Pembalap dari Ducati Lenovo Team, Pecco Bagnaia, baru-baru ini menyatakan bahwa sebenarnya ia berharap bisa terus berpasangan dengan Enea Bastianini pada musim MotoGP 2025. Hal ini dikarenakan mereka sudah saling mengenal sejak kecil, yang membuat hubungan mereka lebih dari sekadar rekan satu tim.
Di sisi lain, Bagnaia juga menyatakan kegembiraannya bisa bekerja sama dengan seorang juara dunia delapan kali seperti Marc Marquez. Kehadiran Marquez dalam tim pabrikan Ducati diyakini akan membawa dinamika baru ke dalam skuad yang paling bergengsi dalam empat tahun terakhir.
Baca Juga
Dengan komitmen profesionalisme yang tinggi, Bagnaia yakin bahwa kolaborasi di antara mereka akan terus berjalan dengan baik. Namun, seperti yang dilaporkan oleh Todo Circuito pada Rabu (26/2/2025), Bagnaia mengungkapkan bahwa ia sudah merasa sangat nyaman bekerja dengan 'Bestia'.
Advertisement
Ada Penghargaan yang Besar terhadap Marc Marquez
Sudah pasti saya lebih memilih untuk melanjutkan dengan Enea, sebab kami telah saling mengenal sejak saya masih berusia tujuh atau delapan tahun. Secara praktis, kami telah saling mengenal sepanjang hidup. Namun, situasinya tidak berjalan seperti yang diharapkan," ujar tiga kali juara dunia ini.
Bagnaia merasa senang bisa berpasangan dengan Marquez. Meskipun diperkirakan akan membentuk persaingan yang sangat ketat, Bagnaia yakin bahwa dia dan Marquez tetap bisa bersikap profesional. "Saya senang Marc ada di sini. Kerja sama kami akan terus berlanjut," ungkapnya.
Setiap pembalap akan melakukan hal masing-masing, karena target kami adalah kemenangan. Menurut saya, tampaknya ada rasa hormat yang tinggi dari kedua belah pihak, dan itu sangat penting. Setelahnya, Anda takkan tahu apa yang akan terjadi, tetapi pertarungan kami akan menegangkan," lanjut Bagnaia.
Advertisement
Tidak Mau Terlibat Drama dengan Marc Marquez
Bagnaia sangat menyadari bahwa banyak orang memprediksi dirinya dan Marquez akan bersaing ketat di lintasan, sebagaimana yang telah mereka tunjukkan tahun sebelumnya. Salah satu contohnya adalah ketika mereka memperebutkan kemenangan di MotoGP Portugal 2024, yang sayangnya berakhir dengan tabrakan dan keduanya tidak dapat menyelesaikan balapan.
Meskipun saat itu sempat terjadi ketegangan antara dirinya dan Marquez, Bagnaia bersyukur mereka dapat menyelesaikan perselisihan tersebut dengan baik. "Kala itu saya memang kesal karena kehilangan poin begitu saja dan mendapati motor saya rusak, sehingga saya tak bisa lanjut balapan," ungkapnya.
"Saat itu saya sangat marah. Namun, saya bukan orang yang pendendam. Saya suka menyelesaikan masalah secara langsung, karena tak ada gunanya berhenti saling bicara gara-gara hal macam itu. Bakal konyol," kata pembalap yang diasuh oleh Valentino Rossi ini.
Â
