah jaringan gas untuk 150 juta orang pada 2030. Di sisi lain, India sedang mengembangkan infrastruktur gas alam dan menargetkan 30 juta rumah tangga tambahan untuk terhubung ke jaringan gas dalam lima tahun ke depan.

Kemudian, LNG juga akan tetap menjadi sumber energi vital di negara-negara Eropa guna menyeimbangkan penggunaan energi terbarukan yang bersifat intermiten dan menjaga ketahanan energi di wilayah. Artinya, tren ini menunjukkan pergeseran strategi investasi energi di mana perusahaan-perusahaan besar kini lebih fokus pada pengembangan gas alam sebagai sumber energi jangka panjang, dibandingkan dengan investasi pada bahan bakar fosil konvensional seperti batu bara dan minyak.

“Prakiraan yang lebih baik menunjukkan bahwa dunia akan membutuhkan lebih banyak gas untuk pembangkit listrik, pemanasan dan pendinginan, industri, dan transportasi guna memenuhi tujuan pembangunan dan dekarbonisasi,” katanya lagi.

Gas Alam Sebagai Prospek Industri Masa Depan

Gas alam semakin dianggap sebagai sumber energi utama di masa depan, dengan banyak negara mulai beralih dari batu bara ke LNG untuk memenuhi kebutuhan listrik dan industri. Teknologi seperti bio-LNG dan LNG sintetis juga mulai dikembangkan sebagai alternatif energi rendah karbon yang lebih berkelanjutan.

Dalam sektor maritim dan transportasi darat, LNG menjadi pilihan utama karena mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 85% dibandingkan dengan bahan bakar konvensional seperti solar dan bensin. Bahkan, di beberapa negara maju, armada kapal dan truk mulai menggunakan LNG sebagai bahan bakar utama.

Tidak hanya itu, pasar LNG juga semakin berkembang dengan inovasi seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU), yang memungkinkan distribusi gas alam cair ke wilayah-wilayah terpencil tanpa memerlukan infrastruktur pipa gas yang mahal.

“Itulah sebabnya analis industri memperkirakan permintaan LNG akan terus tumbuh sedikit di Eropa hingga tahun 2030-an,” kata wakil presiden eksekutif untuk LNG di Shell, Cederic Cremers, dikutip dari ft.com.

 

Peran Gas Alam yang Penting di Berbagai Belahan Dunia

Griya Tipar Cakung Jadi Rusunawa Kedua yang Dialiri Gas Alam
Warga mengecek instalasi aliran gas milik PGN di Rusunawa Griya Tipar Cakung, Jakarta Timur, Kamis (28/11/2019). Griya Tipar Cakung merupakan rusunawa kedua milik Pemprov DKI Jakarta yang telah dialiri jaringan pipa gas PGN. (Liputan6.com/Faizal Fanani)... Selengkapnya

Eropa tetap menjadi pasar utama bagi LNG, terutama karena ketergantungannya terhadap gas untuk menjaga stabilitas jaringan listrik yang didominasi oleh energi terbarukan seperti angin dan matahari. Dengan semakin berkurangnya pasokan gas dari Rusia, Eropa kini lebih bergantung pada impor LNG dari Amerika Serikat dan Qatar.

Di Asia, LNG terus menjadi pilar utama dalam strategi energi negara-negara berkembang. China dan India, sebagai dua negara dengan konsumsi energi tertinggi, terus meningkatkan impor LNG untuk mendukung pertumbuhan industri dan elektrifikasi pedesaan. Jepang dan Korea Selatan juga tetap menjadi importir utama LNG, dengan penggunaan gas alam yang luas dalam sektor listrik dan industri manufaktur.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa gas alam akan tetap menjadi sumber energi yang dominan dalam beberapa dekade mendatang, terutama di kawasan dengan pertumbuhan industri yang pesat dan kebutuhan energi yang terus meningkat.

Keunggulan Gas Alam Dibanding Bahan Bakar Lainnya

Dalam laman esdm.go.id, disebutkan bahwa gas alam mulai menjadi pilihan masyarakat karena keunggulannya dibandingkan dengan bahan bakar konvensional lainnya. Jenis kimia alam cair ini kemudian menjadi salah satu yang digadangkan menjadi pilihan energi masa depan dengan sisi efisien sebagai berikut:

  • Lebih Ramah Lingkungan karena LNG dapat mengurangi emisi karbon hingga 85% dibandingkan dengan batu bara dan minyak bumi, menjadikannya solusi yang lebih bersih untuk sektor energi dan industri berat.
  • Efisiensi Lebih TinggiLNG memiliki nilai densitas energi yang lebih besar dibandingkan CNG dan LPG, serta dapat disimpan dalam tekanan rendah, yang membuatnya lebih efisien dalam hal transportasi dan penyimpanan.
  • Harga Lebih KompetitifLNG memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan dengan solar non-subsidi, menjadikannya pilihan yang lebih ekonomis bagi industri dan transportasi.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, tidak mengherankan jika banyak negara mulai mengalihkan investasi mereka ke infrastruktur gas alam, guna memastikan ketersediaan energi yang lebih stabil dan berkelanjutan di masa depan.

People Also Ask: Pertanyaan Seputar Lonjakan Permintaan LNG

1. Mengapa permintaan LNG diprediksi meningkat tajam di 2040?

Karena pertumbuhan ekonomi Asia, upaya dekarbonisasi industri, serta peningkatan penggunaan LNG dalam sektor transportasi.

2. Apakah LNG lebih baik dibandingkan batu bara dan minyak bumi?

Ya, LNG lebih bersih, lebih efisien, dan menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil lainnya.

3. Negara mana yang akan menjadi pemain utama dalam pasar LNG di masa depan?

Amerika Serikat dan Qatar diprediksi menjadi eksportir terbesar, sementara China dan India akan menjadi importir utama LNG.

4. Apakah harga LNG akan terus meningkat seiring permintaan yang naik?

Harga LNG akan bergantung pada ketersediaan pasokan dan perkembangan proyek infrastruktur gas alam di seluruh dunia.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya