Amalan di Malam Lailatul Qadar Berdasarkan Hadist Nabi, Jangan Sia-siakan

Lailatul Qadar lebih baik dari 1000 bulan. Ketahui amalan utama untuk meraih keutamaannya berdasarkan hadis Nabi.

oleh Andre Kurniawan Kristi Diperbarui 27 Mar 2025, 10:13 WIB
Diterbitkan 27 Mar 2025, 10:13 WIB
Ilustrasi sholat di masjid. (Dok. Pixabay)
Ilustrasi sholat di masjid. (Dok. Pixabay)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta Malam Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia. Dalam Al-Qur’an, malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan, sebuah keutamaan luar biasa yang tidak dapat ditemukan pada malam-malam lainnya. Allah SWT berfirman:

"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 3-5).

Mujahid dan Qatadah, dua ulama terkemuka, berpendapat bahwa ibadah pada malam Lailatul Qadar lebih utama dibandingkan ibadah serupa yang dilakukan selama seribu bulan tanpa Lailatul Qadar (Zaad Al-Masiir).

Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya menghidupkan malam ini dengan ibadah. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau bersabda:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, beliau kencangkan sarungnya (bersungguh-sungguh dalam ibadah dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Bagaimana cara kita menghidupkan malam istimewa ini? Berikut adalah beberapa amalan utama yang dapat dilakukan berdasarkan hadis dan pendapat para ulama.

Promosi 1

Shalat Malam dan Qiyamul Lail dengan Khusyuk

Salah satu amalan utama di malam Lailatul Qadar adalah shalat malam atau qiyamul lail. Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani menjelaskan bahwa ‘iimaanan’ berarti keyakinan akan pahala dari Allah, sementara ‘ihtisaban’ berarti mengharapkan ridha-Nya, bukan sekadar riya’ atau mencari pujian manusia (Fath Al-Baari).

Shalat yang dilakukan dapat mencakup shalat tahajjud, shalat witir, dan berbagai shalat sunnah lainnya. Menghidupkan malam ini dengan memperbanyak sujud dan doa akan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Membaca Al-Qur’an dan Berdzikir

Malam Lailatul Qadar adalah malam ketika Al-Qur’an diturunkan, sehingga membaca dan mentadabburi Al-Qur’an menjadi ibadah utama yang sangat dianjurkan. Dalam hadis disebutkan:

"Jibril menemuinya (Nabi Muhammad) pada tiap malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur’an bersamanya.” (HR. Bukhari).

Selain membaca Al-Qur’an, zikir juga menjadi amalan yang dianjurkan, termasuk membaca tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar. Dengan berdzikir, kita bisa merasakan ketenangan hati serta meraih keberkahan yang melimpah dari malam ini.

Shalat Isya dan Subuh Berjemaah

Menghidupkan malam Lailatul Qadar tidak selalu harus dilakukan dengan shalat semalam suntuk. Dalam riwayat Imam Syafi’i disebutkan:

"Siapa yang menghadiri shalat Isya’ dan shalat Subuh pada malam Lailatul Qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.” (Latha-if Al-Ma’arif).

Hal ini diperkuat oleh hadis dari Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu:

"Siapa yang menghadiri shalat ‘Isya berjamaah, maka baginya pahala shalat separuh malam. Siapa yang melaksanakan shalat ‘Isya dan Shubuh berjamaah, maka baginya pahala shalat semalam penuh.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, meskipun tidak mampu melakukan ibadah semalam suntuk, menghadiri shalat Isya dan Subuh berjamaah sudah menjadi cara terbaik untuk mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.

Memperbanyak Doa dan Istighfar

Malam Lailatul Qadar adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW:

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni."

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi).

Para ulama menganjurkan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh pada malam ini, karena doa yang dipanjatkan memiliki kemungkinan besar untuk dikabulkan.

Bersedekah dan Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Selain ibadah individual, Lailatul Qadar juga menjadi momen yang baik untuk bersedekah dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Rasulullah SAW bersabda:

"Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi).

Sedekah tidak hanya berupa uang, tetapi juga bisa berupa makanan, pakaian, atau bantuan lain kepada yang membutuhkan. Selain itu, memperbaiki hubungan dengan keluarga dan kerabat juga termasuk amalan yang dianjurkan.

Pertanyaan Umum tentang Malam Lailatul Qadar

Kapan Malam Lailatul Qadar Terjadi?

Malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, dan dikatakan muncul pada malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

Bagaimana Cara Mengetahui Malam Lailatul Qadar?

Tanda-tandanya antara lain udara yang sejuk, langit yang cerah, dan suasana yang tenang serta penuh kedamaian.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya