7 Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi Jelang Lebaran dan Cara Menghindarinya

Waspada jebakan finansial saat Lebaran! Ketahui 7 kesalahan umum dan cara menghindarinya agar keuangan tetap aman.

oleh Laudia Tysara Diperbarui 29 Mar 2025, 16:30 WIB
Diterbitkan 29 Mar 2025, 16:30 WIB
Ilustrasi perencanaan keuangan oleh pasangan muda (Foto by AI)
Ilustrasi perencanaan keuangan oleh pasangan muda (Foto by AI)... Selengkapnya

Liputan6.com, Jakarta - Lebaran sebentar lagi tiba! Suasana penuh suka cita ini seringkali diiringi dengan peningkatan pengeluaran yang signifikan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari baju baru, tiket mudik, hingga angpao untuk sanak saudara.

Namun, tanpa perencanaan yang matang, euforia Lebaran bisa berujung pada kondisi keuangan yang memprihatinkan setelahnya. Siapa yang perlu mewaspadai hal ini? Semua orang, terutama mereka yang memiliki penghasilan pas-pasan, perlu memahami kesalahan finansial yang sering terjadi jelang Lebaran agar tidak terjebak dalam masalah keuangan setelahnya.

Kesalahan finansial jelang Lebaran ini meliputi pengeluaran yang tidak terkontrol, pengelolaan THR yang buruk, dan kurangnya perencanaan anggaran yang matang.

Banyak orang terlena dengan diskon dan promosi yang bertebaran di mana-mana. Mereka cenderung membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan, hanya karena tergiur harga murah. Akibatnya, uang yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan penting malah habis untuk hal-hal yang kurang prioritas.

Selain itu, mencampur aduk gaji bulanan dan THR juga menjadi kesalahan umum. THR yang seharusnya digunakan untuk keperluan Lebaran, seperti ongkos mudik dan zakat, malah tercampur dengan pengeluaran rutin bulanan, sehingga pengeluaran menjadi membengkak.

Tidak sedikit pula yang menghabiskan seluruh penghasilannya untuk keperluan konsumtif tanpa menyisihkan sedikit pun untuk tabungan atau investasi. Kondisi ini akan sangat berisiko jika terjadi pengeluaran tak terduga setelah Lebaran. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan finansial tersebut agar bisa merayakan Lebaran dengan tenang dan tanpa khawatir masalah keuangan.

Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya, Sabtu (29/3/2025).

Promosi 1

Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi Jelang Lebaran

arti mimpi uang banyak
arti mimpi uang banyak ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya
  1. Mencampuradukkan Gaji dan THR: Kesalahan finansial yang pertama dan paling sering terjadi adalah mencampurkan gaji bulanan dengan THR. Gaji bulanan sebaiknya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rutin seperti tagihan listrik, air, cicilan, dan keperluan sehari-hari. Sementara itu, THR sebaiknya dialokasikan khusus untuk kebutuhan Lebaran, seperti ongkos mudik, zakat fitrah, dan pemberian THR kepada orang lain.

    Contohnya, jika gaji Anda Rp 5 juta dan THR Rp 3 juta, jangan langsung menggabungkan keduanya. Pisahkan Rp 5 juta untuk kebutuhan bulanan dan Rp 3 juta untuk keperluan Lebaran. Dengan memisahkan keduanya, Anda dapat lebih mudah mengontrol pengeluaran dan mencegah pemborosan.

    Jangan sampai THR yang seharusnya untuk kebutuhan Lebaran habis terpakai untuk hal-hal yang tidak penting. Buatlah anggaran yang jelas untuk THR agar pengeluaran tetap terkontrol. Lakukan perencanaan yang matang sebelum Lebaran tiba agar tidak terjadi pengeluaran yang tidak terduga. Dengan begitu, Anda dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan damai.

    Tips untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan membuat dua rekening terpisah, satu untuk gaji dan satu lagi untuk THR. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah melacak dan mengontrol pengeluaran untuk masing-masing pos.

  2. Belanja Impulsif: Godaan diskon dan promosi menjelang Lebaran memang sangat besar. Namun, jangan sampai tergoda untuk melakukan belanja impulsif. Sebelum berbelanja, buatlah daftar belanja yang berisi barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.

    Contohnya, jika Anda membutuhkan baju baru, tuliskan jenis dan jumlah baju yang dibutuhkan, bukan sekadar membeli semua baju yang sedang diskon. Bandingkan harga dari berbagai penjual sebelum memutuskan untuk membeli. Fokuslah pada kebutuhan, bukan keinginan.

    Banyak orang terjebak dalam buaian diskon dan promosi, sehingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan pengeluaran membengkak dan membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, penting untuk membuat daftar belanja dan menaatinya. Jangan terburu-buru dalam berbelanja dan selalu bandingkan harga dari berbagai penjual.

    Tips untuk menghindari belanja impulsif adalah dengan membawa uang tunai secukupnya saat berbelanja dan menghindari penggunaan kartu kredit. Dengan begitu, Anda akan lebih terkontrol dalam pengeluaran.

  3. Tidak Membuat Perencanaan Anggaran: Salah satu kesalahan finansial yang fatal adalah tidak membuat perencanaan anggaran sebelum Lebaran. Buatlah anggaran yang terperinci dengan mencantumkan semua pos pengeluaran, mulai dari transportasi, pakaian, makanan, hingga THR.

    Contohnya, tentukan berapa uang yang akan Anda alokasikan untuk ongkos mudik, membeli baju baru, dan memberikan THR. Dengan adanya perencanaan anggaran, Anda dapat memantau dan mengontrol pengeluaran agar tidak melebihi batas yang telah ditentukan.

    Tanpa perencanaan yang matang, Anda akan mudah terjebak dalam pengeluaran yang tidak terkontrol. Akibatnya, uang bisa habis sebelum Lebaran tiba dan membuat Anda stres karena kekurangan dana. Oleh karena itu, penting untuk membuat perencanaan anggaran yang detail dan realistis.

    Tips untuk membuat perencanaan anggaran yang efektif adalah dengan menggunakan aplikasi atau tools perencanaan keuangan. Dengan begitu, Anda dapat melacak pengeluaran dan memastikan bahwa anggaran tetap terjaga.

  4. Mengabaikan Utang: Menjelang Lebaran, jangan abaikan utang yang masih menunggak. Prioritaskan untuk melunasi cicilan atau utang sebelum atau sesudah Lebaran.

    Contohnya, jika Anda memiliki utang kartu kredit, segera lunasi sebagian atau seluruhnya sebelum Lebaran. Mengabaikan utang hanya akan menambah beban keuangan dan stres di kemudian hari. Buatlah jadwal pelunasan utang dan patuhi jadwal tersebut.

    Menunda pembayaran utang akan mengakibatkan bunga berbunga dan membuat beban keuangan semakin berat. Oleh karena itu, penting untuk membuat rencana pelunasan utang dan disiplin dalam menjalankannya. Jangan sampai utang menjadi beban yang menghambat kebahagiaan saat Lebaran.

    Tips untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan membuat daftar utang dan membuat rencana pelunasan yang realistis. Anda juga bisa berkonsultasi dengan lembaga keuangan untuk mendapatkan solusi terbaik dalam mengatasi utang.

Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi Jelang Lebaran Selanjutnya

kata kata sindiran tentang uang
Membahas keuangan ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya
  1. Menghabiskan Seluruh Penghasilan: Jangan sampai menghabiskan seluruh penghasilan, termasuk THR, untuk keperluan konsumtif. Sisihkan sebagian untuk tabungan atau investasi sebagai jaring pengaman finansial di masa depan.

    Contohnya, jika Anda mendapatkan THR Rp 5 juta, jangan langsung dihabiskan untuk membeli baju baru dan oleh-oleh. Sisihkan minimal 20 persennya untuk tabungan atau investasi.

    Memiliki dana darurat sangat penting untuk menghadapi pengeluaran tak terduga. Jangan sampai Anda kehabisan uang saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, selalu sisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan atau investasi.

    Tips untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan menabung secara rutin setiap bulan, meskipun jumlahnya sedikit. Konsistensi dalam menabung akan membantu Anda mengumpulkan dana yang cukup untuk menghadapi keadaan darurat.

  2. Tidak Memanfaatkan Diskon dengan Bijak: Manfaatkan diskon dan promosi untuk memenuhi kebutuhan yang sudah terencana dalam anggaran, bukan untuk belanja impulsif.

    Contohnya, jika Anda membutuhkan sepatu baru dan menemukan diskon, belilah sepatu tersebut. Namun, jangan membeli barang lain hanya karena sedang diskon, jika sebenarnya tidak dibutuhkan.

    Banyak orang tergoda oleh diskon dan promosi, sehingga membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Hal ini dapat menyebabkan pengeluaran membengkak dan membuat kondisi keuangan menjadi tidak stabil. Oleh karena itu, penting untuk berbelanja secara bijak dan hanya membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.

    Tips untuk memanfaatkan diskon dengan bijak adalah dengan membuat daftar belanja terlebih dahulu dan membandingkan harga dari berbagai penjual sebelum membeli.

  3. Terlalu Fokus pada Gaya Hidup dan Tekanan Sosial: Hindari mengikuti tren atau tekanan sosial yang memaksa Anda untuk melakukan pengeluaran berlebihan. Silaturahmi bisa dilakukan dengan sederhana tanpa harus memaksakan budget untuk pesta mewah atau pemberian angpao yang berlebihan.

    Contohnya, Anda tidak perlu membeli baju baru yang mahal hanya karena teman-teman Anda melakukannya. Prioritaskan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda.

    Tekanan sosial sering kali membuat kita melakukan pengeluaran yang tidak perlu. Oleh karena itu, penting untuk tetap bijak dan tidak terpengaruh oleh tekanan tersebut. Ingatlah bahwa kebahagiaan Lebaran tidak diukur dari besarnya pengeluaran.

    Tips untuk menghindari kesalahan ini adalah dengan fokus pada nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi, bukan pada materi. Rayakan Lebaran dengan sederhana dan sesuai dengan kemampuan finansial.

Kunci Sukses Atur Keuangan Jelang Lebaran

mimpi dikasih uang banyak
mimpi dikasih uang banyak ©Ilustrasi dibuat AI... Selengkapnya
  1. Buat Tabungan Khusus Lebaran: Sisihkan sebagian penghasilan setiap bulan untuk tabungan Lebaran. Dengan begitu, Anda tidak akan merasa terbebani saat Lebaran tiba karena sudah memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.

    Menabung secara rutin akan membantu Anda mengumpulkan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Lebaran tanpa harus menguras tabungan utama. Dengan begitu, Anda dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang dan damai.

  2. Belanja Lebih Awal: Belanja kebutuhan Lebaran lebih awal karena harga cenderung meningkat mendekati Lebaran. Dengan belanja lebih awal, Anda dapat mendapatkan harga yang lebih murah dan menghindari antrean panjang.

    Membeli kebutuhan Lebaran lebih awal juga dapat membantu Anda menghindari pembelian barang-barang yang tidak dibutuhkan karena terburu-buru.

  3. Prioritaskan Pengeluaran Penting: Bedakan kebutuhan primer (zakat, THR, biaya mudik) dengan sekunder (baju baru, dekorasi). Prioritaskan kebutuhan primer.

    Dengan memprioritaskan kebutuhan primer, Anda dapat memastikan bahwa kebutuhan-kebutuhan penting terpenuhi terlebih dahulu sebelum beralih ke kebutuhan sekunder.

  4. Gunakan Pembayaran Nontunai: Gunakan kartu kredit atau e-wallet untuk memantau pengeluaran dan menghindari pengeluaran impulsif.

    Dengan menggunakan pembayaran nontunai, Anda dapat melacak pengeluaran dengan lebih mudah dan menghindari pengeluaran impulsif.

  5. Cari Informasi dan Edukasi Keuangan: Tingkatkan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan untuk membuat keputusan finansial yang lebih bijak. Dengan memahami pengelolaan keuangan yang baik, Anda dapat menghindari kesalahan-kesalahan finansial dan menjaga stabilitas keuangan.

    Banyak sumber informasi dan edukasi keuangan yang dapat diakses secara gratis, baik secara online maupun offline. Manfaatkan sumber-sumber tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam mengelola keuangan.

Lanjutkan Membaca ↓
Loading

Video Pilihan Hari Ini

EnamPlus

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya