Liputan6.com, Jakarta - Kebersihan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan umat Islam. Sejak dahulu, kebersihan tidak hanya dianggap sebagai kebutuhan fisik, tetapi juga sebagai kewajiban syariat yang harus dijaga.
Menjaga kebersihan merupakan refleksi dari iman dan rasa tanggung jawab seorang Muslim terhadap diri sendiri serta lingkungan sekitarnya. Salah satu ungkapan yang sering kita dengar terkait hal ini adalah 'kebersihan sebagian dari iman.'
Advertisement
Advertisement
Baca Juga
Meskipun sering dijadikan dalil dan sangat populer, banyak orang yang belum menyadari bahwa ungkapan tersebut sebenarnya tidak berasal dari hadis yang benar.
Lantas, adakah dasar yang sahih dari ungkapan ini dalam sumber ajaran agama, atau adakah makna lain yang perlu kita pahami tentang bagaimana Islam memandang kebersihan?
Simak penjelasan berikut dikutip dari NU Online.
Saksikan Video Pilihan ini:
Living Hadis: Kajian Tulisan dalam Tradisi Kehidupan Masyarakat
Hadis merupakan salah satu sumber hukum dalam Islam. Selain itu, hadis diterapkan dalam berbagai bentuk dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, baik melalui tindakan, ucapan, maupun tulisan.
Salah satu contoh penerapan hadis dalam bentuk tulisan yang sering ditemukan adalah kaligrafi, slogan, dan doa-doa yang berasal dari Nabi Muhammad SAW, yang biasanya dipasang di fasilitas publik atau tempat-tempat tertentu seperti masjid dan pondok pesantren.
Living hadis sebagai cabang ilmu hadis yang bersifat antropologis salah satunya meneliti bagaimana tulisan menjadi tradisi di tengah masyarakat. Lebih spesifiknya, tulisan-tulisan yang menjadi bagian dari tradisi adalah merupakan potongan-potongan dari hadis Nabi SAW.
Dari sini, terdapat kesimpulan bahwa ada sunnah yang hidup di satu tempat, di mana wujudnya adalah berupa tulisan-tulisan yang ditempel dan dipampang, sehingga orang-orang bisa membacanya.
Advertisement
Membedah Slogan tentang Kebersihan dan Asal-usul Hadisnya
Untuk memperjelas bagaimana tulisan-tulisan yang menjadi bagian dari tradisi di tengah masyarakat terinspirasi dari hadis adalah slogan seperti “Kebersihan adalah sebagian dari iman”.
Slogan tersebut terkadang diwakili oleh aforisma النظافة من الإيمان, atau artinya “Kebersihan adalah bagian dari iman”.
Ada kesalahpahaman di tengah masyarakat yang beranggapan bahwa slogan tersebut adalah hadis, padahal nyatanya ia terinspirasi dari hadis riwayat Imam Muslim yang lafaznya:
عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Artinya: “Dari Abu Malik al-Harits al-Asy’ari, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Kesucian adalah setengah dari iman’”. (HR Muslim).
Menurut Ibn Daqiq al- ‘Id dalam Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah hal. 84 menjelaskan, at-thuhur atau kesucian pada hadis tersebut maksudnya adalah suci secara lahir maupun batin.
Dengan tulisan tersebut, orang yang membaca tulisan yang terinspirasi dari hadis diharapkan bangkit kesadarannya dalam menjaga kebersihan, baik itu kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan.
Makna Kebersihan dalam Pandangan Islam
Berbicara mengenai kebersihan, Islam mengajarkan dan membahasnya secara detail dan lengkap. Kebersihan pada dasarnya memiliki peranan besar dalam syariat Islam. Tidak hanya sekedar kebersihan Islam mengajarkan tentang kesucian lebih tinggi dari kebersihan. Berikut ini beberapa makna kebersihan dalam pandangan Islam, dikutip dari cahayaislam.id.
1. Kesucian Syarat Sah dari Ibadah
Kebersihan sebagian dari Iman apakah hadis palsu sudah terjawab. Bukan berarti ungkapan yang sering dianggap hadis tersebut salah. Bahkan banyak ibadah yang mensyaratkan kesucian baik dari sisi badan, pakaian hingga tempatnya. Seperti halnya sholat 5 waktu memiliki syarat syah dengan bersuci dari hadas besar maupun kecil.
2. Kesucian Lebih Tinggi dari Kebersihan
Banyak ayat-ayat Al Qur’an memuji orang-orang yang selalu memperhatikan kebersihan dan kesucian. Hal ini menandakan bahwa ajaran kebersihan mendapatkan perhatian dalam Islam. Berikut ayat Al-Qur’an yang membahas tentang kebersihan:
“Janganlah engkau melaksanakan sholat dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan sholat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.”
Advertisement
